- Karbohidrat kompleks: Nasi merah, oatmeal, kentang rebus, roti gandum. Karbohidrat kompleks membantu menjaga kadar gula darah stabil selama puasa dan relatif mudah dicerna.
- Protein rendah lemak: Ayam tanpa kulit, ikan, tahu, tempe, telur rebus. Protein membantu perbaikan jaringan tanpa merangsang produksi asam lambung berlebihan.
- Sayuran matang non asam: Wortel, labu, bayam, buncis. Pilih yang dimasak dengan cara kukus atau rebus agar lebih mudah dicerna.
- Buah rendah asam: Pisang, pepaya, melon. Pisang bahkan diketahui membantu melapisi mukosa lambung secara ringan.
- Susu rendah lemak atau yoghurt probiotik: Beberapa studi menunjukkan probiotik dapat membantu mengendalikan infeksi H. pylori sebagai salah satu penyebab gastritis.
Tips Puasa yang Aman untuk Pasien Gastritis

Pasien gastritis tetap bisa berpuasa, asal kondisi stabil dan terkontrol.
Pemilihan makanan saat sahur dan berbuka sangat menentukan risiko kekambuhan.
Pengaturan obat lambung harus disesuaikan dengan waktu puasa dan anjuran dokter.
Puasa Ramadan sering menjadi tantangan sendiri bagi orang dengan gangguan lambung. Gastritis, atau peradangan pada mukosa lambung, dapat menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, perut kembung, hingga sensasi terbakar di dada.
Gastritis bisa bersifat akut maupun kronis, dengan penyebab yang beragam, mulai dari infeksi Helicobacter pylori, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), konsumsi alkohol, hingga stres berat.
Selama puasa, lambung memang tidak menerima asupan makanan selama belasan jam. Namun, penelitian menunjukkan bahwa puasa Ramadan pada sebagian besar individu dengan gangguan lambung yang stabil tidak selalu memperburuk kondisi, asalkan pola makan saat sahur dan berbuka dijaga dengan baik dan terapi medis tetap dijalankan.
Kuncinya ada pada perencanaan. Pasien gastritis perlu memahami jenis makanan yang aman, waktu makan yang tepat, serta kapan harus menghentikan puasa demi kesehatan. Berikut ini panduannya.
Makanan yang direkomendasikan dan dihindari
Makanan yang direkomendasikan
Pola makan untuk gastritis sebaiknya bersifat ramah bagi lambung, seperti:
Makanan yang sebaiknya dihindari
Makanan berikut berisiko memicu iritasi lambung:
- Makanan pedas dan berbumbu tajam.
- Gorengan dan makanan tinggi lemak.
- Makanan asam (jeruk, tomat mentah berlebihan).
- Minuman berkafein (kopi, teh pekat).
- Minuman bersoda.
- Cokelat dalam jumlah banyak.
Konsumsi makanan tersebut saat berbuka dalam kondisi perut kosong dapat meningkatkan sekresi asam lambung dan memicu kekambuhan.
Tips makan yang aman untuk pasien gastritis

Berikut ini tips makan yang aman untuk orang dengan gastritis:
- Jangan langsung makan besar saat berbuka: Mulai dengan kurma atau makanan ringan, beri jeda 10–15 menit sebelum makan utama.
- Jangan melewatkan sahur: Sahur membantu mengurangi periode kosong lambung terlalu lama. Pilih menu tinggi serat dan protein agar kenyang lebih lama.
- Makan dalam porsi kecil tapi cukup: Hindari makan berlebihan sekaligus karena bisa meregangkan lambung dan meningkatkan produksi asam.
- Hindari langsung tidur setelah makan: Beri jeda minimal 2–3 jam sebelum berbaring untuk mengurangi risiko refluks.
- Cukupi cairan saat waktu tidak puasa (setelah buka puasa hingga sahur): Dehidrasi dapat memperparah rasa tidak nyaman di lambung.
Pengobatan dari dokter dan pengaturan minum obat
Terapi gastritis biasanya melibatkan:
- Proton pump inhibitor (PPI) seperti omeprazole.
- H2 receptor blocker.
- Antasida.
- Antibiotik jika ada infeksi H. pylori
PPI bekerja paling efektif jika diminum sebelum makan, biasanya 30–60 menit sebelum makan pertama.
Pengaturan minum obat saat puasa
Pengaturan umumnya adalah sebagai berikut:
- PPI sekali sehari: diminum 30–60 menit sebelum sahur.
- PPI dua kali sehari: sebelum sahur dan sebelum berbuka (sesuai anjuran dokter).
- Antasida: dapat diminum setelah berbuka atau sebelum tidur jika diperlukan.
Diskusikan mengenai penyesuaian waktu minum obat selama puasa Ramadan dengan dokter yang merawat. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi, karena penghentian mendadak dapat memicu kekambuhan gejala.
Kapan harus membatalkan puasa?

Segera batalkan puasa dan konsultasikan ke dokter jika mengalami:
- Nyeri ulu hati berat dan menetap.
- Muntah berulang.
- Muntah darah atau feses hitam.
- Pusing berat atau lemas ekstrem.
- Nyeri dada yang mencurigakan.
Gejala tersebut bisa menandakan komplikasi seperti perdarahan lambung atau tukak peptikum. Tanda-tanda peringatan tersebut memerlukan evaluasi medis segera.
Jika gastritis dalam fase akut berat, memiliki riwayat tukak lambung aktif, atau sedang terapi antibiotik intensif, dokter mungkin menyarankan untuk tidak berpuasa.
Pasien gastritis yang kondisinya stabil dan terkontrol umumnya tetap bisa berpuasa. Kuncinya adalah mengatur strategi makan, memilih menu yang tepat, serta disiplin menjalankan pengobatan dari dokter.
Referensi
Sedra Tibi et al., “Implications of Ramadan Fasting in the Setting of Gastrointestinal Disorders,” Cureus, March 31, 2023, https://doi.org/10.7759/cureus.36972.
Lynne V McFarland et al., “Systematic Review and Meta-analysis: Multi-strain Probiotics as Adjunct Therapy forHelicobacter Pylorieradication and Prevention of Adverse Events,” United European Gastroenterology Journal 4, no. 4 (November 14, 2015): 546–61, https://doi.org/10.1177/2050640615617358.
Frank L Lanza, Francis K L Chan, and Eamonn M M Quigley, “Guidelines for Prevention of NSAID-Related Ulcer Complications,” The American Journal of Gastroenterology 104, no. 3 (February 24, 2009): 728–38, https://doi.org/10.1038/ajg.2009.115.
“Gastritis.” National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses Maret 2026.
“Gastritis.” Mayo Clinic. Diakses Maret 2026.
“Gastritis: Symptoms and Causes.” Cleveland Clinic. Diakses Maret 2026.
“Proton Pump Inhibitors.” National Health Service. Diakses Maret 2026.


![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan NPD? Cek dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250625/freepik-29_eed1cb7e-fddb-49f3-a569-893aef034aa0.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Makanan Khas Lebaran Ini? Uji di Sini](https://image.idntimes.com/post/20240404/pexels-juan-anatama-19981467-945e206a2e17e7061e645b8d6d96b0ff.jpg)
![[QUIZ] Dari Outfit Lebaran, Kamu Tipe Pemaaf atau Pendendam?](https://image.idntimes.com/post/20260311/pexels-pnw-prod-9218414-1_532c950a-293a-471e-b638-3bc5695d5906.jpg)

![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Member BTS? Buktikan Kamu ARMY](https://image.idntimes.com/post/20260114/upload_bf1ccd14bf630ef71b3b68dc4d2ef33b_2bdc04ad-d328-4154-a0e4-09a404cddd85.jpg)







![[QUIZ] Dari Sarapan Favoritmu, Ini Stabilitas Gula Darahmu](https://image.idntimes.com/post/20260104/pexels-helenalopes-693270_fd9bb209-aaaa-4e5c-b613-39de10ce4472.jpg)




