Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Tanda Kamu Perlu Membatalkan Puasa, Jangan Memaksakan Diri

10 Tanda Kamu Perlu Membatalkan Puasa, Jangan Memaksakan Diri
ilustrasi membatalkan puasa (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Puasa aman bagi banyak orang sehat, tetapi ada kondisi medis yang membuatnya berisiko.

  • Dehidrasi berat, hipoglikemia, nyeri dada, dan perdarahan adalah tanda darurat.

  • Membatalkan puasa demi kesehatan bukan kegagalan, melainkan langkah protektif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bagi orang sehat, tubuh biasanya mampu beradaptasi dengan perubahan pola makan dan minum selama Ramadan. Namun, adaptasi itu ada batasnya.

Secara fisiologis, tubuh menjaga keseimbangan cairan, gula darah, tekanan darah, dan fungsi organ melalui mekanisme yang kompleks. Ketika asupan dihentikan selama berjam-jam, sistem ini bekerja lebih keras. Dalam kondisi tertentu, terutama jika ada penyakit penyerta, kompensasi ini bisa gagal.

Para ahli menekankan bahwa tanda-tanda bahaya seperti dehidrasi berat, gangguan kesadaran, dan nyeri dada tidak boleh diabaikan. Kenali tanda-tanda kamu perlu membatalkan puasa demi keselamatan.

1. Pusing berat atau mau/hampir pingsan

Pusing ringan bisa terjadi saat bangun terlalu cepat. Namun, jika pusing terasa berputar, pandangan menggelap, atau tubuh terasa melayang seperti akan jatuh, itu bukan lagi gejala ringan.

Kondisi ini sering berkaitan dengan tekanan darah rendah (hipotensi) atau dehidrasi. Penurunan tekanan darah yang signifikan dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak.

Jika disertai keringat dingin, lemas ekstrem, atau detak jantung cepat, segera batalkan puasa dan segera minum. Pingsan berisiko menyebabkan cedera serius.

2. Dehidrasi berat

Ilustrasi seorang laki-laki membatalkan puasa akibat dehidrasi berat.
ilustrasi seorang laki-laki membatalkan puasa akibat dehidrasi berat (freepik.com/freepik)

Mulut kering saat puasa adalah hal biasa. Akan tetapi, dehidrasi berat memiliki tanda berbeda, seperti urine sangat pekat atau tidak buang air kecil lebih dari 8 jam, bibir pecah-pecah, jantung berdebar, dan kebingungan.

Dehidrasi berat dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan gangguan elektrolit. Jika tubuh sudah menunjukkan tanda ini, kamu harus segera mendapatkan asupan cairan.

Menunda rehidrasi dapat memperburuk kondisi, terutama pada lansia dan individu dengan penyakit ginjal.

3. Hipoglikemia

Pada orang dengan diabetes atau gangguan metabolik, puasa meningkatkan risiko hipoglikemia. Gejalanya meliputi gemetar, keringat berlebih, jantung berdebar, bingung, hingga kehilangan kesadaran.

Gula darah di bawah 70 mg/dL memerlukan penanganan segera.

Hipoglikemia berat bisa mengancam nyawa. Dalam kondisi ini, membatalkan puasa adalah tindakan yang tepat.

4. Nyeri dada atau sesak napas

Ilustrasi nyeri dada.
Ilustrasi nyeri dada (Freepik/jcomp)

Nyeri dada yang terasa menekan, menjalar ke lengan atau rahang, atau disertai sesak napas harus dianggap darurat. Gejala ini dapat mengarah pada serangan jantung, terutama jika ada faktor risiko seperti hipertensi atau riwayat penyakit jantung.

Puasa tidak boleh dipaksakan jika muncul gejala-gejala di atas. Segera cari pertolongan medis.

5. Muntah berulang

Muntah satu kali mungkin akibat asam lambung. Namun, muntah berulang, terutama jika tidak bisa menahan cairan, dapat menyebabkan dehidrasi cepat.

Muntah berulang juga bisa menjadi tanda infeksi, gastritis berat, atau gangguan metabolik.

