Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Mencegah Dehidrasi saat Latihan Hyrox Intensif?

Bagaimana Mencegah Dehidrasi saat Latihan Hyrox Intensif?
ilustrasi latihan hyrox (commons.wikimedia.org/3d U.S. Infantry Regiment The Old Guard)
Intinya Sih
  • Latihan Hyrox intensif dapat menurunkan performa jika tubuh kekurangan cairan, sehingga penting memenuhi kebutuhan minum sejak beberapa jam sebelum sesi dimulai.
  • Minum sedikit demi sedikit selama latihan membantu menjaga hidrasi tanpa mengganggu kenyamanan, sementara jenis minuman perlu disesuaikan dengan durasi dan kondisi latihan.
  • Mengenali tanda awal dehidrasi serta melanjutkan rehidrasi setelah latihan menjadi kunci pemulihan optimal dan pencegahan gangguan performa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Berkeringat deras saat latihan Hyrox sering dianggap sebagai tanda latihan berjalan maksimal. Padahal, jika cairan yang hilang tidak segera diganti, tubuh dapat mulai kehilangan kemampuan untuk mempertahankan performa bahkan sebelum sesi selesai.

Penurunan stamina, detak jantung yang terasa lebih tinggi dari biasanya, hingga rasa lemas bisa menjadi tanda bahwa kebutuhan cairan belum terpenuhi dengan baik. Agar latihan tetap aman sekaligus efektif, ada beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk membantu mencegah dehidrasi selama menjalani Hyrox.

1. Penuhi kebutuhan cairan sejak sebelum latihan dimulai

ilustrasi minum air
ilustrasi minum air (pexels.com/Anna Shvets)

Masih banyak orang yang baru mengingat untuk minum ketika sudah berada di lokasi latihan. Padahal, tubuh memerlukan waktu untuk menyerap cairan sehingga kebutuhan minum sebaiknya mulai dipenuhi sejak beberapa jam sebelumnya. Cara ini membantu tubuh memulai latihan dalam kondisi yang lebih siap, terutama jika sesi yang dijalani diperkirakan berlangsung cukup lama. Sebaliknya, menghabiskan air dalam jumlah besar tepat sebelum latihan sering membuat perut terasa penuh dan kurang nyaman saat harus berlari atau melakukan gerakan yang banyak melibatkan tubuh bagian bawah.

Tidak ada jumlah cairan yang sama untuk semua orang karena kebutuhan setiap peserta dipengaruhi berat badan, cuaca, serta intensitas latihan. Sebaiknya, jangan sengaja membatasi minum sebelum latihan hanya karena khawatir terlalu sering ke kamar kecil. Tubuh yang sudah terhidrasi dengan baik akan lebih mudah menyesuaikan diri ketika produksi keringat mulai meningkat.

2. Biasakan minum sedikit demi sedikit selama latihan

ilustrasi minum air
ilustrasi minum air (pexels.com/Mauricio)

Saat menjalani latihan Hyrox, perhatian biasanya tertuju pada penyelesaian setiap station sehingga waktu untuk minum sering terlewat. Akibatnya, cairan yang keluar melalui keringat terus berkurang tanpa sempat tergantikan. Menunggu hingga rasa haus sangat kuat bukan strategi yang ideal karena rasa haus menandakan tubuh sudah mulai membutuhkan tambahan cairan. Kebiasaan ini juga membuat sebagian orang akhirnya minum terlalu banyak dalam satu waktu.

Lebih baik minum sedikit demi sedikit ketika ada kesempatan, misalnya saat jeda latihan atau setelah menyelesaikan beberapa rangkaian gerakan. Cara tersebut umumnya lebih nyaman bagi lambung dibanding menghabiskan satu botol sekaligus. Selain itu, cairan juga dapat diserap tubuh secara bertahap selama aktivitas masih berlangsung. Dengan strategi sederhana ini, kebutuhan cairan lebih mudah terpenuhi tanpa mengganggu latihan.

