Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kebiasaan Minum Jus yang Membuat Kandungan Nutrisinya Berkurang

5 Kebiasaan Minum Jus yang Membuat Kandungan Nutrisinya Berkurang
ilustrasi jus buah (pexels.com/Allan González)
Share Article

Pernah merasa sudah rutin minum jus buah setiap hari, tetapi manfaat yang dirasakan tidak sesuai harapan? Banyak orang menganggap segelas jus selalu identik dengan gaya hidup sehat, padahal ada sejumlah kebiasaan yang tanpa disadari justru dapat mengurangi kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan di dalamnya. Akibatnya, nutrisi yang seharusnya membantu menjaga kesehatan tubuh tidak terserap secara optimal.

Mulai dari penyimpanan yang keliru, penggunaan bahan tambahan yang tidak tepat, hingga kebiasaan membiarkan jus terlalu lama setelah dibuat, semuanya dapat mengurangi kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sederhana tersebut berpotensi menurunkan kadar vitamin, mineral, dan antioksidan sehingga manfaat jus tidak lagi optimal bagi tubuh. Agar tidak salah langkah, kenali sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari untuk menjaga kandungan nutrisi jus tetap maksimal dalam ulasan berikut.

1. Menyimpan jus terlalu lama sebelum diminum

ilustrasi penyajian jus semangka (vecteezy.com/Tetiana Chernykova)
ilustrasi penyajian jus semangka (vecteezy.com/Tetiana Chernykova)

Banyak orang membuat jus dalam jumlah banyak sekaligus agar lebih praktis untuk dikonsumsi sepanjang hari. Sekilas kebiasaan ini memang menghemat waktu, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal padat sejak pagi. Namun, jus yang dibiarkan terlalu lama akan terus terpapar udara sehingga proses oksidasi berlangsung lebih cepat.

Paparan udara yang berlangsung terus-menerus dapat membuat sejumlah vitamin, terutama vitamin C, mengalami penurunan secara bertahap. Alhasil, jus yang baru diminum beberapa jam setelah dibuat belum tentu menyimpan kandungan nutrisi yang sama seperti saat masih segar. Untuk menjaga manfaatnya tetap maksimal, sebaiknya konsumsi jus sesegera mungkin setelah dibuat atau simpan dalam wadah kedap udara di lemari pendingin jika belum akan diminum.

2. Menambahkan terlalu banyak gula ke dalam jus

ilustrasi gula
ilustrasi gula (unsplash.com/Immo Wegmann)

Tidak sedikit orang merasa rasa alami buah masih kurang manis sehingga memilih menambahkan beberapa sendok gula ke dalam jus. Padahal, banyak jenis buah sebenarnya sudah mengandung gula alami yang cukup untuk memberikan rasa segar dan nikmat. Saat gula tambahan masuk dalam jumlah berlebihan, kalori minuman pun meningkat tanpa memberikan manfaat gizi yang berarti.

Kebiasaan menambahkan gula terus-menerus bisa membuat lidah semakin bergantung pada rasa manis yang kuat, sehingga kesegaran alami buah terasa kurang menarik. Jika dibiarkan dalam waktu lama, asupan gula berlebih berisiko mengurangi manfaat sehat yang seharusnya diperoleh dari segelas jus. Agar rasanya tetap nikmat tanpa mengorbankan kandungan gizinya, gunakan buah yang sudah matang alami atau padukan beberapa buah manis sebagai pemanis alami.

3. Menyaring seluruh ampas buah dan sayur

ilustrasi membuat jus semangka (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi membuat jus semangka (pexels.com/RDNE Stock project)

Banyak orang sengaja menyaring jus hingga benar-benar bening karena menganggap teksturnya akan terasa lebih ringan dan nyaman di tenggorokan. Cara ini memang membuat jus tampak lebih menarik serta mudah dinikmati, terutama bagi yang kurang menyukai sensasi serat saat minum. Namun, di balik teksturnya yang lebih halus, sebagian besar serat penting justru ikut terbuang bersama ampas yang disisihkan.

