Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Pembalut Kain Cuci Ulang Aman? Ini Penjelasannya
ilustrasi perempuan memegang pembalut wanita yang dapat digunakan kembali dan sekali pakai (pexels.com/https://kaboompics.com/)

  • Pembalut kain cuci ulang dapat menjadi alternatif dan mengurangi sampah jika bahannya sesuai kulit serta dirawat dengan benar.

  • Kebersihan yang buruk atau penggunaan pembalut lembap berisiko memicu iritasi, ruam, infeksi genital, hingga kandidiasis.

  • Pembalut perlu dibilas air dingin, dicuci menyeluruh, dikeringkan sempurna, disimpan bersih, dan diganti saat rusak, daya serap menurun, atau berbau menetap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pembalut kain cuci ulang mulai dilirik sebagai alternatif para kaum hawa setelah harga pembalut sekali pakai disebut meroket. Gak cuma dapat digunakan berkali-kali, pembalut satu ini bisa membantu mengurangi sampah menstruasi dan dinilai lebih ekonomis. 

Namun, apakah pembalut kain cuci ulang aman untuk dipakai dalma jangka waktu lama? Perlu dipahami, sebenarnya produk ini dapat jadi alternatif yang higienis selama kualitas bahan dan cara perawatannya betul. Agar tidak salah dalam memilih dan menggunakannya, yuk, simak penjelasan berikut ini!

1. Pembalut kain cuci ulang apakah aman digunakan?

Pada dasarnya, pembalut kain cuci ulang dapat menjadi alternatif produk menstruasi yang higienis. Namun, jika tidak dirawat dengan benar, sisa darah dan kelembapan pada kain berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun jamur.

Menurut Foundation De Christie, pembalut kain pakai ulang umumnya dibuat dari beberapa lapisan bahan penyerap, seperti katun atau bambu. Bagian permukaannya dirancang agar lembut dan nyaman bersentuhan dengan kulit, sedangkan lapisan penyerap berfungsi menampung darah menstruasi. 

Meski demikian, pembalut perlu dicuci secara menyeluruh dan dikeringkan hingga benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Sementara itu, dilansir jurnal yang diterbikan National Library of Medicine menyebutkan bahwa produk pembalut pakai ulang dipandang memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan.

Meski begitu, peneliti juga menekankan perlunya studi lebih lanjut mengenai dampak kesehatan produk tersebut. Dengan demikian, pembalut kain cuci ulang dapat digunakan selama kebersihannya terjaga. Pastikan kamu memilih produk dengan bahan yang sesuai untuk kulit dan langsung mencucinya setelah digunakan, ya.

2. Risiko penggunaan pembalut kain jika kebersihannya tidak terjaga

ilustrasi pembalut kain penuh dengan darah menstruasi. (pexels.com/Karola G)

Meski dapat digunakan berulang kali, pembalut kain tetap perlu dirawat dengan benar. Jika tidak dicuci secara menyeluruh atau masih lembap ketika digunakan kembali, produk ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, seperti iritasi kulit dan infeksi pada area genital. 

Melansir Guide to Menstrual Hygiene Materials dari UNICEF, penggunaan bahan pembalut menstruasi yang lembap atau tidak bersih dapat memicu ruam dan infeksi. Selain itu, pengguna pembalut kain pakai ulang yang dikeringkan di dalam rumah, berpotensi memicu infeksi Candida lebih tinggi dibandingkan mereka yang menjemurnya di bawah sinar matahari atau di ruang terbuka. 

Infeksi Candida atau kandidiasis sendiri merupakan infeksi jamur yang dapat menimbulkan rasa gatal, iritasi, kemerahan, dan keputihan tidak biasa pada area vagina. Oleh karena itu, penting mencuci pembalut kain hingga bersih, mengeringkannya secara menyeluruh, dan tidak menggunakannya kembali dalam kondisi lembap.

3. Manfaat menggunakan pembalut kain pakai ulang

Selain dapat digunakan berkali-kali, pembalut kain pakai ulang juga memiliki sejumlah manfaat yang membuatnya mulai dilirik sebagai alternatif pembalut sekali pakai. Berikut beberapa di antaranya.

  • Membantu mengurangi sampah menstruasi. Dapat dicuci dan digunakan kembali, pembalut kain berpotensi mengurangi jumlah limbah produk menstruasi sekali pakai.

