Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Buah Beku dan Sayur Kalengan Kurang Sehat? Ini 5 Faktanya

Benarkah Buah Beku dan Sayur Kalengan Kurang Sehat? Ini 5 Faktanya
ilustrasi frozen fruits, buah beku (magnific.com/freepik)
Intinya Sih
  • Buah beku dan sayur kalengan tetap bernutrisi tinggi serta diakui dalam pedoman gizi resmi sebagai bagian dari konsumsi harian yang menyehatkan.
  • Teknologi pengolahan modern menjaga warna, tekstur, dan kandungan vitamin buah serta sayur beku atau kalengan agar setara dengan produk segar.
  • Produk ini lebih hemat, praktis, dan tahan lama, namun perlu memperhatikan kadar garam, gula tambahan, serta cara penyimpanan agar kualitas gizinya tetap optimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Masih banyak orang yang menganggap buah beku dan sayur kalengan memiliki kandungan gizi yang jauh lebih rendah dibandingkan produk segar. Padahal, anggapan tersebut gak sepenuhnya benar, lho.

Berkat teknologi pengolahan pangan yang semakin maju, banyak produk beku maupun kalengan tetap mampu mempertahankan sebagian besar nutrisi alaminya. Bahkan dalam kondisi tertentu, produk ini bisa menjadi pilihan yang lebih praktis dan ekonomis tanpa mengorbankan kualitas gizi.

Sebelum kamu ragu memasukkannya ke keranjang belanja, yuk simak lima fakta berikut supaya gak salah paham lagi.

1. Buah beku dan sayur kalengan tetap membantu memenuhi kebutuhan gizi harian

ilustrasi sayur kalengan, canned vegetables
ilustrasi sayur kalengan, canned vegetables (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Buah dan sayur merupakan sumber vitamin, mineral, serta serat yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Mengonsumsi keduanya secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Kabar baiknya, manfaat tersebut gak hanya bisa kamu dapatkan dari produk segar.

Pedoman gizi dari Australian Guide to Healthy Eating juga memasukkan buah beku dan sayur kalengan sebagai bagian dari konsumsi harian yang dianjurkan. Sebagai contoh, setengah cangkir brokoli beku atau kacang kalengan setara dengan satu porsi sayuran. Begitu pula satu cangkir mangga beku atau persik kalengan yang tetap dihitung sebagai satu porsi buah.

2. Kandungan nutrisinya gak selalu kalah dari buah dan sayur segar

ilustrasi frozen fruits, buah beku
ilustrasi frozen fruits, buah beku (pexels.com/Jessica Lewis 🦋 thepaintedsquare)

Banyak orang mengira proses pembekuan atau pengalengan membuat hampir seluruh vitamin dan mineral hilang. Padahal, kenyataannya gak sesederhana itu. Dalam banyak kasus, buah dan sayur beku maupun kalengan masih memiliki nilai gizi yang setara dengan produk segar yang telah disimpan di dalam kulkas selama beberapa hari.

Menurut penelitian dalam Food Quality and Preference, buah dan sayur beku maupun kalengan umumnya mampu mempertahankan kandungan nutrisi aslinya dengan baik. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa proses pengawetan tertentu bahkan dapat meningkatkan kandungan vitamin tertentu. Salah satu contohnya adalah aprikot beku yang memiliki kadar vitamin C lebih tinggi karena vitamin tersebut digunakan untuk membantu proses pengawetan.

Selain itu, menurut penelitian dalam Journal of Food Science, teknologi pengolahan modern memungkinkan proses pembekuan dan pengawetan dilakukan dengan cara yang mampu menjaga kualitas pangan. Hasilnya, warna, tekstur, serta kandungan nutrisi buah dan sayur dapat dipertahankan dengan lebih optimal dibandingkan metode pengawetan pada masa lalu. Dengan begitu, kamu tetap bisa memperoleh manfaat gizi yang hampir setara meski gak selalu mengonsumsi buah dan sayur dalam kondisi segar.

3. Lebih hemat, praktis, dan mengurangi pemborosan makanan

ilustrasi sayur kalengan, canned vegetables
ilustrasi sayur kalengan, canned vegetables (magnific.com/freepik)

Selain menawarkan nilai gizi yang baik, buah beku dan sayur kalengan juga memiliki keunggulan dari sisi biaya. Harganya umumnya lebih terjangkau dibandingkan produk segar, terutama ketika suatu komoditas sedang bukan musimnya. Masa simpannya yang jauh lebih panjang juga membuat kamu gak perlu terburu-buru menghabiskannya.

Produk beku biasanya sudah dicuci, dipotong, bahkan siap dimasak sehingga dapat menghemat waktu saat menyiapkan makanan. Sayur kalengan maupun kacang-kacangan kalengan juga bisa langsung ditambahkan ke dalam sup, tumisan, saus pasta, atau salad. Cara ini membantu kamu mengurangi makanan yang terbuang sekaligus tetap memenuhi kebutuhan serat dan nutrisi setiap hari.

4. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli

ilustrasi sayur kalengan, canned vegetables
ilustrasi sayur kalengan, canned vegetables (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Meski sehat, bukan berarti semua produk beku dan kalengan memiliki komposisi yang sama. Beberapa sayur kalengan mengandung garam tambahan dalam jumlah cukup tinggi. Karena itu, kamu sebaiknya memilih produk dengan label "no added salt" atau kandungan natrium yang lebih rendah.

Kalau membeli buah kalengan, pilihlah produk yang dikemas dalam jus buah dibandingkan sirup. Kamu juga bisa mencari produk dengan label "no added sugar" agar konsumsi gula tetap lebih terkontrol. Selain itu, membilas sayur kalengan dengan air mengalir sebelum dikonsumsi dapat membantu mengurangi kadar garam yang menempel pada permukaannya.

5. Cara penyimpanan dan pengolahan tetap memengaruhi kualitasnya

ilustrasi frozen fruits, frozen vegetables, buah dan sayuran beku
ilustrasi frozen fruits, frozen vegetables, buah dan sayuran beku (magnific.com/freepik)

Proses pembekuan memang efektif menjaga kualitas makanan, tapi cara penyimpanan setelah dibeli juga gak boleh diabaikan. Menurut penelitian dalam Future Postharvest and Food, pembentukan kristal es akibat proses pembekuan, terutama jika makanan dicairkan lalu dibekukan kembali, dapat merusak struktur buah dan sayur. Kondisi tersebut membuat tekstur menjadi lebih lembek dan sebagian kandungan nutrisi bisa berkurang.

Penelitian dalam Future Postharvest and Food juga menjelaskan bahwa produk buah dan sayur beku berpotensi terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes apabila gak ditangani dengan benar. Sementara itu, studi dalam EFSA Journal dijelaskan bahwa memasak buah atau sayur beku sebelum dikonsumsi dapat membantu menurunkan risiko kontaminasi bakteri tersebut. Di sisi lain, proses pengalengan memang dapat mengurangi sebagian vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C, tapi perkembangan teknologi modern membuat kehilangan nutrisi tersebut kini jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Buah beku dan sayur kalengan bukanlah pilihan yang lebih buruk dibandingkan produk segar. Selama dipilih dengan cermat dan diolah dengan benar, keduanya tetap mampu memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Bahkan, kepraktisan, harga yang lebih terjangkau, dan masa simpan yang panjang dapat membantu kamu lebih konsisten mengonsumsi buah dan sayur setiap hari. Jadi, jangan ragu menjadikan buah beku maupun sayur kalengan sebagai bagian dari pola makan sehat, terutama saat kamu membutuhkan pilihan yang lebih praktis dan ramah di kantong.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More