Supaya berat badan tetap stabil selama Ramadan, kuncinya ada pada pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas istirahat. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
Saat azan Magrib terdengar, rasanya memang ingin langsung makan banyak, tapi coba tahan sebentar. Awali dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma atau sup, lalu beri jeda sebelum makan utama. Isi piring dengan komposisi seimbang dan biasakan makan pelan supaya kamu sadar kapan sudah cukup kenyang.
Es manis, sirup, gorengan hangat, semuanya memang menggoda. Namun, kalau dikonsumsi setiap hari, kalorinya cepat menumpuk tanpa terasa.
Coba batasi frekuensinya dan jadikan sebagai sesekali saja, bukan menu wajib harian. Kamu bisa ganti dengan buah segar atau camilan yang lebih ringan supaya tetap bisa menikmati momen berbuka tanpa bikin timbangan naik.
Sahur sebaiknya mengandung protein seperti telur, ayam, ikan, atau yoghurt, serta serat dari sayur dan buah rendah gula. Karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau ubi juga membantu energi lebih stabil. Dengan menu seperti ini, kamu tidak mudah lapar dan tidak tergoda makan berlebihan saat berbuka.
Merasa lemas saat puasa itu wajar, tapi bukan berarti berhenti bergerak sama sekali, ya. Aktivitas ringan seperti jalan santai, stretching, atau yoga tetap penting untuk menjaga metabolisme. Kamu bisa melakukannya setelah berbuka atau menjelang Magrib dengan intensitas ringan.
Kurang tidur bisa meningkatkan nafsu makan dan membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak. Atur waktu istirahat agar tetap cukup meski harus bangun sahur, dan hindari begadang berlebihan. Tidur yang berkualitas membantu mengontrol hormon lapar dan menjaga berat badan tetap stabil.
Itulah berbagai faktor yang menjadi alasan kenapa berat badan justru naik saat puasa, mulai dari kalori berlebih hingga kurangnya aktivitas fisik. Dengan pola makan seimbang dan rutinitas terkontrol, kamu tetap bisa menjalani Ramadan tanpa khawatir timbangan naik. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Kenapa berat badan bisa naik padahal puasa? | Karena total kalori yang masuk saat berbuka dan sahur bisa lebih besar dari kebutuhan harian, apalagi jika porsinya berlebihan dan tinggi gula serta lemak. |
Apakah melewatkan sahur memengaruhi berat badan? | Iya. Melewatkan sahur bisa memperlambat metabolisme dan membuat kamu makan lebih banyak saat berbuka karena terlalu lapar. |
Apakah dehidrasi bisa memengaruhi kenaikan berat badan? | Secara tidak langsung, iya. Kurang minum bisa mengganggu metabolisme dan membuat tubuh salah mengenali rasa haus sebagai lapar, sehingga kamu cenderung makan lebih banyak saat berbuka. |
Referensi
"The Hidden Causes of Weight Gain While Fasting". GWS Medika. Diakses Februari 2026.
"The Right Way to Prevent Post-Fasting Weight Gain". EMC Healthcare. Diakses Februari 2026.
"Emotional Eating May Be the Cause of Your Weight Gain". Yeditepe University Hospital. Diakses Februari 2026.