Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sering Lelah dan Kesemutan? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Vitamin B12
ilustrasi karyawan lelah (freepik.com/freepik)
  • Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, kesemutan, dan gangguan keseimbangan karena perannya penting dalam pembentukan sel darah merah serta menjaga kesehatan saraf.
  • Gejala kekurangan vitamin B12 sering tidak disadari karena mirip kelelahan biasa, namun bisa berkembang menjadi gangguan saraf serius yang memengaruhi koordinasi tubuh dan suasana hati.
  • Pola makan tanpa produk hewani atau gangguan penyerapan nutrisi meningkatkan risiko defisiensi vitamin B12, yang perlu ditangani dengan suplemen atau suntikan secara rutin sesuai anjuran medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tubuh yang gampang lelah sering dianggap hal biasa, apalagi kalau aktivitasmu memang padat setiap hari. Akan tetapi, kalau rasa capek muncul terus-menerus disertai kesemutan atau tubuh terasa lemas, kondisi ini bisa jadi tanda tubuh kekurangan vitamin B12, lho.

Dilansir Verywell Health, vitamin satu ini punya peran penting untuk menjaga kesehatan saraf sekaligus membantu pembentukan sel darah merah. Saat kadarnya terlalu rendah, tubuh dapat mengalami berbagai gangguan yang muncul perlahan. Banyak orang gak sadar karena gejalanya mirip dengan stres, kurang tidur, atau kelelahan biasa. Padahal kalau dibiarkan terlalu lama, kekurangan vitamin B12 bisa memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.

Yuk, kita kenali lebih dalam tentang tanda-tanda tubuh kekurangan vitamin B12 supaya kamu bisa segera mengambil tindakan.

1. Tubuh jadi gampang lelah sepanjang hari

ilustrasi lelah (pexels.com/Liza Summer)

Vitamin B12 diketahui membantu tubuh menghasilkan sel darah merah sehat. Sel darah merah punya tugas membawa oksigen ke seluruh tubuh agar organ dan otot bisa bekerja dengan baik. Saat produksi sel darah merah terganggu, tubuh jadi lebih cepat kehilangan energi.

Akibatnya, kamu bisa merasa lemas walaupun gak banyak bergerak. Kondisi ini juga sering disertai kepala terasa ringan, jantung berdebar, dan wajah terlihat pucat. National Heart, Lung, and Blood Institute menjelaskan bahwa anemia akibat kekurangan vitamin B12 memang dapat membuat tubuh terasa cepat lelah karena pasokan oksigen menurun.

2. Kesemutan bisa muncul lebih sering

ilustrasi kesemutan (magnific.com/freepik)

Kesemutan ternyata bukan selalu karena duduk terlalu lama, lho. Kekurangan vitamin B12 juga dapat mengganggu fungsi saraf sehingga tubuh jadi lebih gampang mengalami sensasi seperti tertusuk jarum. Biasanya kondisi ini muncul di tangan, kaki, atau ujung jari. Sebuah studi dalam Ter Arkh menemukan bahwa rendahnya kadar vitamin B12 dapat memicu gangguan neurologis seperti mati rasa, kesemutan, hingga masalah keseimbangan tubuh. Peneliti juga menjelaskan bahwa kerusakan saraf akibat kekurangan vitamin B12 bisa berkembang perlahan tanpa disadari.

3. Tubuh terasa kurang seimbang

ilustrasi jalan kaki (pexels.com/Sora Shimazaki)

Vitamin B12 punya peran penting dalam menjaga sistem saraf tetap sehat. Saat tubuh kekurangan vitamin ini dalam waktu lama, koordinasi gerakan tubuh bisa ikut terganggu. Sebagian orang jadi lebih mudah goyah atau gak stabil saat berjalan.