3. Sesuaikan jenis minuman dengan kondisi latihan

ilustrasi air kelapa
ilustrasi air kelapa (vecteezy.com/ahmad wahyu kurniawan)

Air putih sudah cukup untuk banyak sesi latihan, terutama jika durasinya tidak terlalu panjang dan keringat yang keluar tidak berlebihan. Namun, latihan Hyrox yang berlangsung lama, dilakukan pada cuaca panas, atau menghasilkan keringat dalam jumlah banyak membuat tubuh juga kehilangan natrium melalui keringat. Dalam kondisi seperti itu, minuman yang mengandung elektrolit dapat menjadi pilihan untuk membantu mengganti cairan sekaligus sebagian elektrolit yang hilang. Hal ini penting karena natrium berperan membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Bukan berarti setiap latihan selalu membutuhkan minuman olahraga. Mengonsumsinya tanpa mempertimbangkan kebutuhan justru tidak memberikan manfaat tambahan bagi sebagian orang. Pilih jenis minuman berdasarkan durasi latihan, kondisi lingkungan, dan banyaknya keringat yang keluar. Cara ini lebih tepat dibanding mengikuti kebiasaan peserta lain yang belum tentu memiliki kebutuhan yang sama.

4. Kenali tanda awal ketika tubuh mulai kekurangan cairan

ilustrasi denyut jantung meningkat
ilustrasi denyut jantung meningkat (pexels.com/ahmed akeri)

Dehidrasi ternyata tak selalu diawali dengan rasa haus yang berlebihan, lho. Pada sebagian orang, tanda awal justru berupa mulut mulai terasa kering, tubuh lebih cepat lelah, atau denyut jantung terasa lebih tinggi dibanding biasanya pada intensitas latihan yang sama. Ada pula yang mulai kesulitan mempertahankan kecepatan lari meskipun sebelumnya masih merasa mampu. Keluhan seperti ini sebaiknya tidak dianggap sebagai kelelahan biasa karena bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan tambahan cairan.

Jika kondisi berlanjut hingga muncul pusing, tubuh terasa sangat lemas, atau muncul keinginan untuk berhenti karena tidak sanggup melanjutkan latihan, sebaiknya hentikan aktivitas terlebih dahulu. Segera beristirahat di tempat yang teduh dan mulai mengganti cairan yang hilang. Apabila keluhan tidak membaik atau justru semakin berat, segera cari pertolongan medis. Mengenali gejala sejak awal jauh lebih aman daripada memaksakan diri menyelesaikan latihan.

5. Lanjutkan rehidrasi setelah latihan selesai

ilustrasi buah-buahan
ilustrasi buah-buahan (vecteezy.com/ NATTASAK BURANASRI)

Kebutuhan cairan tidak berhenti ketika latihan berakhir. Tubuh masih memerlukan waktu untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang selama berkeringat, sehingga minum setelah latihan tetap menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Jangan menunggu hingga merasa sangat haus untuk mulai minum karena tubuh masih terus menyesuaikan keseimbangan cairannya. Minumlah secara bertahap agar lebih nyaman dan lebih mudah diserap tubuh.

Selain minuman, makanan juga berperan membantu proses rehidrasi. Buah-buahan dengan kandungan air tinggi, sup, susu, atau makanan bergizi yang mengandung natrium dalam jumlah wajar dapat ikut mendukung penggantian cairan setelah latihan. Jika sesi latihan berlangsung sangat berat dan keringat yang keluar banyak, kebutuhan cairan setelah latihan biasanya juga akan meningkat. Karena itu, pemulihan setelah Hyrox tidak hanya ditentukan oleh istirahat, tetapi juga oleh kebiasaan memenuhi kebutuhan cairan dengan baik.

Mencegah dehidrasi saat menjalani latihan Hyrox bukan hanya soal membawa botol minum ke tempat latihan. Waktu minum, jenis cairan, serta kemampuan mengenali kebutuhan tubuh memiliki peran yang sama pentingnya agar performa tetap terjaga dan proses pemulihan berjalan lebih baik. Sebelum mengikuti latihan Hyrox berikutnya, apakah strategi hidrasi yang kamu lakukan sudah benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuh?

Referensi

"Hydration and Performance: The Role of Fluids in Hyrox Training." Ballinfit. Diakses pada Juli 2026

"How to fuel and hydrate your HYROX race."Precision. Diakses pada Juli 2026

"Rehydration during Endurance Exercise: Challenges, Research, Options, Methods." Nutrients. Diakses pada Juli 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More