ilustrasi micro-walk di kantor (pexels.com/alexander suhorucov)
Studi micro-walk tersebut hanya melibatkan 10 peserta sehat dan mengukur respons metabolik dalam kondisi laboratorium.
Penelitian itu tidak menguji apakah berjalan 10 detik dapat menurunkan berat badan, mencegah penyakit jantung, memperpanjang usia, atau memberikan manfaat kesehatan yang sama dengan olahraga berdurasi lebih panjang.
Berjalan 30 menit juga tetap mengeluarkan total energi jauh lebih besar daripada berjalan hanya beberapa detik. Keuntungan micro-walk adalah bergerak di sela-sela aktivitas dan memotong waktu duduk yang panjang, bukan sebagai pengganti seluruh kebutuhan olahraga.
Orang dewasa tetap dianjurkan melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau setara, sekaligus mengurangi waktu sedenter.
Jadi, kalau hanya punya waktu 10 atau 30 detik untuk bangkit dan berjalan, aktivitas itu tetap tidak sia-sia. Micro-walk dapat menjadi bagian kecil dari gaya hidup yang lebih aktif, tetapi bukan pengganti olahraga.
Referensi
Francesco Luciano et al., “Move Less, Spend More: The Metabolic Demands of Short Walking Bouts,” Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences 291, no. 2033 (2024): 20241220, https://doi.org/10.1098/rspb.2024.1220.
Harvard T.H. Chan School of Public Health, “Micro Walks Can Have Big Health Benefits, Expert Says,” May 20, 2026, https://hsph.harvard.edu/news/micro-walks-can-have-big-health-benefits-expert-says/.
World Health Organization, “Physical Activity,” diakses Agustus 2026.