  • Lebih ekonomis untuk penggunaan jangka panjang. Kamu tidak perlu membeli pembalut baru setiap kali menstruasi karena produk yang sama bisa digunakan kembali.

  • Dapat digunakan berulang kali. Pembalut kain bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mengurangi ketergantungan pada produk sekali pakai. Apalagi, saat ini harga pembalut sekali pakai tengah mengalami kenaikan.

  • Tersedia dalam berbagai pilihan bahan dan ukuran. Pembalut kain umumnya tersedia dengan bahan, bentuk, serta tingkat daya serap yang beragam. Dengan begitu, kamu dapat menyesuaikan pilihan produk dengan kebutuhan dan kenyamananmu selama menstruasi.

4. Cara mencuci pembalut kain yang benar

ilustrasi pembalut (pexels.com/Kaboompics.com)

Agar tetap higienis dan nyaman digunakan, pembalut kain perlu dicuci dengan cara yang tepat setelah dipakai. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan.

  1. Bilas menggunakan air dingin. Setelah dilepas, bilas pembalut kain dengan air dingin hingga sebagian besar darah terangkat. Air dingin membantu menghilangkan noda darah, sedangkan air panas berisiko membuat noda lebih sulit dibersihkan.

  2. Rendam pembalut jika diperlukan. Apabila masih terdapat noda, kamu bisa merendam pembalut kain dalam air dingin sebelum dicuci. Pastikan durasi perendaman mengikuti petunjuk dari produsen, ya.

  3. Cuci dengan sabun atau deterjen. Bersihkan pembalut menggunakan sabun cuci atau deterjen yang sesuai dengan bahan kain. Gosok secara perlahan hingga bersih, kemudian bilas menggunakan air bersih.

  4. Keringkan hingga benar-benar kering. Jemur pembalut kain di tempat yang mendapat sinar matahari atau memiliki sirkulasi udara yang baik. Pastikan seluruh lapisannya kering sebelum disimpan atau digunakan kembali.

  5. Simpan di tempat bersih dan kering. Setelah kering sempurna, lipat dan simpan pembalut dalam kantong atau wadah yang bersih.

5. Kapan pembalut kain cuci ulang perlu diganti?

Meskipun dirancang untuk digunakan berulang kali, pembalut kain cuci ulang tetap memiliki masa pakai. Oleh karena itu, kamu perlu memeriksa kondisinya secara berkala dan menggantinya jika sudah menunjukkan tanda-tanda berikut.

  • Kain mulai menipis atau rusak. Perhatikan kondisi permukaan, jahitan, dan lapisan penyerap pembalut. Jika kain mulai robek, lapisan terlepas, atau jahitannya rusak, sebaiknya ganti dengan produk baru.

  • Daya serap menurun. Pembalut yang sudah tidak mampu menyerap darah menstruasi dengan baik dapat membuat cairan lebih mudah merembes.

  • Muncul bau tidak sedap yang sulit hilang. Jika bau masih tertinggal meskipun pembalut sudah dicuci dan dikeringkan dengan benar, sebaiknya pertimbangkan untuk menggantinya.

  • Terdapat noda atau perubahan kondisi kain yang sulit dibersihkan. Noda yang menetap, perubahan tekstur, atau kondisi kain yang tidak lagi layak digunakan bisa bikin kamu tidak nyaman saat menggunakannya.

Jadi, apakah pembalut kain cuci ulang aman? Jawabannya, iya, selama produk yang digunakan berkualitas dan dirawat dengan benar. Dengan memilih bahan yang sesuai serta menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan selama menstruasi, kamu bisa menggunakan pembalut kain dengan nyaman dalam waktu yang lama, ya.

Referensi

“Guide to Menstrual Hygiene Materials,” UNICEF. Diakses Oktober 2026.
“Reusable Menstrual Products: A Cross-Sectional Study on Knowledge, Attitudes, and Practices Among University Students,” National Library of Medicine. Diakses Oktober 2026.
“Quality Reusable Sanitary Pads Production,” Global Compact on Refugees. Diakses Oktober 2026.
“Intimate Hygiene Practices and Reproductive Tract Infections: A Systematic Review,” Gynecology and Obstetrics Clinical Medicine 2, no. 3 (2022). Diakses Oktober 2026.
“Association between Unhygienic Menstrual Management Practices and Prevalence of Lower Reproductive Tract Infections: A Hospital-Based Cross-Sectional Study in Odisha, India,” BMC Infectious Diseases 18 (2018). Diakses Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article