Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada! 10 Gejala Kanker Ginjal Ini Jarang Disadari Awam

Waspada! 10 Gejala Kanker Ginjal Ini Jarang Disadari Awam
ilustrasi kanker ginjal (IDN Times/NRF)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Kanker ginjal sering berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal.

  • Banyak tanda kanker ginjal terlihat seperti masalah kesehatan umum.

  • Deteksi dini sangat penting karena peluang kesembuhan jauh lebih tinggi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kanker ginjal adalah salah satu jenis kanker yang sering terdeteksi terlambat. Penyakit ini berkembang secara diam-diam, dan pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Banyak orang baru menyadarinya ketika kanker sudah pada stadium yang lebih lanjut.

Sebagian besar kasus kanker ginjal ditemukan secara tidak sengaja ketika pasien menjalani pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau USG untuk alasan lain. Hal ini terjadi karena tanda-tandanya kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan yang tidak berbahaya.

Padahal, memahami gejala awal kanker ginjal sangat penting. Ketika kanker ditemukan pada tahap dini, tingkat kelangsungan hidup pasien bisa jauh lebih tinggi dibandingkan jika didiagnosis pada stadium lanjut.

Berikut beberapa gejala kanker ginjal yang sering luput dari perhatian.

Table of Content

1. Darah dalam urine

1. Darah dalam urine

Salah satu gejala paling umum kanker ginjal adalah hematuria, yaitu adanya darah dalam urine. Warna urine bisa tampak merah, merah muda, atau cokelat seperti teh.

Hematuria merupakan gejala yang paling sering dilaporkan pada pasien kanker ginjal. Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih atau batu ginjal sehingga sering diabaikan.

2. Nyeri punggung bagian bawah

Nyeri yang terasa di bagian punggung bawah atau sisi tubuh dapat menjadi tanda kanker ginjal, terutama jika terjadi secara terus-menerus.

Penelitian menjelaskan bahwa tumor ginjal dapat menekan jaringan di sekitarnya sehingga menimbulkan rasa nyeri pada area pinggang atau flank.

3. Benjolan di perut atau sisi tubuh

Ilustrasi ginjal.
ilustrasi ginjal (IDN Times/Aditya Pratama)

Pada beberapa kasus, kanker ginjal dapat menyebabkan benjolan atau massa di area perut atau pinggang.

Benjolan ini biasanya baru terasa ketika tumor sudah cukup besar, sehingga sering kali menjadi tanda penyakit yang sudah berkembang cukup jauh.

4. Kelelahan ekstrem

Rasa lelah berlebihan yang tidak membaik meski sudah beristirahat juga bisa menjadi tanda kanker ginjal.

Kanker dapat menyebabkan perubahan metabolisme tubuh dan anemia yang berkontribusi terhadap kelelahan kronis pada pasien

5. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas

Penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya merupakan salah satu tanda umum berbagai jenis kanker, termasuk kanker ginjal.

Berat badan yang tidak dapat dijelaskan sering menjadi indikator adanya penyakit sistemik seperti kanker.

6. Sering demam

Ilustrasi laki-laki demam.
ilustrasi laki-laki demam (freepik.com/freepik)

Demam ringan yang muncul berulang tanpa penyebab infeksi jelas bisa menjadi gejala kanker ginjal.

Fenomena ini dikenal sebagai paraneoplastic syndrome, yaitu kondisi ketika tumor menghasilkan zat tertentu yang memengaruhi sistem tubuh.

7. Anemia

Kanker ginjal dapat memengaruhi produksi hormon erythropoietin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Akibatnya, beberapa pasien mengalami anemia yang menyebabkan tubuh terasa lemah, pucat, dan mudah lelah.

8. Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki

Tumor ginjal dapat mengganggu sirkulasi darah atau fungsi ginjal sehingga menyebabkan edema, yaitu pembengkakan pada kaki.

Kondisi ini sering dianggap sebagai masalah sirkulasi biasa, padahal bisa menjadi tanda gangguan yang lebih serius.

9. Hilangnya nafsu makan

Ilustrasi nafsu makan hilang.
ilustrasi nafsu makan hilang (freepik.com/freepik)

Banyak pasien kanker ginjal melaporkan penurunan nafsu makan.

Menurut penelitian, perubahan metabolisme dan peradangan akibat kanker dapat memengaruhi sistem pengatur rasa lapar di tubuh.

10. Batuk kronis atau sesak napas

Pada beberapa kasus, kanker ginjal dapat menyebar ke paru-paru. Ketika hal ini terjadi, pasien bisa mengalami batuk kronis, sesak napas, atau bahkan batuk berdarah.

Gejala ini biasanya muncul ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut.

Kanker ginjal sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak pasien baru didiagnosis setelah penyakit mencapai stadium lanjut. Situasi ini membuat pengobatan menjadi lebih kompleks dan peluang kesembuhan lebih rendah.

Memperhatikan perubahan kecil pada tubuh dapat membantu mendeteksi penyakit lebih cepat. Jika mengalami gejala seperti darah dalam urine, nyeri pinggang yang menetap, atau penurunan berat badan tanpa sebab, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan diagnosis yang lebih dini, peluang keberhasilan pengobatan kanker ginjal bisa meningkat secara signifikan.

Referensi

American Cancer Society. “Signs and Symptoms of Kidney Cancer.” Diakses Maret 2026.

Tracy L. Rose and William Y. Kim, “Renal Cell Carcinoma,” JAMA 332, no. 12 (August 28, 2024): 1001, https://doi.org/10.1001/jama.2024.12848.

National Cancer Institute. “Kidney Cancer—Patient Version.” Diakses Maret 2026.

Ann M. Berger et al., “Cancer-Related Fatigue, Version 2.2015,” Journal of the National Comprehensive Cancer Network 13, no. 8 (August 1, 2015): 1012–39, https://doi.org/10.6004/jnccn.2015.0122.

Toni K. Choueiri and Robert J. Motzer, “Systemic Therapy for Metastatic Renal-Cell Carcinoma,” New England Journal of Medicine 376, no. 4 (January 25, 2017): 354–66, https://doi.org/10.1056/nejmra1601333.

Janice P Dutcher, “Update on the Biology and Management of Renal Cell Carcinoma,” Journal of Investigative Medicine 67, no. 1 (November 19, 2018): 1–10, https://doi.org/10.1136/jim-2018-000918.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Wendy Novianto
3+
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Health

See More