Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jus Nanas Bisa Meredakan Batuk, Mitos atau Fakta?
ilustrasi buah nanas (pexels.com/SHVETS production)
  • Jus nanas bisa membantu membuat tenggorokan terasa lebih nyaman karena menambah cairan dan memberi sensasi segar, tetapi belum terbukti kuat sebagai obat batuk.

  • Bromelain dalam nanas memang diteliti karena sifat antiinflamasi dan potensinya pada masalah saluran napas, tetapi bukti untuk batuk masih terbatas dan tidak sama dengan minum segelas jus nanas.

  • Batuk perlu diperiksa jika berlangsung lebih dari 3 minggu, disertai sesak, demam lama, dahak berdarah, atau gejala memburuk.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah kamu pernah mendengar saran untuk minum jus nanas saat sedang batuk? Beberapa orang menganggapnya sebagai obat batuk alami. Bromelain, enzim dalam nanas, disebut-sebut bisa membantu mengencerkan lendir dan meredakan peradangan.

Lantas, jus nanas bisa meredakan batuk mitos atau fakta? Terus baca, ya!

1. Kenapa nanas dikaitkan dengan batuk?

Alasannya adalah bromelain, kelompok enzim pemecah protein yang ditemukan pada batang dan buah nanas. Bromelain dipromosikan sebagai suplemen untuk berbagai kondisi, termasuk sinusitis dan nyeri atau bengkak setelah tindakan gigi, tetapi penelitian berkualitas tinggi untuk banyak klaimnya masih terbatas.

Ada penelitian kecil pada anak usia 2–15 tahun dengan batuk iritatif akut yang membandingkan kombinasi ekstrak Ananas comosus dan madu dengan madu saja. Hasilnya, perbaikan batuk segera setelah pemberian kombinasi tersebut serupa dengan madu saja, sehingga efeknya belum bisa dikatakan berasal dari bromelain. Para peneliti justru menyebut madu mungkin berperan terhadap perbaikan karakteristik batuk dan lendir.

Perlu dicatat bahwa ekstrak bromelain tidak sama dengan jus nanas biasa. Kandungan bromelain dalam jus bisa berbeda-beda, dan riset yang memakai ekstrak atau suplemen tidak otomatis berarti jus nanas punya efek yang sama.

2. Bolehkah minum jus nanas saat batuk?

ilustrasi jus nanas (pexels.com/Jack Baghel)

Tidak ada larangan, selama itu tidak membuat keluhan makin buruk. Jus nanas bisa menjadi tambahan asupan cairan, apalagi saat tenggorokan kering dan nafsu makan menurun.

Sarannya, konsumsi nanas segar secukupnya, tanpa gula tambahan, tanpa sirop, dan tidak meminumnya secara berlebihan.

Kalau batuk disertai tenggorokan gatal, jus nanas dingin mungkin terasa menenangkan bagi sebagian orang. Namun, pada orang lain, rasa asamnya bisa membuat tenggorokan terasa lebih perih.

Jika kamu punya GERD atau asam lambung mudah naik, perhatikan juga apakah jus nanas membuat batuk, suara serak, dada panas, atau rasa asam di mulut makin terasa. GERD dapat menimbulkan gejala di tenggorokan atau paru, termasuk batuk kronis dan suara serak.

Untuk anak, jangan memaksakan jus sebagai obat. Jika ingin memberi jus nanas, berikan sedikit dan lihat responsnya. Jangan menambahkan madu pada anak di bawah 1 tahun. Madu hanya digunakan untuk orang dewasa dan anak usia 1 tahun ke atas.

3. Apa yang lebih terbukti dalam meredakan batuk?

Untuk batuk karena infeksi virus ringan, langkah sederhana seperti cukup minum, istirahat, menjaga udara tetap lembap, dan menghindari asap rokok atau polusi bisa membantu tenggorokan tidak makin teriritasi.

Jika ingin obat rumahan, madu punya dukungan ilmiah lebih kuat dibanding jus nanas. Tinjauan Cochrane terhadap anak menemukan bahwa madu kemungkinan mengurangi gejala batuk lebih baik daripada plasebo atau salbutamol jika diberikan hingga 3 hari, dan kemungkinan lebih baik daripada tidak diobati dalam meredakan batuk malam serta gangguan tidur. Namun, madu tetap tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun.

Kalau batuk berlangsung lebih dari 3 minggu, disertai sesak napas, demam lebih dari 5 hari, dahak berdarah, gejala makin berat, atau episode bronkitis berulang, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Jadi, jus nanas boleh saja diminum saat batuk kalau cocok dan tidak memicu masalah asam lambung. Namun, ini lebih ke minuman pendukung, bukan obat batuk. Kalau batuk tidak membaik, makin berat, atau disertai gejala lainnya yang mengkhawatirkan, sebaiknya temui dokter.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. “Chest Cold (Acute Bronchitis) Basics.” Diakses Juli 2026.

National Center for Complementary and Integrative Health. “Bromelain: Usefulness and Safety.” Diakses Juli 2026.

Peixoto, Décio Medeiros, José Angelo Rizzo, Deborah Schor, Almerinda Rêgo Silva, Dinaldo Cavalcanti de Oliveira, Dirceu Solé, and Emanuel Sarinho. “Use of Honey Associated with Ananas comosus (Bromelin) in the Treatment of Acute Irritative Cough.” Revista Paulista de Pediatria 34, no. 4 (2016): 412–417. https://doi.org/10.1016/j.rppede.2016.04.002.

Oduwole, Olabisi, Angela Udoh, Ekong E. Oyo-Ita, and Martin M. Meremikwu. “Honey for Acute Cough in Children.” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 4 (2018): CD007094. https://doi.org/10.1002/14651858.CD007094.pub5.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. “Symptoms & Causes of GER & GERD.” Diakses Juli 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article