Ketika serat berkurang, rasa kenyang tidak bertahan lama dan manfaat pencernaan yang biasanya diperoleh dari buah serta sayur juga ikut menurun. Kondisi ini membuat jus lebih cepat dicerna dibandingkan jika seratnya masih dipertahankan. Jika memungkinkan, biarkan sebagian ampas tetap berada di dalam jus agar kandungan serat dan manfaatnya tetap lebih maksimal.

4. Mengolah bahan jus dengan suhu tinggi

ilustrasi merebus brokoli
ilustrasi merebus brokoli (pixabay.com/fernandine1000)

Sebagian orang terbiasa merendam atau bahkan memanaskan bahan tertentu sebelum diolah menjadi jus agar prosesnya terasa lebih mudah. Kebiasaan ini biasanya dilakukan pada buah atau sayuran yang teksturnya keras sehingga dianggap lebih cepat lunak saat diblender. Sayangnya, suhu tinggi justru bisa merusak sebagian vitamin yang sensitif terhadap panas sehingga kandungan gizinya ikut berkurang.

Akibatnya, sebagian nutrisi yang seharusnya tetap terjaga bisa mengalami penurunan selama proses pengolahan berlangsung. Hal tersebut membuat kualitas gizi minuman yang dihasilkan tidak lagi sama seperti bahan segarnya. Untuk menjaga kandungan nutrisi tetap optimal, gunakan bahan segar dan minimalkan proses yang melibatkan suhu tinggi sebelum dijus.

5. Mengandalkan jus sebagai pengganti buah utuh setiap hari

ilsutrasi buah-buahan
ilustrasi buah-buahan (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Karena praktis dan mudah dikonsumsi, banyak orang akhirnya lebih sering memilih jus dibandingkan makan buah secara langsung. Jus memang dapat menjadi cara sederhana untuk menambah asupan buah dan sayur dalam menu harian. Namun, ketika seluruh kebutuhan buah hanya dipenuhi dari jus, tubuh berpotensi kehilangan manfaat yang biasanya diperoleh dari proses mengunyah buah utuh.

Di sisi lain, proses pengolahan jus juga bisa membuat sebagian serat alami ikut berkurang tergantung teknik yang digunakan. Hal ini kemudian berdampak pada rasa kenyang yang cenderung lebih singkat dibandingkan ketika kita mengonsumsi buah dalam bentuk utuh. Karena itu, jus sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap pola makan sehat, bukan pengganti utama buah dan sayur sehari-hari.

Menjaga kandungan nutrisi dalam jus sebenarnya tidak sulit, asalkan kita lebih sadar pada kebiasaan kecil yang sering dilakukan sehari-hari. Setiap langkah sederhana, mulai dari cara mengolah hingga cara mengonsumsinya, bisa menentukan seberapa besar manfaat yang benar-benar didapat tubuh. Jadi, mulai sekarang, lebih bijaklah dalam menikmati jus agar setiap tegukan tetap membawa kebaikan maksimal untuk kesehatan.

Referensi

“Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Penurunan Kandungan Vitamin C pada Jambu Biji (Psidium guajava, Linn)”. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia. Diakses Juni 2026.

“Analisis Kadar Vitamin C pada Kubis Merah (Brassica oleracea L. var capitata) yang Dibuat Jus dengan Variasi Lama Penyimpanan”. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina: Ilmu Farmasi dan Kesehatan. Diakses Juni 2026.

“Pengaruh Suhu dan Waktu Penyimpanan terhadap Vitamin C dalam Jambu Biji (Psidium guajava)”. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma. Diakses Juni 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More

7 Penyebab Aroma Vagina Menyengat saat Menstruasi

26 Jun 2026, 22:19 WIBHealth