Gangguan tersebut terjadi karena saraf di otak dan sumsum tulang belakang mulai mengalami penurunan fungsi. Penelitian yang dimuat dalam BMC Research Notes menunjukkan bahwa neuropati akibat kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kelemahan otot dan gangguan keseimbangan. Kondisi ini kadang muncul bersamaan dengan rasa kebas di beberapa bagian tubuh.

4. Mati rasa dan kebas jangan dianggap sepele

ilustrasi mati rasa, kebas (magnific.com/krakenimages.com)

Selain kesemutan, kekurangan vitamin B12 juga bisa memicu mati rasa pada tangan atau kaki. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada sumsum tulang belakang atau myelopathy. Saat saraf gak bekerja optimal, kemampuan tubuh menerima rangsangan ikut menurun. Dalam pembahasan di jurnal Continuum (Minneap Minn), kerusakan saraf akibat kekurangan vitamin B12 dapat memengaruhi kemampuan tubuh mengenali posisi anggota gerak. Karena itu, sebagian orang merasa canggung saat bergerak atau sulit mengontrol keseimbangan tanpa melihat posisi tubuhnya secara langsung.

5. Mood dan fokus ikut terganggu

ilustrasi bad mood (pexels.com/cottonbro studio)

Kekurangan vitamin B12 ternyata juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Sebagian orang jadi lebih mudah murung, sulit fokus, atau kehilangan semangat menjalani aktivitas harian. Gejala seperti ini sering tidak langsung dikaitkan dengan masalah nutrisi.

Harvard Health menjelaskan bahwa kekurangan vitamin B12 sering berkembang diam-diam dan gejalanya dapat menyerupai gangguan kesehatan lain. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan berkaitan dengan perubahan perilaku dan meningkatnya risiko depresi. Karena itulah gejala mental juga penting diperhatikan.

6. Pola makan tertentu meningkatkan risiko

ilustrasi susu (pexels.com/Cats Coming)

Vitamin B12 banyak ditemukan dalam makanan hewani seperti daging, ikan, susu, dan telur. Orang yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan dalam jangka panjang lebih rentan mengalami kekurangan vitamin B12 apabila gak mengonsumsi suplemen tambahan. Risiko serupa juga dapat terjadi pada lansia.

Selain pola makan, masalah penyerapan nutrisi juga bisa jadi penyebab utama. Artikel ilmiah dalam American Family Physician menjelaskan bahwa penyakit pencernaan seperti Crohn dan celiac disease dapat menghambat penyerapan vitamin B12 di usus. Penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko defisiensi.

7. Penanganannya perlu waktu dan konsisten

ilustrasi jarum suntik (pexels.com/RF._.studio _)

Kekurangan vitamin B12 biasanya diatasi dengan suplemen atau suntikan vitamin B12. Kalau penyebabnya berasal dari gangguan penyerapan nutrisi, dokter umumnya akan menyarankan suntikan supaya vitamin langsung masuk ke aliran darah. Penanganan seperti ini membantu tubuh menyerap vitamin lebih efektif.

Konsensus ahli dalam Journal of Clinical Medicine menyebutkan bahwa pemulihan kekurangan vitamin B12 gak terjadi secara instan. Beberapa orang baru merasakan perubahan setelah menjalani pengobatan selama beberapa bulan. Karena itu, pengobatan perlu dilakukan rutin supaya kondisi tubuh bisa membaik secara bertahap.

Sering lelah dan kesemutan ternyata bisa menjadi tanda tubuh kekurangan vitamin B12. Kondisi ini gak hanya memengaruhi energi, tapi juga kesehatan saraf, keseimbangan tubuh, sampai suasana hati. Sayangnya, banyak orang baru sadar setelah gejalanya mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kalau kamu mengalami tanda-tanda seperti ini dalam waktu lama, pemeriksaan ke dokter bisa membantu menemukan penyebabnya lebih cepat. Penanganan yang tepat dapat membantu tubuh kembali sehat dan mencegah gangguan saraf menjadi lebih serius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article