Comscore Tracker

Tak Sekadar Bawang Putih, Ini 15 Manfaat Black Garlic untuk Kesehatan

Apakah manfaatnya lebih besar dari bawang putih?

Selain andalan bumbu masak, bawang putih juga sudah lama digunakan sebagai obat alami dan manfaatnya bagi tubuh sangat beragam. Lantas, bagaimana bawang putih yang diproses menjadi bawang hitam alias black garlic?

Sebagai informasi, satu tanaman umbi-umbian ini merupakan tanaman hortikultura dengan segudang manfaat. Di antara banyak manfaatnya adalah sebagai obat alami infeksi pernapasan dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Bawang putih (Allium sativum L.) berasal dari Asia Tengah, di antara Jepang dan Tiongkok. Dari situ, bawang putih menyebar ke seluruh Asia, Eropa, dan akhirnya mendunia.

Sudah banyak penelitian yang telah membuktikan berbagai khasiat bawang putih bagi kesehatan tubuh kita. Kalau sudah dalam bentuk bawang hitam, apakah manfaat tersebut akan berubah atau hilang?

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Annals of Clinical Microbiology and Antimicrobials tahun 2012, ekstrak bawang putih telah lama diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap berbagai bakteri patogen dalam tubuh manusia. Khasiat tersebut telah dikembangkan sebagai alternatif pengobatan alami dengan efek samping minimal karena perkembangan tingkat resistansi bakteri terhadap obat.

Kesimpulannya, meskipun bawang putih telah diolah menjadi bawang hitam, itu tidak mengurangi sedikit pun manfaatnya. Malah, manfaatnya jadi bertambah! Yuk, simak serba-serbi black garlic dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh kita!

1. Apa, sih, bawang hitam?

Tak Sekadar Bawang Putih, Ini 15 Manfaat Black Garlic untuk Kesehatanpixabay.com/ch1310

Menurut sebuah laporan dalam jurnal Molecules tahun 2014, disebutkan bahwa black garlic adalah produk olahan bawang putih yang dibuat dengan cara dipanaskan pada suhu tinggi di bawah kelembapan tinggi selama beberapa waktu, menghasilkan siung hitam dengan rasa manis.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa bawang putih mengandung zat antibakteri yaitu alliin yang disintesis dari asam amino sistein.

Berdasarkan sebuah studi dalam Journal of Food and Drug Analysis tahun 2017, proses pengolahan bawang putih agar menjadi bawang hitam yaitu dengan cara dipanaskan pada suhu berkisar antara 60-90 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 80-90 persen dari suhu kamar atau suhu ruang dalam periode waktu tertentu.

Saat ini sudah banyak negara yang mengenal bawang hitam sebagai bahan untuk obat herbal dan campuran masakan, seperti Korea Selatan, Jepang, dan Thailand.

2. Bisakah membuat sendiri black garlic di rumah?

Tak Sekadar Bawang Putih, Ini 15 Manfaat Black Garlic untuk Kesehatancommons.wikimedia.org/H. Alexander Talbot

Meski butuh usaha, tetapi bawang hitam bisa dibuat sendiri di rumah. Mau mencobanya?

Pertama-tama, pilih bawang putih yang masing-masing siungnya masih menyatu dengan kulit dan tidak boleh pecah. Pilih bawang putih yang penampakan fisiknya terlihat bagus dan segar, kering, dan tidak lembap agar nanti hasilnya bagus.

Setelah itu, pakai rice cooker atau penanak nasi sebagai pemanas bawang putih. Tidak harus rice cooker, kamu bisa menggunakan alat pemanas dalam bentuk apa pun.

Bila memakai rice cooker, alasi bagian dalamnya dengan tisu dapur dan jajarkan bawang putih di atasnya. Jangan sampai bawang putih tumpang tindih untuk mencegah kerusakan bentuk bawang nantinya.

Kemudian, rice cooker ditutup dan diatur dalam pengaturan "warm" (suhu kurang lebih 70-80 derajat Celcius dan biarkan selama 12 hari. Setelahnya, bawang putih akan tampak kecokelatan cenderung menghitam.

Bila kualitasnya bagus, bawang hitam kulitnya tidak hitam gosong dan bawang tidak menyusut.

