Comscore Tracker

7 Fakta Medis Uretritis, Infeksi Peradangan di Saluran Kencing

Menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil

Uretritis didefinisikan sebagai peradangan pada uretra. Ini merupakan bagian saluran kencing yang bertugas mengalirkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Umumnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan saat buang air kecil. 

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita dan umumnya disebabkan oleh bakteri. Untuk mengetahui uretritis secara lebih lanjut, berikut ini enam fakta medisnya. 

1. Gejala uretritis

7 Fakta Medis Uretritis, Infeksi Peradangan di Saluran Kencingilustrasi gejala uretritis (freepik.com/Brgfx)

Seperti yang kamu ketahui, ada perbedaan gejala uretritis antara pria dan wanita. Dilansir Medical News Today, gejala uretritis pada wanita meliputi:

  • Keputihan yang tidak wajar
  • Sakit pinggang dan perut
  • Sakit saat berhubungan
  • Sering atau mendesak buang air kecil
  • Demam dan kedinginan
  • Sakit perut
  • Gatal pada alat kelamin. 

Sementara gejala uretritis pada pria meliputi:

  • Terdapat darah dalam urine atau air mani
  • Ejakulasi yang terasa menyakitkan
  • Kencing nanah
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Gatal, nyeri tekan, atau bengkak pada penis
  • Pembesaran kelenjar getah bening di daerah selangkangan
  • Demam mungkin terjadi pada pria, tetapi jarang terjadi.

2. Penyebab uretritis

7 Fakta Medis Uretritis, Infeksi Peradangan di Saluran Kencingilustrasi bakteri masuk ke uretra (freepik.com/Brgfx)

Dilansir Healthline, bakteri merupakan penyebab paling umum dari uretritis. Mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan infeksi kandung kemih dan ginjal serta dapat menginfeksi lapisan uretra. Menurut keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), bakteri yang terkait dengan uretritis meliputi:

  • Neisseria gonorrhoeae
  • Chlamydia trachomatis
  • Mycoplasma genitalium

Bakteri di atas merupakan patogen yang biasa menyebabkan infeksi menular seksual (IMS). Bakteri tersebut ketika masuk ke dalam uretra akan menimbulkan peradangan hingga menyebabkan uretritis.

Ada juga virus yang dapat menyebabkan perkembangan uretritis. Ini termasuk human papillomavirus (HPV), virus herpes simpleks (HSV), dan cytomegalovirus (CMV).

Baca Juga: 6 Fakta Osteonecrosis, Penyakit Tulang Akibat Kurang Pasokan Darah

3. Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya uretritis

7 Fakta Medis Uretritis, Infeksi Peradangan di Saluran Kencingilustrasi penggunaan tampon (pexels.com/Sora Shimazaki)

Dilansir Healthgrades, ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko terjadinya uretritis. Berikut ini di antaranya:

  • Wanita usia aktif reproduksi
  • Pria dengan usia antara 20 dan 35 tahun
  • Memiliki banyak pasangan seksual
  • Partisipasi dalam kegiatan yang dapat menyebabkan trauma pada uretra
  • Perilaku seksual berisiko tinggi (seks tanpa kondom)
  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual, vaginosis bakteri, atau kandidiasis berulang
  • Kontak seksual dengan seseorang yang terlibat dalam perilaku seksual berisiko tinggi atau yang memiliki penyakit menular seksual
  • Penggunaan tampon atau douche
  • Penggunaan spermisida atau pelumas dengan iritasi
  • Berusia muda saat pertama kali melakukan seks. 

4. Cara mengurangi risiko uretritis

7 Fakta Medis Uretritis, Infeksi Peradangan di Saluran Kencingilustrasi penggunaan kondom (pexels.com/Pixabay)

Tidak perlu khawatir, kamu dapat mencegah terjadinya uretritis dengan cara mengurangi faktor risikonya. Menurut penjelasan dari laman Healthgrades, cara yang dapat mengurangi risiko uretritis di antaranya:

  • Menghindari iritasi yang diketahui
  • Menghindari hubungan seksual
  • Terlibat dalam hubungan seksual hanya dengan pasangan monogami
  • Melakukan tes untuk penyakit menular seksual setiap tahun jika kamu memiliki banyak pasangan seksual atau pasangan seksual baru
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual. 

5. Komplikasi

7 Fakta Medis Uretritis, Infeksi Peradangan di Saluran Kencingilustrasi terkena radang pinggul (pexels.com/Kindel Media)

Uretritis yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan sejumlah komplikasi. Seperti yang dijelaskan pada laman Medical News Today, pria yang terkena penyakit ini bisa mengalami komplikasi berupa infeksi kandung kemih, testis, atau prostat.

Sementara pada wanita, uretritis bisa berkembang menjadi infeksi pada kandung kemih atau leher rahim. Ada juga peningkatan risiko penyakit radang panggul (PID), yang dapat menyebabkan infertilitas dan masalah lainnya.

Jika gejalanya menetap atau kambuh, itu mungkin merupakan tanda adanya kondisi lain, atau bakteri yang menyebabkan masalah tersebut resistan terhadap pengobatan yang diberikan. Penting bagi penderita untuk menindaklanjuti dengan dokter mereka jika rasa sakit dan gejala lainnya kembali atau tidak hilang.

6. Cara mengobati uretritis

7 Fakta Medis Uretritis, Infeksi Peradangan di Saluran Kencingilustrasi obat-obatan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Berdasarkan penyebabnya, pengobatan uretritis dibagi menjadi tiga sesuai dengan penyebabnya. Pertama untuk uretritis karena bakteri. Kemudian yang disebabkan oleh infeksi trikomoniasis serta virus herpes simpleks. 

Dilansir WebMD, uretritis yang disebabkan oleh bakteri umumnya bisa diobati dengan antibiotik. Beberapa antibiotik yang paling sering diresepkan meliputi:

  • Adoxa
  • Doksisiklin (Vibramycin)
  • Monodoks
  • Oracea
  • Azitromisin (Zmax)
  • Zithromax
  • Seftriakson (Rocephin). 

Sementara itu, uretritis yang disebabkan oleh infeksi trikomoniasis biasanya diobati dengan antibiotik yang disebut metronidazol (Flagyl) dan tinidazole (Tindamax). Selain itu, pasien juga harus merawat diri untuk mencegah terjadinya infeksi kembali. Penting untuk melakukan tes ulang setelah 3bulan untuk memastikan infeksi benar-benar hilang.

Terakhir, uretritis yang disebabkan oleh virus herpes simpleks dapat diobati dengan beberapa obat berikut ini:

  • Asiklovir (Zovirax)
  • Famsiklovir (Famvir)
  • Valasiklovir (Valtrex). 

Sering kali, beberapa organisme menyebabkan uretritis sulit untuk diidentifikasi. Dalam situasi ini, dokter mungkin meresepkan satu atau lebih antibiotik yang mungkin dapat menyembuhkan infeksi.

Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa tanda dan gejala seperti di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter. Jika gejala uretritis terdeteksi lebih awal dan segera diatasi, maka proses penyembuhanmu akan berlangsung lebih cepat. 

Baca Juga: Penyakit Norrie: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Derinda Astri Photo Verified Writer Derinda Astri

"Harapanmu akan terwujud jika kamu tidak mudah menyerah dan selalu berusaha. Usir rasa malasmu dan terus berkarya tanpa membuang waktu dengan sia-sia" IG: derindaastri YT:Derindavaz

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya