“Symptomatology of Irritable Bowel Syndrome and Inflammatory Bowel Disease During the Menstrual Cycle.” Gastroenterology Report, 2015. Diakses pada November 2026.
“Gastrointestinal Symptoms Before and During Menses in Healthy Women.” BMC Women's Health, 2014. Diakses pada November 2026.
"Sex Hormones in the Modulation of Irritable Bowel Syndrome.” World Journal of Gastroenterology, 2014. Diakses pada November 2026.
“Effect of Coffee on Distal Colon Function.” Gut, 1990. Diakses pada November 2026.
“Effects of Chili on Postprandial Gastrointestinal Symptoms in Diarrhoea Predominant Irritable Bowel Syndrome.” Neurogastroenterology & Motility, 2009.
Kenapa BAB Bisa Lebih Sering saat Menstruasi? Ini Penjelasannya!

- Prostaglandin saat menstruasi membantu rahim berkontraksi, tetapi juga dapat meningkatkan gerakan usus sehingga BAB lebih sering, tinja lebih lunak, atau diare.
- Perubahan kadar estrogen dan progesteron sepanjang siklus menstruasi memengaruhi kecepatan pencernaan; penurunan progesteron menjelang haid dapat mengubah pola dan tekstur BAB.
- Kopi serta makanan pedas dapat memperparah keluhan pencernaan saat menstruasi pada sebagian orang; diare berat, berkepanjangan, atau berdarah perlu tidak diabaikan.
Menstruasi sering kali datang sepaket dengan berbagai perubahan pada tubuh, mulai dari kram perut, pegal-pegal, hingga perubahan suasana hati. Namun, ada satu hal yang mungkin juga kamu alami, yaitu jadi lebih sering bolak-balik ke toilet untuk buang air besar atau BAB. Bahkan, sebagian perempuan mengalami diare atau mendapati tekstur tinjanya lebih lunak selama menstruasi.
Kondisi ini terkadang bikin bingung, apalagi kalau biasanya jadwal BAB cukup teratur. Ternyata, perubahan tersebut bukan sekadar kebetulan karena ada hormon dan senyawa tertentu yang ikut memengaruhi kerja usus. Menariknya, beberapa kebiasaan seperti minum kopi atau makan makanan pedas juga bisa membuat keluhan ini terasa lebih intens.
Penasaran apa saja yang bisa bikin urusan BAB jadi lebih ramai saat menstruasi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
1. Prostaglandin, biang kerok bolak-balik ke toilet

ilustrasi sakit perut (pixabay.com/unknownuserpanama) Apakah kamu pernah merasa lebih sering BAB atau bahkan diare saat hari pertama menstruasi? Salah satu penyebabnya adalah prostaglandin, yaitu senyawa yang diproduksi tubuh dan berperan dalam proses menstruasi. Senyawa ini membantu rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisannya, tetapi efeknya gak hanya berkaitan dengan rahim.
Prostaglandin juga dapat merangsang aktivitas otot polos di saluran pencernaan, termasuk usus. Akibatnya, gerakan usus bisa menjadi lebih aktif sehingga isi pencernaan bergerak lebih cepat dan kamu jadi lebih sering ingin BAB. Menurut studi yang terbit dalam jurnal Gastroenterology Report pada 2015, peningkatan prostaglandin selama menstruasi dikaitkan dengan perubahan kebiasaan BAB dan gejala seperti diare.
Selain itu, penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Women's Health pada 2014 juga menjelaskan bahwa prostaglandin bisa memengaruhi kontraksi otot usus, penyerapan, serta sekresi cairan di saluran cerna. Meski begitu, mekanisme pasti bagaimana perubahan prostaglandin di rahim dan usus saling berkaitan masih belum sepenuhnya dipahami. Jadi, kalau kamu jadi lebih sering ke toilet saat menstruasi, bisa jadi prostaglandin ikut menjadi penyebabnya.
2. Hormon naik-turun, perut ikut bereaksi

ilustrasi nyeri datang bulan (pexels.com/MART PRODUCTION) Ternyata, drama menstruasi bukan cuma soal kram, sakit pinggang, dan mood swing. Urusan perut atau pencernaan juga ikut kena imbasnya. Salah satu dalangnya ialah estrogen dan progesteron, dua hormon yang kadarnya berubah sepanjang siklus menstruasi. Berdasarkan penelitian yang terbit dalam World Journal of Gastroenterology pada 2014, kedua hormon ini ikut mengatur seberapa cepat makanan bergerak di saluran pencernaan.
Saat progesteron meningkat setelah ovulasi, gerakan usus bisa melambat sehingga sebagian perempuan mengalami sembelit. Namun, menjelang menstruasi, kadar progesteron menurun dan perubahan ini dapat memengaruhi pola BAB. Itulah sebabnya, ada yang mendadak lebih sering ke toilet atau mengalami perubahan tekstur tinja ketika menstruasi datang.
3. Kopi dan makanan pedas bikin urusan BAB makin ramai

ilustrasi kopi (pexels.com/Vlada Karpovich) Lagi menstruasi terus minum kopi atau makan seblak? Buat sebagian orang, kombinasi ini bisa bikin urusan perut makin ramai. Penelitian yang terbit dalam dalam jurnal Gut pada 1990 menemukan bahwa kopi dapat merangsang aktivitas usus besar, bahkan efeknya bisa terasa hanya beberapa menit setelah diminum.
Menariknya, efek tersebut juga ditemukan pada kopi tanpa kafein. Sementara itu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurogastroenterology & Motility pada 2009 menunjukkan bahwa makanan bercabai dapat memicu rasa nyeri dan sensasi terbakar pada saluran pencernaan, terutama pada orang dengan sindrom iritasi usus besar yang dominan diare (IBS-D). Jadi, kalau perut sedang sensitif selama menstruasi, kopi dan makanan pedas bisa membuat keluhan pencernaan terasa lebih mengganggu, meski efeknya berbeda pada setiap orang.
Lebih sering BAB saat menstruasi sebenarnya bisa dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari prostaglandin, perubahan hormon, hingga makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kondisi ini umumnya bersifat sementara, tetapi jangan abaikan jika diare terasa berat, berlangsung lama, atau disertai darah pada tinja. Kalau kamu mengalaminya, kenali dulu pemicunya agar penanganannya lebih tepat, ya!
Referensi























