Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dokter: Self-Compassion Jadi Fondasi Motivasi Penurunan Berat Badan

4 min read
Dokter: Self-Compassion Jadi Fondasi Motivasi Penurunan Berat Badan
ilustrasi dokter mengukur lingkar pinggang pasien (unsplash.com/Beyza Yılmaz)
  • Self-compassion bisa menjadi fondasi motivasi penurunan berat badan yang lebih sehat dan tahan lama, sementara stigma berat badan dinilai kontraproduktif.

  • Riset menunjukkan self-compassion dapat membantu perilaku makan, aktivitas fisik, suasana hati, rasa malu, kritik diri, dan emotional eating.

  • Pengelolaan berat badan dianjurkan lewat kebiasaan kecil yang realistis, evaluasi saat mengalami kemunduran, serta empat pilar: nutrisi, olahraga, pengelolaan stres, dan kualitas tidur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam proses mengubah kebiasaan untuk menurunkan berat badan, mungkin ada hari-hari ketika kamu makan di luar rencana atau tak sempat berolahraga. Momen seperti ini bisa berujung pada rasa kecewa, atau bahkan menyalahkan diri. Namun, satu hari yang tidak berjalan sesuai rencana tidak berarti menghilangkan usaha yang sudah dilakukan.

Self-compassion, atau sikap berbelas kasih kepada diri sendiri, dapat membantu kamu merespons kesulitan tanpa langsung merendahkan diri. Dengan sikap ini, kamu mengakui bahwa prosesnya tidak selalu mulus, lalu mencari langkah selanjutnya.

Dalam diskusi media "Lebih dari Sekadar Angka di Timbangan: Hubungan Obesitas dan Kesehatan Mental" dan peluncuran kampanye "Hidup Lebih Ringan" oleh Novo Indonesia pada Kamis (5/11) di Jakarta, dr. Putri Nugraheni, Sp.KJ, mengatakan bahwa stigma terhadap berat badan tidak otomatis membuat seseorang lebih termotivasi.

“Perkataan-perkataan yang bersifat stigmatis seperti itu bukannya membuat kita lebih termotivasi, justru counterproductive," katanya.

  1. Merawat tubuh, bukan menghukumnya

    Alasan seseorang ingin menurunkan berat badan bisa berbeda-beda. Ada yang ingin menghindari komentar atau sindiran, ada pula yang ingin merawat kesehatan dan merasa lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.

    Menurut dr. Putri, kedua alasan itu mungkin sama-sama memicu upaya awal. Namun, ia menjelaskan bahwa motivasi yang berangkat dari hal positif dapat lebih bertahan.

    “Kalau kita melakukan sesuatu didorong oleh hal positif, itu jauh lebih bertahan lama,” ujarnya.

    Ia menggambarkan self-compassion dan penerimaan diri sebagai fondasi motivasi yang lebih sehat.

    “Bukan karena kita ingin menyingkirkan hal-hal yang tidak kita sukai di tubuh kita, melainkan karena saking cintanya kita dengan tubuh kita, kita ingin melakukan yang terbaik untuknya.”

    Dengan cara pandang ini, fokusnya adalah memperlakukan diri dengan baik selama menjalani proses, termasuk ketika kemajuan terasa lambat atau ada kemunduran.

  2. Apa kata penelitian?

    Ilustrasi pengaturan pola makan dengan pilihan makanan sehat untuk mendukung kebiasaan hidup seimbang.
    ilustrasi pengaturan pola makan (magnific.com/rawpixel.com)

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa self-compassion berpotensi membantu menghadapi rasa malu, kritik terhadap diri sendiri, dan kebiasaan makan yang dipengaruhi emosi.

