ilustrasi pemeriksaan mata (magnific.com/pikisuperstar)
Pemeriksaan dapat menemukan kelainan refraksi, gangguan kerja sama kedua mata, atau kondisi lain yang perlu ditangani. Tindak lanjutnya bergantung pada hasil pemeriksaan dan kebutuhan tiap pemain.
“Pemeriksaan membantu kita memahami apakah ada kelainan refraksi, gangguan kerja sama kedua mata, atau kondisi lain yang perlu ditangani. Hasilnya menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan koreksi dan pemeriksaan lanjutan, sementara keterampilan membaca permainan terus dikembangkan melalui latihan,” kata Prof. Tjahjono.
Ia juga mengatakan bahwa anak belum tentu bisa menjelaskan keluhannya. “Pada anak, perhatian ini perlu dimulai sejak dini karena mereka belum tentu mampu menjelaskan keluhannya.”
Pemain atau orang tua dapat mempertimbangkan pemeriksaan jika anak sering menyipitkan mata, mengeluh pandangan kabur atau ganda, atau mengalami sakit kepala. Gejala tersebut dapat berkaitan dengan gangguan penglihatan dan sebaiknya dinilai oleh dokter mata.
Pemeriksaan membantu mengetahui kondisi penglihatan dan kebutuhan pemain, sementara di sisi lain kemampuan membaca permainan tetap dibentuk melalui latihan, pengalaman, dan pembinaan.
Referensi
Hassane Zouhal et al., “Laterality Influences Agility Performance in Elite Soccer Players,” Frontiers in Physiology 9 (2018): 807, https://doi.org/10.3389/fphys.2018.00807.
American Academy of Ophthalmology, “Vision and Concussion: Symptoms, Signs, Evaluation, and Treatment,” 2022.
Lourens Millard et al., “A Review of the Essential Visual Skills Required for Soccer: Beyond 20–20 Optometry,” Frontiers in Sports and Active Living 4 (2022): 965195, https://doi.org/10.3389/fspor.2022.965195.
Karl Marius Aksum et al., “Scanning Activity of Elite Football Players in 11 vs. 11 Match Play: An Eye-Tracking Analysis on the Duration and Visual Information of Scanning,” PLOS ONE 16, no. 8 (2021): e0244118, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0244118.
National Eye Institute, “Refractive Errors," diakses 2 November 2026.