"Frequently Asked Questions (FAQ) Penyakit Virus Nipah." Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. Diakses Februari 2026.
“About Nipah Virus.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Februari 2026.
“Nipah Virus Fact Sheet.” World Health Organization (WHO). Diakses Februari 2026.
“Nipah virus.” World Organisation for Animal Health. Diakses Februari 2026.
“Risk of Nipah Virus Emergence.” Food and Agriculture Organization of the United Nations. Diakses Februari 2026.
“Prioritizing Diseases for Research and Development.” WHO Blueprint. Diakses Februari 2026.
Frequently Asked Questions (FAQ) Virus Nipah

- Virus Nipah adalah penyakit zoonosis berisiko tinggi menurut berbagai ahli.
- FAQ ini disusun untuk membantu kamu memahami dasar-dasar tentang virus Nipah secara ringkas dan jelas.
- FAQ ini berisi jawaban atas pertanyaan umum seputar cara penularan, gejala, pencegahan, dan lainnya.
Virus Nipah (Nipah virus/NiV) adalah salah satu penyakit zoonosis yang dianggap berisiko tinggi oleh para ahli kesehatan dunia.
FAQ ini disusun untuk membantu masyarakat memahami dasar-dasar tentang virus Nipah secara ringkas dan jelas. Kamu akan menemukan jawaban atas pertanyaan umum seputar cara penularan, gejala, pencegahan, dan sebagainya.
FAQ seputar virus nipah
| Apa itu virus Nipah? | Virus Nipah adalah virus zoonotik, yang artinya ditularkan dari hewan ke manusia, yang bisa menyebabkan penyakit serius, termasuk infeksi paru dan radang otak (ensefalitis). |
| Di mana virus Nipah pertama kali ditemukan? | Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998–1999 selama wabah di Malaysia dan Singapura, yang berkaitan dengan peternakan babi. |
| Apa hewan pembawa utama virus Nipah? | Reservoir alami Nipah adalah kelelawar buah dari keluarga Pteropodidae, yang dapat membawa virus tanpa menunjukkan penyakit. |
| Bagaimana virus Nipah bisa menular ke manusia? | Manusia bisa terinfeksi melalui kontak langsung dengan kelelawar atau hewan yang terinfeksi, atau mengonsumsi makanan/air yang terkontaminasi oleh sekresi hewan pembawa. |
| Bisakah virus Nipah menular antar manusia? | Ya. Jika orang yang terinfeksi bersentuhan dekat dengan orang lain, terutama melalui cairan tubuh, penularan dari manusia ke manusia telah dilaporkan dapat terjadi. |
| Berapa lama masa inkubasi virus Nipah? | Gejala biasanya muncul dalam 3–14 hari setelah infeksi. Dalam beberapa kasus yang jarang, periode ini bisa lebih panjang. |
| Apa gejala awal infeksi virus Nipah? | Gejala awal sering menyerupai flu: demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, dan kesulitan bernapas. |
| Apa komplikasi serius dari infeksi Nipah? | Komplikasi utama adalah ensefalitis, yang dapat menyebabkan kebingungan, kantuk, kejang, koma, bahkan kematian. |
| Seberapa fatal infeksi virus Nipah? | Tingkat kematian diperkirakan 40–75 persen tergantung wabah dan pengelolaan klinis di area yang terdampak. |
| Apakah ada pengobatan atau vaksin untuk virus Nipah? | Saat ini tidak ada pengobatan atau vaksin spesifik yang disetujui. Perawatan medis bersifat suportif untuk membantu fungsi tubuh selama infeksi. |
| Bagaimana infeksi virus Nipah didiagnosis? | Diagnosis dilakukan melalui tes laboratorium seperti RT-PCR untuk mendeteksi materi genetik virus dari darah atau cairan tubuh. |
| Apakah orang bisa sembuh dari infeksi Nipah? | Ya, beberapa orang bisa sembuh sepenuhnya. Namun, sekitar 1 dari 5 penyintas dapat mengalami kondisi neurologis jangka panjang setelah penyakit akut. |
| Bagaimana cara mencegah infeksi Nipah? | Pencegahan melibatkan menghindari kontak dengan kelelawar/babi, tidak mengonsumsi buah atau minuman yang mungkin terkontaminasi atau digigit kelelawar, serta menerapkan kebersihan tangan dan kontrol infeksi saat merawat pasien. |
