Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mata Buram, Masalahnya di Kornea atau Retina?

Mata Buram, Masalahnya di Kornea atau Retina?
ilustrasi menggunakan tetes mata (magnific.com/user18526052)
Intinya Sih
  • Kornea merupakan lapisan bening di bagian depan mata yang membantu memfokuskan cahaya, sedangkan retina berada di belakang mata dan mengubah cahaya menjadi sinyal listrik.

  • Gangguan kornea sering disertai nyeri, mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya. Gangguan retina lebih sering terasa sebagai perubahan pada penglihatan.

  • Kilatan cahaya, banyak floaters baru, atau bayangan seperti tirai merupakan keadaan darurat retina. Nyeri mata hebat, benda tertancap, atau paparan bahan kimia juga perlu ditangani segera.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Keluhan mata merah, perih, sensasi seperti ada pasir saat berkedip, melihat banyak bintik hitam, hingga melihat bayangan seperti tirai menutupi sebagian pandangan sama-sama melibatkan mata, tetapi bagian yang mengalami masalah mungkin berbeda. Masalahnya bisa di kornea, bisa juga di retina.

Kornea dan retina sama-sama dibutuhkan untuk melihat. Namun, letak, cara kerja, penyakit, gejala, hingga cara memeriksanya sangat berbeda.

1. Perbedaan tugas retina dan kornea

Kornea adalah jaringan transparan berbentuk kubah yang menutupi bagian depan mata. Cahaya pertama kali melewati kornea sebelum masuk melalui pupil dan lensa. Bentuk kornea membiaskan cahaya, kemudian kornea dan lensa bekerja bersama agar cahaya terfokus pada retina.

Tugas utama kornea adalah melindungi bagian dalam mata serta menyediakan sebagian besar kekuatan pembiasan mata. Transparansinya dijaga oleh susunan jaringan kolagen yang sangat teratur, ketiadaan pembuluh darah, dan keseimbangan cairan di dalam jaringan.

Retina berada di bagian belakang bola mata. Jaringan peka cahaya ini berisi sel fotoreseptor berupa sel batang dan kerucut. Sel batang sangat sensitif terhadap cahaya redup, sedangkan sel kerucut mendukung penglihatan warna dan penglihatan yang lebih tajam dalam kondisi terang.

Ketika cahaya mencapai retina, fotoreseptor mengubahnya menjadi sinyal listrik. Sinyal kemudian bergerak melalui jaringan saraf retina dan saraf optik menuju otak. Otaklah yang akhirnya mengolah sinyal tersebut menjadi gambar yang dapat dikenali.

Ini perbedaan sederhananya:

Kornea

Retina

Letak

Bagian paling depan mata

Lapisan di bagian belakang mata

Tugas utama

Melindungi mata dan membiaskan cahaya

Mendeteksi cahaya dan membentuk sinyal saraf

Analogi

Jendela bening sekaligus pembias awal

Sensor kamera

Contoh gangguan

Abrasi, keratitis, keratokonus, jaringan parut

Retinopati diabetik, robekan retina, ablasi retina, degenerasi makula

Pemeriksaan utama

Mikroskop slit lamp, pewarna fluorescein, pemetaan kornea

Pemeriksaan mata dengan pupil dilebarkan, foto retina, OCT, atau ultrasonografi

Dianalogikan seperti kamera, kornea bukan cuma bukan sekadar kaca pelindung karena bentuk dan kejernihannya sangat menentukan bagaimana cahaya masuk.

Retina bukan lapisan pasif karena sebagian proses awal penglihatan sudah berlangsung di dalam jaringan saraf tersebut.

2. Gejala kornea dan retina dapat terasa berbeda

Ilustrasi kornea mata.
ilustrasi kornea mata (unsplash.com/Youngeon Lee)

Karena ada di permukaan, kornea berhadapan langsung dengan debu, lensa kontak, kuku, ranting, bahan kimia, dan mikroorganisme. Gangguannya dapat menyebabkan pandangan buram, mata merah atau berair, nyeri, sensasi seperti ada benda asing, serta sensitivitas terhadap cahaya.

Rasa sakitnya bisa sangat kuat meskipun lukanya kecil.

Kornea merupakan salah satu jaringan tubuh dengan persarafan sensorik yang sangat padat. Saraf tersebut mendeteksi rangsangan mekanis, kimia, dan suhu sekaligus memicu refleks berkedip serta produksi air mata untuk melindungi permukaan mata.

Namun, penyakit kornea tidak selalu menimbulkan nyeri. Keratokonus, misalnya, bisa lebih dahulu menyebabkan pandangan buram, silau, atau astigmatisme yang terus berubah. Gangguan sel endotel kornea juga dapat membuat penglihatan seperti berkabut, terutama pada pagi hari.

