Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lemak ‘Jahat’ untuk Anak? Ketahui Dulu Faktanya

Lemak ‘Jahat’ untuk Anak? Ketahui Dulu Faktanya
ilustrasi anak makan (pexels.com/Jep Gambardella)
Intinya Sih
  • Dokter Ian Suryadi menegaskan lemak, termasuk lemak jenuh, penting bagi anak di bawah dua tahun untuk mendukung pertumbuhan otak dan perkembangan tubuh.

  • Anak-anak membutuhkan sekitar 39 persen asupan lemak di bawah usia dua tahun dan 34 persen setelahnya, dengan sumber dari susu, daging, butter, keju, hingga santan.

  • Bumboo Fat Oil diluncurkan sebagai pelengkap MPASI berbahan lemak hewani asli tanpa pengawet dengan tiga varian—sapi, ayam, dan zaitun—untuk membantu anak makan lebih lahap dan bergizi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lemak adalah salah satu komponen nutrisi penting yang dibutuhkan anak-anak di masa tumbuh kembangnya. Selama ini, banyak mitos terkait lemak, salah satunya dianggap ‘jahat’.

"Lemak jenuh itu jahat, tetapi tidak berlaku untuk anak-anak, khususnya anak di bawah 2 tahun yang masih sangat penting untuk mereka,” jelas dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med. SC., SpA.

Kenapa lemak penting untuk anak?

Bagi orang dewasa, gula, garam, lemak (GGL) harus dibatasi. Namun, ini tidak berlaku untuk anak-anak di bawah 2 tahun, terutama lemak yang penting sekali untuk anak yang wajib hadir di setiap menu makan.

Salah satu bagian dari lemak adalah DHA, yang menyasar usus-usus dan membentuk otak. Bahkan DHA juga dianjurkan untuk perempuan yang sedang hamil, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi janin yang ada di dalam kandungan untuk membentuk otak.

"Kalau bilang lemak itu jahat, kamu tidak memberikan lemak pada anak-anak, otomatis perkembangan otaknya juga berkurang. Makanya jangan lagi bilang lemak itu jahat. Lemak jenuh itu jahat pada orang dewasa," lanjut dr. Ian.

Berapa banyak lemak yang dibutuhkan?

Lemak juga berperan sebagai kalori utama. Misal anak kurang nutrisi, berat badan kurang, maka berikan lemak yang lebih jenuh, seperti lemak hewani memiliki 9 kalori, jangan hanya berpatokan pada karbohidrat dan protein yang hanya mengandung 4 kalori.

Menurut dr. Ian, anak-anak di bawah dua tahun membutuhkan 39 persen lemak, sedangkan di atas itu, kira-kira 34 persen.

Ada begitu banyak sumber lemak jenuh. Mulai dari susu, butter, keju, daging, ayam, hingga santan. Cara pemberian lemak pada makanan pendamping air susu ibu (MPASI) juga bervariasi, bisa dimasak langsung seperti sup daging dan bisa pula diberikan sebagai topping.

“Misalnya menambahkan lemak daging ada bubur, menambahkan butter pada nasi jadi butter rice,” kata dr. Ian.

Bumboo fat oil

Acara peluncuran Bumboo Fat Oil oleh Barefood Indonesia dengan panggung berdekorasi cerah dan karakter maskot sapi di sisi panggung.
Barefood Indonesia meluncurkan inovasi terbarunya, Bumboo Fat Oil (dok. Bumboo)

Barefood Indonesia meluncurkan inovasi terbarunya, Bumboo Fat Oil untuk pelengkap menu MPASI yang bergizi. Bumboo Fat Oil terbuat dari lemak asli, terdiri dari 3 varian yaitu lemak sapi (Bumboo Beef Fat Oil), lemak ayam (Bumboo Chicken Fat Oil) dan minyak zaitun (Bumboo EVOO).

Bumboo Fat Oil hadir dengan tiga keunggulan, yakni:

  • Menggunakan lemak hewani asli. Ciri lemak yang benar-benar asli adalah warna atau gumpalan putih di dalamnya. Pada produk Bumboo Fat Oil, lemak daging dan lemak ayam diproses tanpa pengawet dan tanpa perisa, sehingga bila disimpan dalam suhu ruang akan ada endapan putih di bawahnya.
  • Komposisi lemaknya lengkap. Diklaim bahwa produk ini dibekali lemak hewani dari daging maupun ayam, juga dilengkapi minyak nabati dan minyak kelapa yang keduanya memiliki manfaat masing-masing. Dalam satu produk Bumboo Fat Oil ini ada tiga minyak yang jadi triple booster formula yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak di masa tumbuh kembangnya.
  • Wanginya yang harum menyerupai wangi minyak mi instan menggugah selera anak-anak untuk makan dengan lahap.

CEO Bumboo, Jeffrey Sutanto mengatakan bahwa Bumboo memiliki visi bagaimana membuat dunia yang lebih sehat untuk anak-anak. Salah satunya berfokus mengubah momen stres makan jadi nyaman makan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More