ilustrasi orang yang mengalami gejala awal infeksi virus Nipah (unsplash.com/Brittany Colette)
Penyakit Nipah merupakan penyakit berbahaya dengan kisaran kematian antara 40-75 persen. Sayangnya gejala penyakit ini kerap kali gak disadari sehingga ketika akhirnya mendapatkan penanganan medis, kondisi pasien sudah sangat parah. Biasanya gejala awal virus Nipah muncul antara 3 sampai 14 hari setelah infeksi terjadi.
Dilansir CDC, gejala awal penyakit Nipah sendiri sebetulnya mirip dengan influenza yakni demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, hingga muntah. Beberapa orang juga mengalami kesulitan bernapas atau pneumonia. Pada tahap yang lebih serius, infeksi virus Nipah juga menyebabkan pembengkakan otak di mana gejalanya meliputi kantuk, kebingungan, dan kejang yang berakhir dengan koma dalam waktu 24-48 jam setelah gejala serius.
Virus Nipah sangatlah mematikan bagi manusia. Mereka yang sembuh juga tetap memiliki risiko terkena penyakit yang sama karena virus aktif kembali setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi awal. Meski saat ini belum ada kasus yang terdeteksi, mewaspadai penyakit ini tetaplah diperlukan. Salah satu caranya adalah dengan mengenali gejala awal, dan menghindari apa pun yang dapat membuat kita tertular. Misalnya dengan menghindari konsumsi buah yang memiliki bekas gigitan hewan, buah yang dipajang secara terbuka, hingga menghindari kontak dengan hewan maupun orang yang sedang sakit.
Referensi
“About Nipah Virus.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Februari 2026.
“Nipah Virus — What Is It, Where Is It Found and How Does It Spread?” UK Health Security Agency Blog. Diakses Februari 2026.
“Nipah Virus.” World Health Organization (WHO). Diakses Februari 2026.
“Nipah Virus — Diseases & Symptoms.” Cleveland Clinic Health. Diakses Februari 2026.
“Nipah Virus — Emerging Zoonotic Disease.” Bangkok Hospital. Diakses Februari 2026.