Referensi
Strava, “Strava Releases 12th Annual Year in Sport Trend Report, Revealing That Doomscrolling Is Out, Movement Is In,” 2025.
Strava, “Strava Releases Annual Year in Sport Trend Report, Revealing That Working Out Is No Longer About Burning Out,” 2024.
A’Naja M. Newsome et al., “2024 ACSM Worldwide Fitness Trends: Future Directions of the Health and Fitness Industry,” ACSM’s Health & Fitness Journal 28, no. 1 (2024): 14–26, https://doi.org/10.1249/FIT.0000000000000933.
American College of Sports Medicine, “ACSM Announces Top Fitness Trends for 2025,” October 22, 2024.
American College of Sports Medicine, “The Future of Fitness: ACSM Announces Top Trends for 2026,” October 22, 2025.
Marika Tiggemann and Mia Zaccardo, “‘Strong Is the New Skinny’: A Content Analysis of #fitspiration Images on Instagram,” Journal of Health Psychology 23, no. 8 (2018): 1003–11, https://doi.org/10.1177/1359105316639436.
Flávio Jerónimo and Eliana Veiga Carraça, “Effects of Fitspiration Content on Body Image: A Systematic Review,” Eating and Weight Disorders 27, no. 8 (2022): 3017–35, https://doi.org/10.1007/s40519-022-01505-4.
Emma S. Cowley and Jekaterina Schneider, “‘I Sometimes Feel Like I Can’t Win!’: An Exploratory Mixed-Methods Study of Women’s Body Image and Experiences of Exercising in Gym Settings,” PLOS ONE 20, no. 1 (2025): e0316756, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0316756.
Harvard Health Publishing, “Strong Is the New Skinny,” diakses 1 November 2026.
World Health Organization, “Physical Activity,” diakses 1 November 2026.
Dari Skinny ke Strong, Latihan Beban Makin Diminati Perempuan

Data Strava menunjukkan latihan beban makin terlihat dalam aktivitas pada perempuan dan Gen Z.
Riset citra tubuh menemukan bahwa ideal “kuat” kerap tetap disertai tuntutan untuk terlihat ramping.
Latihan kekuatan bermanfaat bagi kesehatan, dan keberhasilannya tak perlu diukur dari bentuk tubuh semata.
Di media sosial dan pusat kebugaran, mungkin kamu mengamati gambaran perempuan yang berolahraga makin sering menampilkan barbel, latihan beban, dan otot tubuh yang terlihat. Pergeseran ini membuat ungkapan strong is the new skinny—kuat adalah standar baru—terasa makin akrab, terutama bagi anak muda.
Data terbaru memang menunjukkan peningkatan minat pada latihan beban. Akan tetapi, gambaran tubuh ideal yang ramping belum sepenuhnya menghilang. Sejumlah penelitian menemukan bahwa tuntutan baru bisa terasa seperti standar ganda, bahwa perempuan diharapkan terlihat kuat dan berotot, sekaligus tetap ramping.
Table of Content
Angka menunjukkan minat pada latihan beban
Laporan Strava Year in Sport 2024 mencatat bahwa unggahan latihan beban oleh pengguna perempuan naik 25 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dalam laporan tahun 2025, perempuan 21 persen lebih mungkin daripada laki-laki untuk mencatat latihan beban di Strava.
Gen Z juga dua kali lebih mungkin dibanding Gen X untuk menyebut latihan beban sebagai olahraga utama mereka.
Angka-angka di atas menunjukkan bahwa latihan beban makin menonjol. Meski demikian, data Strava tersebut berasal dari aktivitas yang dicatat di platform dan survei orang yang aktif, bukan sensus seluruh perempuan atau anak muda.
Ada pula gambaran lain dari survei tahunan American College of Sports Medicine (ACSM). Di antara tren yang dinilai oleh para profesional kebugaran, latihan beban tradisional naik dari peringkat ke-17 pada tahun 2024 menjadi ke-5 pada tahun 2025, lalu berada di peringkat ke-7 untuk tahun 2026.
Temuan
Yang tercatat
Keterbatasan data
Strava, 2024
Unggahan latihan beban oleh perempuan naik 25 persen dari tahun sebelumnya.
