Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Maltodekstrin dalam Makanan Kemasan, Apakah Termasuk Gula?

Mengenal Maltodekstrin dalam Makanan Kemasan, Apakah Termasuk Gula?
ilustrasi membaca label makanan (pexels.com/Laura James)

Saat kita membeli makanan kemasan, seperti susu, biskuit, atau minuman manis, kita mungkin tidak asing dengan bahan maltodekstrin pada label komposisi makanan. Pasalnya, maltodekstrin merupakan bahan tambahan pangan industri yang cukup umum digunakan oleh produsen makanan. Bahan ini biasanya digunakan sebagai pengemulsi, penstabil, atau pelarut bahan makanan supaya terbentuk tekstur makanan atau minuman yang diinginkan.

Nah, apa sebetulnya maltodekstrin? Amankah maltodekstrin dikonsumsi setiap hari? Apakah maltodekstrin juga merupakan pemanis makanan? Yuk, simak penjelasan berikut!

1. Apa itu maltodekstrin?

ilustrasi maltodekstrin
ilustrasi maltodekstrin (pexels.com/Klaus Nielsen)

Maltodekstrin adalah sejenis karbohidrat yang dibuat dari bahan-bahan nabati yang mengandung pati, seperti kentang, beras, jagung, tapioka, atau gandum. Pati-pati ini akan dipecah secara kimiawi melalui proses yang dinamakan hidrolisis dengan menambahkan air, asam, atau enzim. Hasil pemecahan tersebut menghasilkan bubuk putih halus yang mengandung molekul gula yang disebut maltodekstrin.

Meski mengandung molekul gula, maltodekstrin memiliki rasa yang tidak manis atau netral. Ia juga mudah sekali larut dalam air. Secara kimia, maltodekstrin sangat mirip dengan sirop jagung padat, hanya berbeda pada kandungan gulanya. Dilansir laman Healthline, padatan sirop jagung mengandung setidaknya 20 persen gula, sedangkan maltodekstrin mengandung  kurang dari 20 persen gula. Inilah mengapa maltodekstrin sering kali disebut sebagai pemanis tambahan atau pengganti gula dalam produk pangan.

Laman Web MD melansir dalam 100 gram maltodekstrin mengandung:

  • Kalori: 375 kkal
  • Total gula: 3,57 gram
  • gula tambahan: 3,6 gram
  • Natrium: 89 miligram
  • Protein: 0 gram
  • Lemak: 0 gram

2. Kegunaan maltodekstrin dalam industri

ilustrasi pengolahan makanan
ilustrasi pengolahan makanan (pexels.com/Anna Shvets)

Dalam industri, maltodekstrin memiliki banyak sekali kegunaan, mulai dari industri pangan hingga kecantikan. Bahan ini biasanya berperan sebagai penstabil (stabilizer) dan pengemulsi (emulsifier). Dalam industri pangan, kegunaan maltodekstrin:

  • Maltodekstrin merupakan bahan peningkat rasa makanan.
  • Sebagai bahan pengental makanan atau cairan untuk meningkatkan tekstur, maltodekstrin mudah larut, menyebar, dan dapat membantu mengikat bahan-bahan untuk menciptakan konsistensi makanan.
  • Sebagai pengawet yang memperpanjang umur simpan makanan, maltodekstrin menjaga kelembapannya. Zat ini juga bertindak sebagai bahan antipenggumpalan yang mencegah makanan mengeras seiring waktu. Selain itu, maltodekstrin juga mengontrol pertumbuhan kristal es pada makanan olahan susu beku.
  • Maltodekstrin bisa sebagai pengganti gula dalam makanan rendah kalori.

Adapun, daftar makanan yang umumnya menggunakan maltodekstrin:

  • es krim;
  • permen;
  • puding instan;
  • agar-agar;
  • saus dan saus salad;
  • pasta;
  • makanan instan, seperti sup dan mi;
  • camilan, seperti keripik, biskuit, dan wafer;
  • pengganti daging;
  • makanan beku;
  • sereal;
  • susu formula;
  • yogurt;
  • minuman jus kemasan;
  • minuman bubuk;
  • minuman energi dan olahraga.

3. Apakah maltodekstrin aman dikonsumsi?

ilustrasi belanja minuman kemasan
ilustrasi belanja minuman kemasan (pexels.com/Tianwang Xiao)

Secara umum, maltodekstrin merupakan bahan tambahan makanan (aditif) yang aman dikonsumsi menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Meski dihasilkan dari bahan-bahan alami, maltodekstrin merupakan jenis karbohidrat yang dihasilkan dari proses pengolahan tinggi. Karbohidrat ini mudah sekali dipecah di dalam tubuh. Ini bisa memberikan energi dengan cepat, tetapi juga mudah meningkatkan kadar gula darah.

Masih dari laman Healthline, 1 gram maltodekstrin mengandung 4 kalori, jumlah kalori yang sama dengan gula pasir (sukrosa). Selain itu, maltodekstrin juga memiliki indeks glikemik tinggi: 110. Jumlah ini lebih tinggi dari gula pasir. Inilah yang membuat konsumsi maltodekstrin harus diwaspadai, terutama bagi orang yang sedang diet rendah gula, resistensi insulin, atau memiliki risiko diabetes.

Tak hanya itu, menurut beberapa studi, seperti salah satunya yang dimuat dalam jurnal Cellular and Molecular Gastroenterology and Hepatology pada 2018, maltodekstrin juga dapat menyebabkan gangguan inflamasi kronis pada usus. Gangguan ini bisa memicu terjadinya penyakit radang usus (penyakit Crohn) dan sindrom metabolik.

Dalam jurnal PLOS One pada 2012, konsumsi maltodekstrin juga bisa menyebabkan perubahan komposisi bakteri usus yang signifikan. Ini bisa menekan pertumbuhan probiotik (bakteri baik) dalam sistem pencernaan dan mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh. Selain itu, maltodekstrin juga dapat meningkatkan pembentukan biofilm Escherichia coli dalam usus yang juga terkait dengan penyakit Crohn.

Risiko lainnya yang juga perlu diwaspadai dari konsumsi maltodekstrin ialah bahan baku pembuatan maltodekstrin yang mungkin berasal dari bahan hasil rekayasa genetik alias genetically modified organism (GMO). Jagung hasil GMO merupakan bahan yang paling umum digunakan dalam pembuatan maltodekstrin karena harganya yang lebih murah dari bahan non-GMO lainnya. Seperti yang kita ketahui, produk hasil GMO ini memiliki potensi risiko kesehatan jangka panjang, seperti menyebabkan alergi, resistensi antibiotik, masalah reproduksi, hingga kanker.

Referensi
“Crohn's Disease-Associated Adherent-Invasive Escherichia coli Adhesion Is Enhanced by Exposure to the Ubiquitous Dietary Polysaccharide Maltodextrin”. PLOS ONE. Diakses Maret 2026.
“Is Maltodextrin Bad for Me?”. Healthline. Diakses Maret 2026.
“Is Maltodextrin Good or Bad for You?”. Verywell Health. Diakses Maret 2026.
“Maltodextrin, Modern Stressor of the Intestinal Environment”. National Library of Medicine. Diakses Maret 2026.
“What Is Maltodextrin and Is It Safe?”. Medical News Today. Diakses Maret 2026.
“What Is Maltodextrin?”. WebMD. Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Health

See More

3 Bahan Aditif Makanan yang Berisiko Mengganggu Kesehatan Usus

10 Apr 2026, 05:44 WIBHealth