Ada sejumlah penyakit yang bisa memburuk dengan konsumsi kafein, seperti refluks asam. Kafein juga dapat memperburuk gejala irritable bowel syndrome (IBS), seperti diare dan sakit perut karena kafein mempercepat motilitas usus.
Demi menghindari hal tersebut, penting untuk berhati-hati sebelum mengonsumsi kafein untuk menghindari perburukan gejala. Namun, jika kamu tidak mengalami efek samping negatif, boleh saja minum secangkir kopi atau teh untuk memberi energi ke dalam rutinitas.
Mual setelah minum kopi lebih mungkin dialami oleh orang dengan perut sensitif. Kendati demikian, ini tidak membuat kopi menjadi minuman yang buruk, bahkan kopi terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan. Jika kamu sering mengalami mual akibat kopi, pertimbangkan untuk menguranginya.
Referensi
"What Causes Coffee Nausea?" CoffeeVibe.org. Diakses pada April 2024.
Rao, N. Z., & Fuller, M. (2018). Acidity and antioxidant activity of cold brew coffee. Scientific Reports, 8(1). https://doi.org/10.1038/s41598-018-34392-w
Liszt, K., Ley, J. P., Lieder, B., Behrens, M., Stöger, V., Reiner, A., Hochkogler, C. M., Köck, E., Marchiori, A., Hans, J., Widder, S., Krammer, G., Sanger, G. J., Somoza, M. M., Meyerhof, W., & Somoza, V. (2017). Caffeine induces gastric acid secretion via bitter taste signaling in gastric parietal cells. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 114(30). https://doi.org/10.1073/pnas.1703728114
"A Gastroenterologist’s Best Advice for Drinking Coffee if You Have IBS." Well and Good. Diakses pada April 2024.