Pada dasarnya, pembalut kain cuci ulang dapat menjadi alternatif produk menstruasi yang higienis. Namun, jika tidak dirawat dengan benar, sisa darah dan kelembapan pada kain berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun jamur.
Menurut Foundation De Christie, pembalut kain pakai ulang umumnya dibuat dari beberapa lapisan bahan penyerap, seperti katun atau bambu. Bagian permukaannya dirancang agar lembut dan nyaman bersentuhan dengan kulit, sedangkan lapisan penyerap berfungsi menampung darah menstruasi.
Meski demikian, pembalut perlu dicuci secara menyeluruh dan dikeringkan hingga benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Sementara itu, dilansir jurnal yang diterbikan National Library of Medicine menyebutkan bahwa produk pembalut pakai ulang dipandang memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan.
Meski begitu, peneliti juga menekankan perlunya studi lebih lanjut mengenai dampak kesehatan produk tersebut. Dengan demikian, pembalut kain cuci ulang dapat digunakan selama kebersihannya terjaga. Pastikan kamu memilih produk dengan bahan yang sesuai untuk kulit dan langsung mencucinya setelah digunakan, ya.