| Apakah risiko penyebaran Nipah di luar Asia tinggi? | Menurut WHO, risiko penyebaran global dipandang rendah, meskipun sangat serius di daerah yang muncul kasusnya karena efisiensi penularan yang relatif terbatas. |
| Apa yang harus dilakukan jika dicurigai terinfeksi? | Segera cari pertolongan medis, terutama jika kamu pernah berada di daerah dengan kasus infeksi virus Nipah atau kontak erat dengan orang yang sakit. Diagnosis dini membantu mencegah penyebaran lebih lanjut. |
| Apakah virus Nipah bisa menyebar lewat udara? | Sampai sekarang tidak ada bukti kuat bahwa virus Nipah menular lewat udara seperti campak atau COVID-19. Penularan terutama terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang atau hewan yang terinfeksi, termasuk droplet jarak dekat. Pola penularan ini membuat wabah virus Nipah cenderung terbatas secara geografis, meski tetap berbahaya. |
| Apakah buah yang tampak utuh tetap bisa terkontaminasi virus Nipah? | Ya. Buah yang terlihat utuh tetap berisiko jika sebelumnya terpapar air liur, urine, atau feses kelelawar/hewan pembawa virus. Inilah kenapa penting untuk mencuci, mengupas, atau menghindari konsumsi buah yang jatuh di tanah di wilayah endemis. |
| Mengapa wabah Nipah sering muncul di wilayah tertentu saja? | Wabah Nipah banyak terjadi di Asia Selatan dan Tenggara karena interaksi dekat antara manusia, kelelawar buah, dan hewan ternak, serta kebiasaan konsumsi makanan mentah tertentu. Faktor lingkungan, perubahan penggunaan lahan, dan deforestasi juga meningkatkan peluang kontak antara manusia dan reservoir virus. |
| Apakah tenaga kesehatan berisiko tinggi tertular virus Nipah? | Ya. Tenaga kesehatan termasuk kelompok berisiko tinggi, terutama jika protokol pencegahan dan pengendalian infeksi tidak diterapkan dengan ketat. Beberapa wabah virus Nipah menunjukkan penularan di fasilitas kesehatan akibat kontak tanpa perlindungan dengan pasien yang terinfeksi. APD dan isolasi pasien sangat penting. |
| Mengapa WHO memasukkan virus Nipah sebagai penyakit prioritas global? | Virus Nipah masuk daftar WHO Blueprint Priority Diseases karena memiliki tingkat kematian tinggi, potensi wabah, dan belum memiliki vaksin atau terapi spesifik. Penelitian terus dilakukan agar dunia lebih siap jika terjadi wabah besar di masa depan. |
| Siapa saja yang berisiko terpapar virus Nipah? | Siapa pun berpotensi terpapar virus Nipah ketika memiliki potensi kontak dengan hewan atau pasien terinfeksi. Namun, ada beberapa pekerjaan atau kelompok berisiko yang memungkinkan seseorang terinfeksi. Pertama adalah peternak babi atau petugas pemotong babi di area peternakan yang dekat dengan populasi kelelawar buah. Kedua adalah pengumpul nira/aren atau buah-buahan lain yang kemungkinan dikonsumsi kelelawar buah. Ketiga adalah petugas medis yang merawat pasien infeksi virus Nipah. Keempat adalah tenaga laboratorium yang melakukan pengelolaan spesimen pasien virus Nipah. Terakhir adalah keluarga atau kerabat yang merawat pasien yang terinfeksi virus Nipah. |
| Bagaimana cara mengetahui hewan yang menjadi pembawa penyakit virus Nipah? | Selain kelelawar buah sebagai host alamiah, virus Nipah dapat menginfeksi beberapa hewan seperti babi, kuda, kambing, domba, kucing, dan anjing. Virus Nipah sangat menular ketika sudah menginfeksi babi, dengan waktu infeksius terjadi saat masa inkubasi (4–14 hari). Umumnya, babi yang terinfeksi tidak mengalami gejala apa pun, tetapi beberapa mengalami demam akut, sesak napas, dan gejala neurologis seperti gemetar, berkedut, dan kejang otot. Waspada juga jika babi mengalami batuk yang tidak biasa (unusual barking cough). |
Referensi


















