- Ia meminum bir bersama burger.
- Ia terpapar serbuk sari ragweed.
- Ia berolahraga sore itu.
- Ia jarang makan daging, sehingga tubuhnya tidak terbiasa terpapar alpha-gal.
'Alergi Daging' Mematikan: Laporan Kasus Pertama di Dunia

- Alpha-gal syndrome (alergi daging) kini terbukti bisa menyebabkan kematian, seperti pada kasus laki-laki 47 tahun di Amerika Serikat.
- Alergi ini dipicu oleh gigitan kutu Lone Star, dan reaksinya muncul 3–6 jam setelah makan daging merah. Gejalanya bisa disalahartikan sebagai sakit perut biasa.
- Diagnosis cepat penting karena kasus berat bisa berujung anafilaksis.
Di New Jersey, Amerika Serikat (AS), satu keluarga kehilangan sosok ayah, seorang laki-laki 47 tahun yang sebelumnya sehat, hanya beberapa jam setelah menikmati hamburger.
Kepergiannya begitu mendadak hingga dokter pun kebingungan. Autopsi tidak menemukan penyebab jelas dan kasus itu sempat dicatat sebagai “kematian mendadak tanpa penjelasan.”
Perlahan penjelasan terungkap ketika sang istri mendorong penyelidikan lebih jauh. Langkah itu membawa tim ahli dari University of Virginia School of Medicine (UVA), termasuk Dr. Thomas Platts-Mills, salah satu ilmuwan yang pertama kali mengidentifikasi alpha-gal syndrome, atau yang kini lebih dikenal sebagai “alergi daging.”
Dari sinilah terungkap bukti pertama di dunia bahwa alergi daging memang bisa mematikan.
Bermula dari gigitan kutu
Alergi daging jenis ini muncul setelah seseorang digigit kutu Lone Star. Air liurnya membawa molekul alpha-gal, yaitu karbohidrat yang ada pada sel-sel hewan mamalia, termasuk sapi, kambing, babi, dan domba.
Pada sebagian orang, gigitan ini membuat sistem imun membentuk antibodi IgE terhadap alpha-gal. Ketika mereka kembali mengonsumsi daging merah, reaksi alergi terjadi 3–6 jam setelah makan, berbeda dari alergi makanan biasa yang muncul cepat.
Kasus lelaki tersebut mengikuti pola yang sama: dua minggu sebelum meninggal, ia sempat mengalami serangan nyeri perut hebat setelah makan steak saat berkemah. Saat itu, ia tidak menyadari bahwa tubuhnya sedang memberikan peringatan.
Malam saat ia meninggal, ia makan hamburger pada pukul 7 malam. Menjelang 7.30, ia ditemukan pingsan di kamar mandi.
Analisis darah post-mortem mengungkap antibodi alpha-gal dalam jumlah sangat tinggi, pola khas anafilaksis fatal. Platts-Mills juga menemukan sejumlah faktor pemicu yang kemungkinan memperparah reaksi:
Istrinya juga menyebut suaminya mendapat banyak gigitan chigger (semacam larva tungau) pada musim panas itu, yang kemudian dipastikan kemungkinan besar adalah gigitan larva kutu Lone Star.
Pelajaran dari kasus ini

Wilayah timur dan selatan AS merupakan pusat penyebaran kutu Lone Star tick. Menurut CDC, kasus alergen alpha-gal meningkat pesat dalam satu dekade terakhir. Banyak pasien tidak menyadari bahwa:
- Gejala bisa muncul jam setelah makan.
- Tanda utamanya kadang hanya nyeri perut parah.
- Tidak semua kasus disertai ruam atau sesak napas.
“Inilah informasi penting bagi publik,
“Nyeri perut hebat yang muncul 3 hingga 5 jam setelah makan daging sapi, babi, atau kambing perlu dicurigai sebagai kemungkinan episode anafilaksis. Gigitan kutu yang menimbulkan rasa gatal lebih dari satu minggu, atau larva kutu yang sering disebut ‘chigger’, dapat memicu atau meningkatkan sensitisasi terhadap daging yang berasal dari mamalia,” kata Platts-Mills dalam sebuah rilis.
Ia juga menekankan bahwa sebagian besar kasus ringan bisa ditangani dengan diet yang tepat, tetapi untuk kasus berat, apalagi yang melibatkan kehilangan kesadaran, diagnosis cepat bisa menyelamatkan nyawa.
Kasus ini menutup celah pengetahuan yang selama ini menghantui dokter alergi, apakah alpha-gal syndrome benar-benar bisa berakibat fatal. Jawabannya ya, dan mekanismenya serupa dengan anafilaksis makanan.
Penelitian juga menekankan bahwa dokter harus mempertimbangkan alpha-gal syndrome saat menemukan gejala misterius beberapa jam setelah makan daging, terutama pada pasien dengan riwayat gigitan kutu.
Referensi
"1st Death Linked to ‘Meat Allergy’ Spread by Ticks." UVA Health. Diakses November 2025.
Thomas A.E. Platts-Mills et al., “Implications of a Fatal Anaphylactic Reaction Occurring 4 Hours After Eating Beef in a Young Man With IgE Antibodies to Galactose-α-1,3-galactose,” The Journal of Allergy and Clinical Immunology in Practice, November 1, 2025, https://doi.org/10.1016/j.jaip.2025.09.039.



