    Tinjauan sistematis terhadap 20 studi menemukan peningkatan self-compassion setelah intervensi pada 17 studi. Perbaikan juga dilaporkan dalam perilaku makan di 15 dari 18 studi dan aktivitas fisik di 6 dari 9 studi. Sementara itu, penurunan berat badan dilaporkan dalam 6 dari 11 studi yang mengukurnya. Akan tetapi, para peneliti mengingatkan bahwa kelemahan metode dan keterbatasan data tindak lanjut membuat kesimpulannya belum kuat.

    Uji acak terkontrol pada 249 orang dewasa di Selandia Baru menguji program self-compassion daring sebagai tambahan pada program pengelolaan berat badan. Peserta dalam kelompok tambahan itu menunjukkan sedikit peningkatan dalam kebaikan kepada diri sendiri dan penurunan penilaian negatif terhadap diri. Namun, hasil pengelolaan berat badan mereka tidak lebih baik dibanding peserta yang hanya mengikuti program utama.

    Studi yang terbit pada 2026 memberi gambaran lain tentang manfaat psikologisnya. Dalam uji acak terhadap 91 orang dengan obesitas berat di satu rumah sakit di Irlandia, terapi kelompok yang berfokus pada belas kasih membantu meningkatkan self-compassion serta memperbaiki suasana hati, rasa malu, kritik terhadap diri, dan emotional eating. Perbaikan itu masih terlihat pada tindak lanjut tiga bulan.

    Self-compassion bisa menjadi dukungan dalam menjalani perubahan, tetapi bukan metode penurunan berat badan yang terbukti bekerja sendiri. Pendekatan ini lebih tepat dipahami sebagai salah satu cara menghadapi hambatan dan menjaga kesejahteraan psikologis selama perawatan.

  3. Mulai dari langkah yang bisa dijalani

    Mengubah motivasi menjadi tindakan tidak selalu membutuhkan target besar. Kamu bisa memulainya dengan mengenali alasan yang penting bagi dirinya—misalnya kamu lebih nyaman berjalan, menjaga kesehatan, atau memiliki energi untuk aktivitas harian—kemudian memilih kebiasaan kecil yang realistis.

    Saat mengalami kemunduran, pertanyaan yang membantu mungkin bukan “Kenapa aku selalu gagal?”, melainkan “Apa yang membuat rencana hari ini sulit dilakukan, dan apa satu langkah yang bisa kucoba berikutnya?” Jika rasa bersalah, stres, atau masalah makan terasa sulit diatasi sendiri, berbicara dengan tenaga kesehatan dapat menjadi bagian dari dukungan.

    Dalam kesempatan yang sama, dr. Christopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK, juga mengingatkan bahwa pengelolaan berat badan tidak hanya soal mengurangi makan. “Kita nggak cuma kurangin makan. Kita harus lihat empat pilar berjalan secara bersamaan,” ujarnya, yang merujuk pada nutrisi, olahraga, pengelolaan stres, dan kualitas tidur.

    Self-compassion memang tidak menjanjikan hasil tertentu pada timbangan. Perannya adalah membantu kamu tetap memperlakukan dirinya dengan baik sambil menjalani perawatan dan membangun kebiasaan yang lebih sehat.

    Referensi

    Jennifer Brenton-Peters et al., “Self-Compassion in Weight Management: A Systematic Review,” Journal of Psychosomatic Research 150 (2021): 110617, https://doi.org/10.1016/j.jpsychores.2021.110617.

    Jennifer M. Brenton-Peters et al., “Finding Kindness: A Randomized Controlled Trial of an Online Self-Compassion Intervention for Weight Management (SC4WM),” British Journal of Health Psychology 29 (2024): 37–58, https://doi.org/10.1111/bjhp.12686.

    Mary Hynes et al., “Compassion-Focused Group Therapy Improves Depression, Emotional Eating, Self-Criticism and Shame in People Living with Severe Obesity: A Single-Centre, Examiner-Blind Randomized Controlled Trial,” PLOS ONE 21, no. 3 (2026): e0342744, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0342744.

Related Articles

See More