"Dalam satu tahun terakhir, kami tidak hanya menghadirkan teknologi bedah robotik, tetapi membangun sebuah ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi pasien,” ujar Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals dalam keterangan tertulis.
Siloam Pimpin Revolusi Bedah Robotik, Buka Akses Medis Standar Global

- Siloam International Hospitals memimpin pengembangan bedah robotik di Indonesia dengan tujuh sistem aktif di berbagai kota, mencakup ortopedi, urologi, digestif, dan neurologi untuk memperluas akses layanan berteknologi tinggi.
- Teknologi Da Vinci Xi terbukti meningkatkan presisi operasi, mempercepat pemulihan pasien, serta menurunkan risiko komplikasi dan lama rawat inap dibandingkan metode konvensional melalui data klinis yang terukur.
- Siloam Robotic Summit 2026 menjadi ajang kolaborasi global bagi dokter dan pakar medis guna memperkuat ekosistem bedah robotik nasional melalui pendidikan, penelitian, serta adopsi inovasi berstandar internasional.
Siloam International Hospitals terus memperkuat kapabilitas klinis dan telah memelopori layanan bedah robotik selama setahun terakhir di berbagai disiplin, termasuk ortopedi, urologi, bedah digestif, dan neurologi.
Setidaknya terdapat tujuh sistem robotik yang beroperasi di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar. Jaringan rumah sakit ini telah membangun salah satu ekosistem bedah robotik paling komprehensif di Indonesia, sehingga makin banyak masyarakat dapat mengakses layanan bedah berteknologi tinggi tanpa harus berobat ke luar negeri.
Table of Content
Manfaat nyata dari bedah robotik
Lebih dari sekadar menghadirkan teknologi, Siloam membangun fondasi yang diperlukan agar bedah robotik dapat berkembang secara berkelanjutan. Fondasi tersebut mencakup pengembangan kompetensi dokter, tata kelola klinis yang kuat, pemanfaatan data dan penelitian untuk mengukur luaran pasien, serta kolaborasi dengan berbagai pusat unggulan dunia.
Melalui pendekatan ini, setiap inovasi diarahkan untuk memberikan manfaat nyata berupa tindakan yang lebih presisi, lebih aman, pemulihan yang lebih cepat dan hasil klinis yang lebih baik.
Studi menunjukkan bahwa teknologi ini memungkinkan sayatan yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, masa rawat inap yang lebih singkat, serta risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan pendekatan konvensional.
Penggunaan sistem bedah robotik Da Vinci Xi menunjukkan lama rawat inap hampir dua hari lebih singkat, risiko komplikasi pascaoperasi 44 persen lebih rendah, dan risiko kematian dalam 30 hari 46 persen lebih rendah.
Dibanding laparoskopi konvensional, Da Vinci Xi juga menurunkan risiko konversi ke bedah terbuka sebesar 56 persen dan komplikasi pascaoperasi sebesar 10 persen. Dengan tingkat presisi yang makin tinggi, bedah robotik juga membantu dokter menangani kasus-kasus kompleks dengan akurasi yang lebih baik sehingga mendukung pemulihan pasien dan peningkatan kualitas hidup.
Tidak perlu berobat ke luar negeri
Meningkatnya angka penyakit kronis, bertambahnya populasi lanjut usia, serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang makin kompleks menjadikan inovasi bedah makin penting.
Melalui pengembangan layanan robotik di berbagai kota di Indonesia, Siloam berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap teknologi bedah modern berstandar global.
Inovasi ini akan membuat banyak pasien dapat memperoleh layanan berkualitas tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri, sekaligus mendukung pemulihan yang lebih optimal dan kualitas hidup yang lebih baik.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem bedah robotik, Siloam Hospitals Kebon Jeruk dikembangkan sebagai Center of Robotic & Minimally Invasive Surgery, pusat unggulan untuk layanan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan bedah robotik lintas disiplin.
Didukung oleh 10 dokter bedah robotik tersertifikasi, Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah melakukan lebih dari 100 prosedur bedah robotik sejak mengoperasikan sistem Da Vinci Xi pada 2025, mencakup berbagai prosedur di bidang ortopedi, urologi, bedah digestif, dan spesialisasi lainnya.
Siloam membangun sebuah ekosistem

Tonggak perjalanan selama satu tahun terakhir ini dirayakan melalui penyelenggaraan Siloam Robotic Summit 2026 bertema "Transforming Surgery Through Robotics: Advancing Precision Across Surgical Disciplines".
Gelaran ini menghadirkan lebih dari 30 ahli bedah, dokter spesialis, akademisi, dan pakar teknologi medis dari dalam maupun luar negeri untuk mempercepat transfer pengetahuan, memperkuat kapabilitas klinis, serta mendorong adopsi inovasi bedah robotik berstandar global di Indonesia.
Hal ini mencakup investasi pada pengembangan kompetensi dokter, tata kelola klinis, penelitian, dan budaya pembelajaran yang berkelanjutan. Mereka percaya bahwa transformasi layanan kesehatan terjadi ketika inovasi diterapkan secara bertanggung jawab dan konsisten menghasilkan luaran klinis yang lebih baik.
Telah menorehkan beberapa capaian
Penguatan ekosistem dan kapabilitas klinis tersebut telah menghasilkan berbagai capaian yang terukur dalam praktik robotik di Siloam. Dokter Grace Frelita, MM, Chief Medical Officer Siloam International Hospitals menjelaskan bahwa pemanfaatan bedah robotik menunjukkan manfaat yang terukur dalam aspek presisi, keselamatan, dan pemulihan pasien.
“Melalui Siloam Knee Arthroplasty Registry yang membandingkan operasi lutut robotik dan konvensional dari empat rumah sakit Siloam, kami menemukan tingkat keamanan yang setara, dengan 0 persen readmisi 30 hari dan 0 persen infeksi pada kedua kelompok,” dr. Grace mengatakan.
Namun, pasien yang menjalani prosedur robotik menunjukkan pemulihan lebih cepat dengan rata-rata lama rawat inap 4,5 hari dibanding 6,2 hari pada prosedur konvensional. Dari sisi presisi, hampir seluruh prosedur robotic yang dievaluasi mencapai target keseimbangan sendi lutut sesuai rencana operasi.
Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian internasional yang menunjukkan bahwa teknologi robotik mendukung tingkat presisi yang tinggi dalam operasi penggantian sendi lutut.
Melalui Siloam Robotic Summit 2026, Siloam menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapabilitas klinis sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem bedah robotik di Indonesia melalui kolaborasi, pendidikan, penelitian, dan inovasi klinis.
Dengan mempertemukan para ahli dari berbagai disiplin dan negara, rumah sakit mendorong transfer pengetahuan serta adopsi praktik bedah presisi guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah minimal invasif berstandar global, sehingga manfaat teknologi ini dapat dirasakan oleh lebih banyak pasien di seluruh Indonesia.






![[QUIZ] Cek di Sini, Porsi Proteinmu Harian Kamu Sudah Cukup atau Belum?](https://image.idntimes.com/post/20230213/pexels-rodnae-productions-6646274-220ea01d21b91c430f62ef802a06e0a0-ec28e7292ad9728ad5077f754f8a568f.jpg)




![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Seberapa Tercemar Udara di Dalam Rumah Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250721/screenshot-2025-07-21-224907_502b6c15-e01c-46a0-bc8a-fc3f8ca5e083.png)






![[QUIZ] Bisakah Kamu Menebak Mana Makanan yang Mengandung 300 Kalori?](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)


