Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Orang Kurus Bisa Punya Kolesterol Tinggi?

Apakah Orang Kurus Bisa Punya Kolesterol Tinggi?
ilustrasi perempuan langsing (pexels.com/Micah Eleazar)
Intinya Sih
  • Orang kurus tetap bisa memiliki kolesterol tinggi karena faktor genetik, pola makan tidak sehat, dan gaya hidup kurang aktif meski berat badan terlihat ideal.

  • Faktor keturunan seperti hiperkolesterolemia familial dapat membuat kadar kolesterol jahat tetap tinggi sejak muda, meningkatkan risiko penyakit jantung meski tubuh kurus.

  • Pemeriksaan kolesterol rutin penting dilakukan semua orang, karena bentuk tubuh tidak selalu mencerminkan kondisi kesehatan dalam tubuh.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Banyak orang mengira kolesterol tinggi hanya dialami oleh orang yang gemuk atau obesitas. Padahal kenyataannya, orang bertubuh kurus juga bisa memiliki kadar kolesterol tinggi. Bahkan, tidak sedikit orang yang terlihat langsing ternyata baru sadar punya kolesterol tinggi setelah menjalani tes darah.

Hal ini sering membuat bingung karena tubuh terlihat sehat dari luar, tetapi kondisi di dalam tubuh belum tentu begitu. Jadi, apakah orang kurus memang bisa punya kolesterol tinggi? Jawabannya, bisa sekali. Yuk, kita bahas lebih lanjut bagaimana orang kurus bisa punya kolesterol tinggi.

Table of Content

1. Bentuk tubuh kurus tidak selalu menjamin kolesterol normal

1. Bentuk tubuh kurus tidak selalu menjamin kolesterol normal

Kolesterol dipengaruhi banyak faktor, bukan hanya berat badan. Tubuh yang kurus memang sering diasosiasikan dengan sehat, tetapi kadar kolesterol dalam darah tetap bisa bermasalah kalau pola hidup dan faktor genetiknya kurang baik.

Tubuh memproduksi kolesterol secara alami melalui hati. Nah, pada beberapa orang, produksi kolesterol ini bisa berlebihan karena faktor keturunan. Jadi, meskipun makannya tidak terlalu banyak dan tubuhnya kurus, kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) tetap bisa tinggi.

Karena itu, jangan langsung merasa aman hanya karena berat badan ideal. Banyak orang baru sadar memiliki kolesterol tinggi setelah muncul keluhan, seperti cepat lelah, tekanan darah naik, atau hasil medical check-up menunjukkan angka LDL tinggi.

2. Faktor genetik bisa jadi penyebab utama

Salah satu alasan paling umum kenapa orang kurus bisa punya kolesterol tinggi adalah faktor genetik. Ada kondisi yang disebut hiperkolesterolemia familial, yaitu gangguan keturunan yang membuat tubuh sulit membuang kolesterol jahat dari darah.

Akibatnya, kadar LDL bisa tetap tinggi sejak usia muda. Orang dengan kondisi ini juga memiliki risiko penyakit jantung lebih besar, meskipun berat badannya normal atau bahkan cenderung kurus.

Kalau dalam keluarga ada riwayat kolesterol tinggi, stroke, atau serangan jantung di usia muda, risiko kamu juga bisa meningkat. Jadi, riwayat keluarga sangat penting untuk diperhatikan.

3. Pola makan orang kurus belum tentu sehat

Seorang wanita duduk di meja makan dengan ekspresi lesu sambil memegang garpu dan sepotong kue manis di hadapannya.
ilustrasi makan makanan manis secara berlebihan (pexels.com/Alena Darmel)

Banyak orang kurus merasa bebas makan apa saja karena berat badannya tidak naik. Padahal, makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans tetap bisa meningkatkan kolesterol.

Contohnya seperti gorengan, makanan cepat saji, daging olahan, makanan manis berlebihan, hingga camilan ultraproses. Tubuh mungkin tetap terlihat kurus karena metabolisme cepat, tetapi kadar lemak dalam darah perlahan bisa meningkat.

Selain itu, kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan stres kronis juga dapat memperburuk profil kolesterol. Jadi, tubuh kurus bukan berarti otomatis punya gaya hidup sehat.

4. Lemak viseral yang tersembunyi di dalam tubuh

Ada juga kondisi yang sering disebut “skinny fat”, yaitu tubuh terlihat kurus tetapi ternyata memiliki lemak viseral cukup tinggi. Lemak viseral adalah lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam tubuh.

Lemak jenis ini tidak selalu terlihat dari luar, tetapi cukup berbahaya karena berhubungan dengan kolesterol tinggi, diabetes, dan penyakit jantung. Jadi, meskipun lingkar tubuh kecil dan berat badan normal, seseorang tetap bisa memiliki metabolisme yang kurang sehat jika lemak viseral dalam tubuhnya tinggi.

5. Penyakit dan obat tertentu juga berpengaruh

Beberapa kondisi kesehatan juga bisa menyebabkan kolesterol naik tanpa berhubungan langsung dengan berat badan. Misalnya, hipotiroidisme, diabetes, gangguan ginjal, atau penyakit hati tertentu.

Selain itu, beberapa jenis obat juga dapat memengaruhi kadar kolesterol. Karena itu, dokter biasanya tidak hanya melihat bentuk tubuh saat memeriksa risiko kolesterol seseorang. Riwayat kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, hingga faktor keluarga juga ikut dipertimbangkan.

6. Tetap perlu cek kolesterol secara rutin

Seseorang memegang tablet yang menampilkan hasil tes kolesterol dengan tabel kadar kolesterol dan secangkir kopi di meja kayu.
ilustrasi cek kolesterol (magnific.com/rawpixel.com)

Karena orang kurus juga bisa terkena kolesterol tinggi, pemeriksaan kolesterol tetap penting dilakukan secara rutin. Jangan menunggu sampai muncul gejala karena kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan tanda yang jelas di awal.

Cara terbaik untuk menjaga kolesterol tetap normal adalah dengan menerapkan pola makan sehat, rutin bergerak, cukup tidur, mengurangi stres, dan berhenti merokok jika punya kebiasaan tersebut. Kalau ada riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung, pemeriksaan sejak usia muda juga sebaiknya dipertimbangkan.

Pada akhirnya, kesehatan tidak bisa dinilai hanya dari bentuk tubuh. Orang kurus memang terlihat sehat dari luar, tetapi kondisi di dalam tubuh tetap perlu dijaga dan diperiksa secara rutin.

Referensi

Health Shots. Diakses pada Mei 2026. "Do Thin People Need to Worry about High Cholesterol?"

National Hearth, Lung, and Blood Institute. Diakses pada Mei 2026. "What is Blood Cholesterol?"

The Heart & Vascular Centre. Diakses pada Mei 2026. "Skinny People Can Have High Cholesterol Too."

Times of India. Diakses pada Mei 2026. "Why Thin People Can Have High Cholesterol: The Hidden Heart Risk Explained."

Vietnam.VN. Diakses pada Mei 2026. "Why Do Thin People Still Have High Cholesterol?"

WebMD. Diakses pada Mei 2026. "Things That Can Impact Your Cholesterol Levels."

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More