Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Manfaat Daun Inggu, Melancarkan Menstruasi hingga Obat Cacingan
ilustrasi daun inggu (freepik.com/freepik)

Sejak zaman dahulu, tumbuhan kerap menjadi obat untuk berbagai penyakit. Termasuk daun inggu, yang memiliki nama ilmiah Ruta Graveolens atau Ruta Angustifolia Pers. Namun, di Indonesia daun inggu ini memiliki nama yang berbeda-beda. Di Jawa Tengah bernama godong minggu, Sumatera bernama arunda dan Makassar bernama anruda busu.

Daun yang punya banyak nama ini, memiliki kandungan fitokimia yang bermanfaat untuk kesehatan. Berikut ini manfaat daun inggu, mulai dari pereda nyeri hingga obat untuk cacingan. Namun perlu diingat bahwa daun inggu berpotensi memiliki efek samping terutama untuk perempuan hamil dan menyusui.

1. Melancarkan menstruasi

ilustrasi menstruasi (pexels.com/Sora Shimazaki)

Perempuan seringkali mengalami menstruasi terlambat dan tidak teratur. Daun inggu adalah salah satu obat tradisional untuk mengatur menstruasi. Efek emmenagogue pada daun inggu berperan penting untuk mengobati masalah terkait menstruasi.

Tak hanya itu, menstruasi yang kerap menimbulkan rasa kram juga bisa diatasi dengan daun inggu. Pada pengobatan secara ayurveda, dikutip Planet Ayurveda, daun inggu digunakan untuk kram saat menstruasi. Sejalan dengan tersebut, dikutip Tua Saude, fungsi analgesik pada daun inggu mampu meredakan kram.

2. Pereda nyeri

ilustrasi sakit (unsplash.com/CDC)

Bagi orang zaman dulu, bukan hal aneh menggunakan daun inggu sebagai pereda nyeri. Terutama untuk nyeri rematik, sakit kepala, sakit gigi, sakit telinga bahkan sakit perut. Bahkan bisa meredakan nyeri pada otot dan sendi.

Hal ini dikarenakan daun inggu memiliki sifat anti inflamasi atau anti peradangan. Selain itu, terdapat komponen bioaktif berupa mirsen dan quercetin. Dengan sifatnya tersebut, rasa nyeri bisa mereda dengan mengonsumsi daun inggu.

3. Antimikroba dan anti jamur

ilustrasi sakit mata (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Minyak dari daun inggu pernah diteliti pada tahun 2016 dan dipublikasikan di web Taylor & Francis. Dikutip dari jurnal Chemical composition, antibacterial and antifungal activities of Ruta graveolens L. volatile oils, menunjukkan bahwa daun inggu bisa jadi obat medis alami. Terutama untuk pengobatan antimikroba dan antijamur.

Dengan khasiatnya tersebut, daun inggu bisa digunakan untuk pengobatan konjungtivitis. Dimana konjungtivitis adalah peradangan pada mata karena bakteri atau virus. Daun inggu bisa digunakan untuk obat pencuci mata.

4. Menurunkan gula darah

ilustrasi tes kesehatan (freepik.com/freepik)

Daun inggu ternyata juga memiliki efek terhadap gula darah. Dikutip dari Nusantara Bioscience, daun inggu memiliki sifat antihiperglikemik dan antihiperlipidemia. Artinya dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Tak hanya menurunkan, kandungan flavonoidnya juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Walaupun begitu, masih diperlukan penelitian klinis lebih lanjut. Terlebih menentukan dosis yang dibutuhkan serta efek samping pada manusia.

5. Baik untuk kesehatan kulit

ilustrasi tangan (pexels.com/Chu Chup Hinh)

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa daun inggu memiliki sifat antibakteri dan anti jamur. Sifat ini baik untuk menjaga kesehatan kulit dan meredakan gatal. Apalagi jika diakibatkan oleh infeksi kudis dan jamur.

Tak hanya itu saja, secara tradisional daun inggu juga digunakan untuk pengobatan tradisional eksim dan dermatitis. Senyawa aktifnya bisa meredakan dan membersihkan infeksi di kulit. Namun, perlu hati-hati karena ada beberapa orang yang sensitif dengan minyak daun inggu.

6. Memperkuat kekebalan tubuh

ilustrasi orang sehat (pexels.com/Samer Daboul)

Daun inggu memiliki kandungan yang ternyata dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Kandungan tersebut adalah arborine dan coumarin, didukung dengan kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif didalamnya. Kandungan tersebut tak hanya mengurangi peradangan tapi juga berdampak pada kekebalan tubuh. 

Tak hanya itu saja, kandungan rutin juga membuat penyerapan vitamin C lebih optimal. Dengan begitu, fungsi sel dapat bekerja lebih baik dalam melindungi tubuh dari mikroorganisme. Sistem imun semakin kuat, tubuh jadi tidak mudah sakit.

7. Pengobatan cacingan

ilustrasi cacingan (unsplash.com/Francisco Cabrera)

Cacing gelang ascaris dan cacing kremi adalah cacing yang menyebabkan cacingan pada usus. Daun inggu memiliki sifat anthelmintik yang dapat mengobati cacingan tersebut. Senyawa tersebut bisa membunuh cacing serta melumpuhkannya. 

Sifat anti-cacing pada daun inggu terpublikasikan di Consensus, pada tahun 2025. Dikutip dari jurnal Evaluation of Anthelmintic Efficacy of Ruta graveolens Aqueous Extract, daun inggu berpotensi menjadi agen anthelmintik alami. Khasiatnya bahkan lebih unggul dibandingkan obat standar albendazole.

Manfaat daun inggu telah terbukti dalam berbagai penelitian, tapi beberapa khasiat perlu penelitian secara klinis. Untuk itu, dalam penggunaannya perlu berhati-hati terkait takaran konsumsi. Ada baiknya untuk berkonsultasi kepada dokter dulu untuk penggunaan daun inggu sebagai pengobatan terutama pengobatan jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team