ilustrasi lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)
Mulut kering ketika berlari bisa dikurangi dengan menyesuaikan kebiasaan sebelum dan selama latihan. Penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab yang paling mungkin dialami agar lari tetap nyaman. Berikut sejumlah hal yang bisa kamu lakukan.
Penuhi kebutuhan cairan secara bertahap: Jangan hanya mengandalkan minum dalam jumlah banyak tepat sebelum berlari. Asupan cairan sebaiknya dipenuhi secara bertahap sejak beberapa waktu sebelum latihan, kemudian disesuaikan kembali selama dan setelah berolahraga berdasarkan durasi, intensitas, serta banyaknya keringat yang keluar.
Sesuaikan pola pernapasan dengan intensitas lari: Pernapasan melalui hidung bisa dicoba ketika sedang melakukan lari santai atau pemanasan karena udara yang masuk akan mengalami proses penyaringan dan pelembapan. Saat intensitas meningkat, kombinasi pernapasan hidung dan mulut tetap bisa digunakan sesuai kebutuhan tubuh tanpa harus memaksakan satu pola tertentu.
Hindari memulai latihan dalam kondisi mulut sudah kering: Perhatikan kelembapan mulut sebelum mulai olahraga, terutama ketika bangun tidur atau setelah mengonsumsi minuman berkafein. Jika mulut terasa lengket, minum air putih secukupnya dan berikan waktu sebelum latihan dimulai.
Gunakan permen karet bebas gula sebelum atau setelah lari: Mengunyah permen karet bebas gula dapat merangsang produksi air liur melalui aktivitas mengunyah. Cara ini bisa dicoba sebelum atau setelah latihan untuk membantu mengurangi sensasi mulut kering, tetapi sebaiknya tidak dilakukan ketika sedang berlari karena berisiko tersedak.
Perhatikan kebutuhan elektrolit untuk latihan berdurasi panjang: Latihan yang berlangsung lama, terutama dalam kondisi panas dan disertai produksi keringat tinggi, bisa meningkatkan kehilangan elektrolit. Minuman yang mengandung elektrolit dapat dipertimbangkan untuk membantu mengganti cairan dan mineral yang hilang, sesuai kebutuhan latihan dan kondisi tubuh.
Periksa kondisi kesehatan jika keluhan terus berulang: Mulut kering yang sering muncul meskipun tidak sedang berolahraga perlu mendapatkan perhatian lebih. Pemeriksaan medis bisa dilakukan apabila keluhan disertai kesulitan menelan, rasa terbakar pada lidah, luka di mulut, atau rasa haus berlebihan yang berlangsung terus-menerus.
Kebiasaan sederhana selama latihan juga bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat mulut kering. Pelari sebaiknya tidak menunggu sampai merasa haus untuk segera minum, terutama ketika berlari dalam cuaca panas atau menempuh jarak cukup jauh. Penyesuaian intensitas latihan juga perlu dilakukan apabila mulut kering disertai pusing, lemas, atau penurunan kemampuan berlari.
Mulut kering saat berlari tidak selalu berarti persiapan minum yang kurang sebelum latihan karena perubahan produksi air liur dan pola pernapasan juga bisa memengaruhi kondisi tersebut. Kenali respons tubuh selama berolahraga agar kebutuhan cairan dan intensitas latihan dapat disesuaikan dengan lebih baik. Semoga informasi ini bisa membantu kamu, ya!
Referensi:
"Do You Get Dry Mouth When Running? Here’s Why—and What Can Help." Hearst Magazines. Diakses pada Oktober 2026
"Dry mouth when running: causes, symptoms & preventions." Liipoo. Diakses pada Oktober 2026
"Why Your Mouth Feels Dry Even When You Drink Enough Water—and When to Worry." TodoMountainBike. Diakses pada Oktober 2026
"Dry Mouth (Xerostomia)." Cleveland Clinic. Diakses pada Oktober 2026