Terdengar rumit atau tak sabar? Tenang, kini bawang hitam sudah banyak dijual di swalayan, pasar, atau secara online.

Baca Juga: 7 Manfaat Bawang Hitam yang Baik untuk Kesehatan

3. Perbandingan komponen bawang putih dan bawang hitam

Tak Sekadar Bawang Putih, Ini 15 Manfaat Black Garlic untuk Kesehatanpikrepo.com

Bawang putih segar mengandung sekitar 63 persen air, 28 persen karbohidrat (fruktan), 2,3 persen senyawa organosulfur, 2 persen protein (alliinase), 1,2 persen asam amino (arginine), dan 1,5 persen serat. 

Bawang putih segar juga mengandung tinggi γ-glutamylcysteines. Senyawa ini dapat dihidrolisis dan dioksidasi menjadi alliin, yang terakumulasi secara alami selama penyimpanan bawang putih pada suhu dingin. Setelah diproses, seperti dipotong, dihancurkan, dikunyah, atau dikeringkan, alliinase dengan cepat melisiskan sitotoksik sistein sulfoksida (alliin) untuk membentuk alkil alkane-tiosulfinat sitotoksik dan berbau seperti allicin.

Allicin berkontribusi pada rasa dan rasa khas bawang putih. Allicin dan tiosulfinat lainnya segera terurai menjadi senyawa lain seperti diallyl sulfide, diallyl disulfide, and diallyl trisulfide, dithiins, and ajoene. Pada saat yang sama, γ-glutamylcysteines diubah menjadi SAC melalui jalur katabolismenya selain jalur alliin-allicin. SAC berkontribusi pada manfaat kesehatan dari bawang putih, seperti aktivitas antidiabetes, antioksidan, dan antiinflamasi.

Sementara pada black garlic, selama proses termal, beberapa senyawa kimia dari bawang putih segar diubah menjadi senyawa Amadori/Heyns, yang merupakan senyawa perantara utama reaksi Maillard. Senyawa kimia bawang hitam yang sudah tua (ABG) cukup rumit, dan kualitas produknya tergantung pada proses pembuatannya. Meskipun demikian, bawang hitam mengandung lebih banyak senyawa fungsional seperti SAC dibandingkan bawang putih segar.

Kandungan senyawa kimia bawang hitam bergantung pada kondisi selama pemrosesan termal. Beberapa peneliti melaporkan bahwa banyak komponen berharga dalam bawang hitam melawan penyakit meningkat selama proses penuaan, terutama polifenol, flavonoid, dan beberapa perantara reaksi Maillard telah dikenal sebagai agen antioksidan. Selanjutnya, aktivitas antioksidan bawang putih bervariasi di setiap wilayah. Namun, black garlic menunjukkan aktivitas biologis yang jauh lebih tinggi, seperti sifat antioksidan, daripada bawang putih segar.

Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa gula yang larut dalam air, asam amino, polifenol total, dan flavonoid meningkat atau menurun selama pemrosesan termal. Tiga senyawa Amadori dan tiga senyawa Heyns dalam black garlic meningkat secara signifikan, hingga 40-100 kali lipat lebih tinggi dibandingkan bawang putih segar.

Sebaliknya, melalui proses penuaan untuk mengubah bawang putih segar menjadi bawang hitam, jumlah fruktan menurun secara bersamaan, karena fruktosa dan glukosa dengan beberapa asam amino berperan penting dalam reaksi Maillard dalam pengolahan bawang putih.

Penjelasan di atas bersumber dari laporan berjudul "Black garlic: A critical review of its production, bioactivity, and application" dalam Journal of Food and Drug Analysis tahun 2017.

4. Apa saja manfaat bawang hitam?

Tak Sekadar Bawang Putih, Ini 15 Manfaat Black Garlic untuk Kesehatancommons.wikimedia.org/Foodista

Berdasarkan sebuah studi dalam jurnal BioFactors tahun 2002, dilaporkan bahwa ekstrak bawang hitam terbukti memiliki efek antioksidan, antialergi, antidiabetes, antiinflamasi, hipokolesteromik, hipolipidemia, dan antikarsinogenik.