Mencerminkan aktivitas yang diunggah pengguna Strava.
Strava, 2025
Perempuan 21 persen lebih mungkin daripada laki-laki mencatat latihan beban; Gen Z dua kali lebih mungkin daripada Gen X dan menyebutnya sebagai olahraga utama.
Berasal dari data platform dan survei Strava, bukan survei populasi umum.
Survei ACSM
Latihan beban tradisional berada di peringkat 17 pada 2024, ke-5 pada 2025, dan ke-7 pada 2026.
Peringkat mencerminkan perkiraan profesional kebugaran tentang tren industri.
“Strong” tak selalu bebas dari tekanan

ilustrasi kelas weightlifting outdoor (pexels.com/Brian Silva) Ungkapan strong is the new skinny sudah muncul dalam kajian citra tubuh beberapa tahun lalu. Pada tahun 2018, peneliti Marika Tiggemann dan Mia Zaccardo menganalisis 600 gambar fitspiration di Instagram—konten yang dimaksudkan untuk memotivasi orang berolahraga. Mayoritas gambar perempuan menampilkan tubuh “ramping dan kencang”, sementara banyak gambar juga mengandung unsur objektifikasi.
Tinjauan sistematis terhadap 20 penelitian pada tahun 2022 juga menemukan kaitan antara paparan konten fitspiration dengan ketidakpuasan terhadap tubuh, kebiasaan membandingkan penampilan, dan suasana hati negatif. Temuan ini terutama terlihat pada kelompok usia muda.
Riset 2025 tentang pengalaman perempuan di pusat kebugaran menunjukkan pengalaman mereka beragam. Dari 279 perempuan yang mengikuti survei daring, sebagian perempuan merasa lebih percaya diri ketika menguasai gerakan atau menggunakan area free weight. Namun, sebagian juga merasa dinilai berdasarkan penampilan atau kemampuan mereka. Peneliti mencatat bahwa tubuh ideal di dalam gym—ramping, atletis, dan berotot—bisa bertabrakan dengan gambaran ideal lain di luar gym.
Temuan di atas menunjukkan latihan beban makin populer dan tubuh kuat makin dihargai. Namun, perempuan masih menghadapi tuntutan untuk terlihat ramping sekaligus berotot.
Latihan beban bermanfaat bagi orang usia berapa pun
Nilai latihan kekuatan tidak harus bergantung pada penampilan. Nicholas Ratamess, PhD, profesor di bidang Kinesiology and Health Sciences di The College of New Jersey, Amerika Serikat (AS), salah satu ahli yang memberi komentar pada laporan tren ACSM 2025, menyebut bahwa latihan beban tradisional sudah lama terbukti meningkatkan kesehatan fisik dan mental, kebugaran, kualitas hidup, dan kemampuan atletik.
Elizabeth Matzkin, MD, kepala kedokteran olahraga perempuan di Brigham and Women’s Hospital, AS, yang berafiliasi dengan Harvard, menyampaikan bahwa tujuan yang lebih penting adalah menjaga kekuatan tubuh. “Kita membutuhkan keseimbangan yang sehat,” ujarnya.
Pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu. Organisasi tersebut juga merekomendasikan aktivitas aerobik mingguan, yaitu 150 menit intensitas sedang atau 75 menit intensitas tinggi. Latihan kekuatan melengkapi aktivitas aerobik, keduanya mendukung kesehatan dengan cara yang berbeda.
Bagi seseorang yang baru mulai, progres bisa terlihat dari gerakan yang terasa lebih mudah, kemampuan mengangkat beban yang meningkat secara bertahap, atau kegiatan sehari-hari yang makin nyaman. Sasaran dan kondisi tubuh setiap orang berbeda. Jika ingin berlatih, mulailah sesuai kemampuan dan tingkatkan bebannya secara bertahap. Pelatih yang berkualifikasi dapat membantu menyusun gerakan dan teknik yang sesuai.
Makna strong is the new skinny pada dasarnya bisa diterjemahkan secara sederhana, yaitu tubuh yang sehat, kuat, dan mampu beraktivitas, apa pun bentuknya.



