Jika muntah lebih dari dua kali dan disertai lemas atau pusing, puasa sebaiknya dihentikan.

6. Muntah darah atau feses hitam

Ilustrasi muntah darah.
ilustrasi muntah darah (pexels.com/Karolina Grabowska)

Ini adalah tanda perdarahan saluran cerna bagian atas. Darah dapat terlihat merah terang atau menyerupai ampas kopi.

Perdarahan gastrointestinal adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan evaluasi segera.

Dalam situasi ini, puasa harus dibatalkan dan kamu harus segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

7. Sakit kepala hebat dan tidak biasa

Sakit kepala ringan bisa terjadi karena kafein withdrawal. Namun, sakit kepala hebat, mendadak, atau disertai kaku leher dan gangguan penglihatan bukan hal biasa.

Sakit kepala berat mendadak dapat menjadi tanda kondisi serius seperti perdarahan otak.

Gejala neurologis tidak boleh diabaikan.

8. Kebingungan atau penurunan kesadaran

Ilustrasi menolong seseorang.
ilustrasi sedang menolong seseorang (pexels.com/RDNE Stock project)

Jika seseorang tampak linglung, sulit diajak bicara, atau respons melambat, ini bisa berkaitan dengan hipoglikemia, dehidrasi berat, atau gangguan elektrolit.

Perubahan status mental adalah tanda serius dalam berbagai kondisi medis akut.

Segera batalkan puasa dan cari pertolongan.

9. Kram otot parah dan jantung berdebar

Kram hebat yang tidak membaik dengan istirahat bisa menjadi tanda gangguan elektrolit, terutama natrium dan kalium.

Gangguan elektrolit dapat memengaruhi irama jantung. Penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam fungsi jantung dan saraf.

Jika disertai palpitasi atau nyeri dada, jangan tunda rehidrasi dan segera berkonsultasilah dengan dokter.

10. Gejala penyakit kronis memburuk

Ilustrasi membatalkan puasa.
ilustrasi membatalkan puasa (pexels.com/Anna Tarazevich)

Individu dengan penyakit ginjal, jantung, diabetes, atau tukak lambung aktif memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi saat puasa. Untuk kelompok ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai puasa.

Jika gejala penyakit lama memburuk secara signifikan saat puasa, itu adalah sinyal untuk berhenti dan mengevaluasi ulang kondisi kesehatan.

Kapan harus menemui dokter?

Segera ke dokter atau IGD jika mengalami:

  • Nyeri dada.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Perdarahan.
  • Gula darah sangat rendah.
  • Dehidrasi berat.

Untuk individu dengan penyakit kronis, pemeriksaan oleh dokter sebelum puasa sangat dianjurkan agar pengaturan obat dan risiko dapat dinilai secara menyeluruh.

Puasa memang hukumnya wajib, tetapi bukan berarti kamu harus selalu memaksakan diri. Tubuh memiliki sistem alarm yang dirancang untuk melindungi organ vital. Mengabaikan sinyal tersebut berpotensi menimbulkan risiko serius. Membatalkan puasa saat kondisi mengancam kesehatan adalah keputusan yang bertanggung jawab.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. “Dehydration.” Diakses Maret 2026.

Loren Laine et al., “ACG Clinical Guideline: Upper Gastrointestinal and Ulcer Bleeding,” The American Journal of Gastroenterology 116, no. 5 (April 30, 2021): 899–917, https://doi.org/10.14309/ajg.0000000000001245.

National Institutes of Health. “Electrolyte Balance.” Diakses Maret 2026.

American Diabetes Association. “Hypoglycemia.” Diakses Maret 2026.

National Heart, Lung, and Blood Institute. “Heart Attack Symptoms.” Diakses Maret 2026.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke. “Headache Information Page.” Diakses Maret 2026.

World Health Organization. “Emergency and Essential Medical Care.” Diakses Maret 2026.

American Heart Association. “Low Blood Pressure.” Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Eka Amira Yasien
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More