Gangguan retina biasanya lebih terasa sebagai perubahan pada apa yang dilihat. Gejalanya bisa berupa penglihatan pusat yang buram, garis lurus tampak bergelombang, kesulitan melihat pada malam hari, berkurangnya penglihatan samping, bintik-bintik mengambang, atau hilangnya sebagian lapang pandang.

Sebagian penyakit retina bahkan tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Contohnya, retinopati diabetik dapat merusak pembuluh darah retina tanpa langsung mengubah penglihatan.

Ada pula gejala retina yang harus ditangani sebagai keadaan darurat. Peningkatan mendadak jumlah floaters, kilatan cahaya, atau bayangan gelap seperti tirai dapat menandakan retina robek atau terlepas. Ablasio retina dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika terlambat ditangani.

Meski demikian, gejala saja tidak cukup untuk menentukan bagian mana yang terganggu. Mata buram, misalnya, dapat berasal dari kornea, retina, lensa, saraf optik, atau kelainan refraksi. Rasa sakit juga tidak selalu berarti masalahnya cuma ada di kornea.

3. Penglihatan berubah, apa yang harus dilakukan?

Jika mata terasa seperti kemasukan debu, coba berkedip beberapa kali dan bilas dengan air bersih atau larutan saline. Jangan menggosok mata karena itu dapat memperparah goresan pada kornea.

Jika benda terlihat tertancap atau tidak keluar setelah dibilas, jangan mencoba mengambilnya sendiri. Segera cari pertolongan medis.

Paparan bahan kimia juga butuh tindakan cepat. Mata perlu segera dibilas dengan banyak air bersih, sambil melepas lensa kontak jika memungkinkan. Jangan menunggu sampai terasa sakit karena kerusakan kimiawi dapat terus berlangsung.

Nyeri hebat, mata sangat merah dan berair, sensitivitas cahaya, perubahan penglihatan setelah cedera, atau keluhan pada pengguna lensa kontak perlu diperiksa oleh dokter mata. Infeksi kornea dapat berkembang menjadi ulkus, meninggalkan jaringan parut, bahkan mengancam penglihatan jika pengobatannya terlambat.

Segera pergi ke dokter mata atau instalasi gawat darurat jika muncul:

  • Banyak bintik atau garis mengambang secara tiba-tiba.
  • Kilatan cahaya baru.
  • Bayangan gelap seperti tirai.
  • Sebagian lapang pandang menghilang.
  • Penglihatan menurun mendadak setelah mata terbentur.

Jangan menunggu gejala hilang sendiri atau menjadwalkan pemeriksaan beberapa minggu kemudian. Robekan kecil pada retina terkadang dapat ditutup dengan laser atau terapi pembekuan sebelum berkembang menjadi ablasi yang lebih luas.

Cara pemeriksaannya pun berbeda. Dokter dapat melihat kornea melalui slit lamp. Pewarna fluorescein dapat digunakan untuk menampakkan goresan yang sulit terlihat dengan mata biasa. Retina diperiksa setelah pupil dilebarkan agar dokter dapat melihat bagian dalam dan belakang mata dengan lebih luas. Jika perlu, pemeriksaan dilanjutkan menggunakan optical coherence tomography (OCT) maupun ultrasonografi.

Pemeriksaan retina secara rutin penting karena tidak semua penyakit memberikan tanda awal. Frekuensi pemeriksaan perlu disesuaikan dengan usia dan faktor risiko. Sebagian besar orang dengan diabetes atau hipertensi butuh pemeriksaan mata dengan pupil dilebarkan setidaknya setiap tahun.

Referensi

National Eye Institute, “How the Eyes Work,” diakses Juli 2026.

Keith M. Meek and Carlo Knupp, “Corneal Structure and Transparency,” Progress in Retinal and Eye Research 49 (2015): 1–16, https://doi.org/10.1016/j.preteyeres.2015.07.001.

Trevor D. Lamb, “Photoreceptor Physiology and Evolution: Cellular and Molecular Basis of Rod and Cone Phototransduction,” The Journal of Physiology 600, no. 21 (2022): 4585–4601, https://doi.org/10.1113/JP282058.

Alina Y. Yang, Jessica Chow, and Ji Liu, “Corneal Innervation and Sensation: The Eye and Beyond,” Yale Journal of Biology and Medicine 91, no. 1 (2018): 13–21, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5872636/.

National Eye Institute, “Retinal Detachment,” diakses Juli 2026.

National Eye Institute, “Get a Dilated Eye Exam,” diakses Juli 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More