Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal Ini Perlu Diperhatikan Apabila Anak Menelan Benda Asing

5 Hal Ini Perlu Diperhatikan Apabila Anak Menelan Benda Asing
ilustrasi anak yang sedang bermain sendirian (pexels.com/Allan Mas)

Anak-anak cenderung memiliki rasa penasaran yang besar pada apa-apa yang ada di sekeliling yang menarik perhatian mereka. Rasa penasaran ini dapat menjadi malapetaka jika anak tidak benar-benar didampingi dan diperhatikan.

Misalnya saat anak penasaran pada barang-barang di sekitarnya, mencoba memakan hingga menelan. Apabila benda yang tertelan tajam atau benda yang dapat berpotensi merusak bagian dalam tubuh anak, maka ini memerlukan perawatn yang serius.

Dirangkum dari laman emedicinehealth, webmd dan Healthline, ini perlu kamu ketahui untuk menyikapi anak yang menelan suatu benda asing.

1. Benda-benda yang dapat tertelan

ilustrasi anak sedang bermain batu (pexels.com/Tatiana Syrikova)
ilustrasi anak sedang bermain batu (pexels.com/Tatiana Syrikova)

Pada beberapa benda yang tertelan sebenernya tidak menimbulkan masalah yang serius. Benda akan masuk dan dapat keluar secara alami baik dimuntahkan atau melalui kotoran.

Namun terdapat beberapa benda yang apabila tertelan dapat menyangkut pada kerongkongan, mengakibatkan cedera hingga dapat menyebabkan kerusakan pada organ dalam tubuh anak. Beberapa benda yang seringkali dapat tertelan oleh anak seperti kelereng, kancing, koin, magnet kecil, pin, peniti, batu, baterai atau tulang ikan.

2. Gejala yang mungkin terjadi jika anak menelan benda asing

Demam yang muncul setelah menelan benda asing (pexels.com/Victoria Borodinova)
Demam yang muncul setelah menelan benda asing (pexels.com/Victoria Borodinova)

Setiap benda yang tertelan oleh anak mempengaruhi gejala yang akan ditimbulkan. Jika benda yang tertelan relatif aman dan dapat keluar dengan sendirinya melalui tinja, maka gejala bisa jadi tidak dimunculkan. Namun apabila benda yang tertelan tersangkut dalam kerongkongan maka gejala-gejala yang dapat dimunculkan oleh anak adalah:

  • Muntah
  • Kesakitan saat menelan
  • Mengiler
  • Tersedak dan nyeri dada
  • Mengganggu proses bernafas

Gejala lain yang dapat muncul jika benda yang tertelan dapat memicu cedera atau kerusakan tubuh bagian dalam adalah seperti:

  • Anak tidak mau diberi makan
  • Demam
  • Muntah darah
  • Infeksi dada
  • Tinja disertai dengan darah

3. Risiko dari beberapa benda yang tertelan

ilustrasi muncul gejala setelah menelan benda asing (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi muncul gejala setelah menelan benda asing (pexels.com/Gustavo Fring)

Setiap benda yang tertelan oleh anak memunculkan gejala yang berbeda-beda bahkan ada yang tak memunculkan gejala. Terdapat beberap benda yang jika tertelan dapat memunculkan dampak yang lebih berbahaya seperti magnet, baterai atau benda yang tajam yang dapat melukai tubuh bagian dalam anak.

Apabila anak menelan magnet, bahkan lebih dari satu, maka daya tarik antar kedua magnet bisa berpotensi merusak tubuh bagian dalam misalnya usus atau perut sang anak. Pada beberapa baterai tertentu yang tertelan dan tersangkut di kerongkongan atau perut memungkinan terjadinya membakar tubuh bagian dalam mereka. Benda tajam yang tertelan dapat melukai kerongkongan, perut hingga usus sampai jalan tinja.

4. Perawatan pada anak yang menelan benda asing

ilustrasi tindakanoperasi pada anak (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi tindakanoperasi pada anak (pexels.com/Anna Shvets)

Apabila tidak terdapat gejala pada anak, dapat menelan seperti biasa, maka kamu dapat memberi sedikit waktu untuk melihat apakah benda yang tertelan memang tidak membahayakan dan bisa keluar secara alami. Namun jika anak mulai menunjukkan gejala seperti muntah, merasa kesakitan, sulit menelan atau sulit bernafas maka sebaiknya diberikan tindakan medis dan membawa anak ke dokter. Terutama jika kamu tahu benda yang tertelan ada potensi bahaya.

Beberapa perawatan lanjut yang mungkin akan dilakukan dokter jika tertelan memunculkan gejala-gejala yang parah adalah:

  • Perlakuan endoskopi dengan memberikan obat agar anak mengantuk sebelum dilakukan endoskopi.
  • Pemberian obat untuk mengendurkan otot agar benda yang tersangkut dapat masuk ke perut anak.
  • Melihat pergerakan benda yang tertelan dengan sinar X.
  • Melakukan operasi untuk mengeluarkan benda yang tertelan, barangkali benda tersebut dapat melukai usus.

5. Pencegahan

Mendampingi anak bermain (pexels.com/Tatiana Syrikova)
Mendampingi anak bermain (pexels.com/Tatiana Syrikova)

Setiap benda yang tertelan akan memunculkan dampak yang berbeda-beda. Beberapa benda dapat dicerna tubuh hingga memakan waktu beberapa hari kemudian dikeluarkan secara alami dan beberapa benda yang lain juga dapat menyebabkan infeksi hingga kerusakan organ.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah memeriksa dan menyeleksi setiap mainan anak-anak kamu. Jauhkan anak dari benda-benda tajam atau benda-benda kecil yang mungkin dapat tertelan.

Untuk meminimalisir kejadian ini, sebaiknya dampingi anak saat bermain. Jangan biarkan juga barang berbahaya bergeletakan atau berada di jangkauan anak. Ingat, rasa ingin tahu anak masih tinggi. Jadi benda-benda asing yang bisa tertelan seperti ini sangat menarik perhatian mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diah Melania
EditorDiah Melania
Follow Us

Latest in Health

See More

Medetomidine, Zat Baru yang Picu Lonjakan Overdosis di AS

15 Apr 2026, 06:04 WIBHealth