Lebih lengkapnya, berikut ini manfaat black garlic bagi kesehatan:

  1. Antitumor dan antikanker. Bawang hitam mampu mencegah pertumbuhan sel kanker dan telah dibuktikan dalam penelitian dalam jurnal Cell tahun 2011. Disebutkan bahwa ada 6 karakteristik kanker selama multistep perkembangan tumor manusia, termasuk persinyalan proliferatif (fase sel saat mengalami pengulangan siklus sel tanpa hambatan) yang berkelanjutan, menghindari penekanan pertumbuhan sel kanker, melawan sel kematian memungkinkan keabadian replikatif, angiogenesis terinduksi, dan mengaktifkan invasi dan metastasis. Secara fungsional, bawang hitam bisa membantu memblokir 6 karakteristik tersebut karena kemampuan antikankernya.
  2. Mendukung sistem imun tubuh.
  3. Menjaga kadar kolesterol dalam darah agar tetap stabil.
  4. Membantu mencegah dan mengatasi infeksi pernapasan.
  5. Antidislipidemia dan antiobesitas.
  6. Menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi lemak. Kolesterol disebabkan karena kebiasaan makanan yang tidak terkontrol, merokok, dan sebagainya. Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang dapat memicu penyakit stroke, jantung koroner, dan lain sebagainya.
  7. Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) serta menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida.
  8. Memiliki kemampuan kardioperoektif, hipatoprotektif.
  9. Hipokolesteromik (menurunkan kadar kolesterol darah).
  10. Hiperlipidemia adalah kondisi ketidakseimbangan lemak dalam darah, yang ditandai dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi.
  11. Antikarsinogenik ialah suatu zat yang dapat membatasi dan mencegah proses pertumbuhan kanker.
  12. Kaya akan antioksidan, di antaranya polifenol, flavonoid, dan s-allyl-sistein. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal radikal bebas. Black garlic mengandung senyawa akif fenolik, sehingga dapat digunakan sebagai antioksidan. Ekstrak black garlic mengandung flavonoid, tanin, saponin dan sterol yang berpotensi kuat sebagai antioksidan.
  13. Mengurangi stres oksidatif dan komplikasi diabetes. Kebanyakan orang mengalami stres karena pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, kurang tidur, sering makan makanan cepat saji, kurang serat, dan sebagainya. Itu dapat memicu datangnya banyak penyakit.
  14. Mempunyai manfaat terhadap sistem memori dan sistem saraf sebagai antiamnesia.
  15. Meningkatkan fungsi kognitif dan mencegah peradangan saraf.

5. Adakah efek sampingnya?

Tak Sekadar Bawang Putih, Ini 15 Manfaat Black Garlic untuk Kesehatancommons.wikimedia.org/Blackgarlics

Melansir laman Dr. Axe, walau black garlic umumnya aman dikonsumsi, ada beberapa potensi efek samping yang perlu dipertimbangkan.

Seperti halnya bawang putih biasa, ada kemungkinan bawang hitam bisa mengiritasi saluran pencernaan dan dapat menyebabkan gejala seperti mulas, gas, mual, diare, dan bau badan, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Bila mengalami hal-hal di atas setelah mengonsumsi bawang putih maupun bawang hitam, kurangi atau hentikan konsumsinya dan lihat akan gejala masih dirasakan.

Selain itu, beberapa orang juga mungkin mengalami gejala alergi setelah mengonsumsinya. Gejala yang paling sering dilaporkan adalah asma, hidung meler, atau masalah kulit seperti dermatitis.

Bila curiga memiliki alergi bawang putih, hentikan penggunaan dan konsultasikan ke dokter.

Bawang putih juga dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan risiko perdarahan. Jika kamu sedang mengonsumsi pengencer darah atau obat untuk tekanan darah tinggi, jaga asupan bawang putih atau bawang hitam dalam jumlah sedang untuk menghindari interaksi obat. Amannya, konsultasikan dengan dokter.

Itulah serba-serbi black garlic termasuk manfaatnya untuk kesehatan beserta potensi efek sampingnya. Bagaimana, tertarik untuk mengonsumsinya?

Baca Juga: Waspada, 5 Efek Samping Konsumsi Bawang Putih Berlebihan

Laily Nur Wahidah Photo Writer Laily Nur Wahidah

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya