"Air pollutants and ovarian reserve: a systematic review of the evidence.” Frontiers in Public Health (2024). Diakses pada Oktober 2026.
"Pregnancy Exposure to PM2.5 from Wildland Fire Smoke and Preterm Birth in California.” Environment International (2024). Diakses pada Oktober 2026.
“Wildfire Exposure During Pregnancy and the Risk of Adverse Birth Outcomes: A Systematic Review.” Environment International (2021). Diakses pada Oktober 2026.
3 Dampak Asap Karhutla terhadap Kesehatan Reproduksi Perempuan

- Paparan polutan asap karhutla seperti PM2.5 berpotensi berkaitan dengan penurunan cadangan ovarium, meski belum terbukti langsung menyebabkan gangguan kesuburan perempuan.
- Studi pada lebih dari 5,1 juta kelahiran di California mengaitkan paparan PM2.5 dari kebakaran hutan selama kehamilan dengan peningkatan peluang kelahiran prematur.
- Tinjauan delapan studi menemukan paparan kebakaran selama kehamilan berkaitan dengan berat lahir lebih rendah dan risiko prematur, terutama pada paparan akhir kehamilan.
Saat berbicara tentang dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebanyakan orang pasti langsung tertuju pada paru-paru. Padahal, asap karhutla juga bisa berdampak pada bagian tubuh yang sering dianggap tabu atau terpinggirkan, yaitu sistem reproduksi. Dampaknya memang tak kasatmata seperti gangguan paru-paru atau iritasi mata.
Namun, dampak tersembunyi dan jangka panjang inilah yang seharusnya membuat kita lebih waspada. Karhutla hari ini dapat memengaruhi kesehatan reproduksi di masa depan, terutama bagi perempuan. Lagi-lagi, perempuan menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak asap karhutla.
Fakta mengerikannya lagi, selain bisa memengaruhi kesehatan reproduksi, partikel jahat asap karhutla juga dapat berdampak pada janin. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, berikut beberapa dampak asap karhutla terhadap kesehatan reproduksi yang perlu kamu ketahui!
1. Polusi udara dan potensi gangguan kesuburan perempuan

ilustrasi perut (pexels.com/RDNE Stock project) Sebagai perempuan, kamu mungkin pernah khawatir soal kesehatan reproduksi, termasuk kesuburan dan peluang untuk memiliki anak di masa depan. Karena itu, tahukah kamu kalau paparan polusi udara, termasuk yang berasal dari asap karhutla juga berpotensi berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Salah satu polutan yang perlu diperhatikan adalah PM2.5, yaitu partikel sangat kecil yang bisa masuk jauh ke dalam paru-paru saat terhirup.
Studi yang terbit dalam jurnal Frontiers in Public Health pada 2024 menemukan adanya hubungan antara paparan polusi udara dan penurunan cadangan ovarium perempuan. Cadangan ovarium adalah gambaran jumlah sel telur yang masih tersimpan di ovarium dan menjadi salah satu indikator potensi reproduksi perempuan. Temuan ini didapat dari tinjauan terhadap 15 penelitian pada manusia, dengan bukti paling kuat terkait paparan PM2.5, PM10, dan nitrogen dioksida (NO2).
Karena PM2.5 juga terkandung dalam asap karhutla, temuan ini membuka pertanyaan tentang kemungkinan dampak paparan asap terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Apalagi, perempuan yang tinggal di wilayah rawan karhutla bisa terpapar asap berulang kali setiap musim kebakaran. Meski begitu, penelitian ini belum membuktikan bahwa asap karhutla secara langsung menyebabkan penurunan cadangan ovarium, sehingga dampaknya terhadap kesuburan perempuan masih perlu diteliti lebih lanjut.
2.Risiko paparan PM2.5 terhadap kehamilan

ilustrasi hamil (pexels.com/David Escala de Almeida) Kehamilan menjadi salah satu hal yang juga berkaitan erat dengan kesehatan sistem reproduksi perempuan. Bagi sebagian perempuan, kehamilan tentu membawa berbagai kekhawatiran, mulai dari kesehatan diri sendiri hingga kondisi bayi yang sedang dikandung. Terlebih, di kondisi Indonesia saat ini, asap karhutla juga berpotensi memengaruhi kesehatan selama kehamilan.
Salah satu kandungan asap yang perlu diwaspadai adalah PM2.5, yaitu partikel polusi berukuran sangat kecil yang bisa masuk jauh ke dalam paru-paru saat terhirup. Penelitian yang terbit dalam jurnal Environment International pada 2024 menemukan bahwa paparan PM2.5 dari kebakaran hutan selama kehamilan berkaitan dengan meningkatnya peluang kelahiran prematur. Kelahiran prematur adalah kondisi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.
Studi tersebut menganalisis lebih dari 5,1 juta kelahiran di California pada 2007–2018 dan menemukan bahwa keterkaitan ini terlihat sepanjang kehamilan, terutama pada beberapa minggu di trimester kedua dan ketiga. Artinya, paparan asap karhutla selama kehamilan perlu mendapat perhatian karena berpotensi membawa risiko bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. Kendati demikian, penelitian ini belum membuktikan bahwa asap karhutla secara langsung menyebabkan kelahiran prematur, sehingga paparan asap dan dampaknya terhadap kehamilan masih perlu terus diteliti.
3.Dampak terhadap perrtumbuhan dan perkembangan janin

ilustrasi foto USG janin (pexels.com/Valeriia Svietlova) Pertumbuhan janin juga menjadi bagian penting dari kesehatan reproduksi perempuan karena berkaitan dengan proses kehamilan dan kesehatan bayi yang dikandung. Sebuah tinjauan sistematis yang terbit di jurnal Environmental International pada 2021 mengkaji hubungan antara paparan kebakaran hutan selama kehamilan dan risiko gangguan pada hasil kelahiran. Penelitian yang merangkum delapan studi dari empat negara dengan total lebih dari 1,7 juta kelahiran ini menemukan adanya hubungan antara paparan kebakaran dan penurunan berat badan bayi saat lahir.
Paparan tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kelahiran prematur, terutama ketika ibu terpapar asap kebakaran pada akhir masa kehamilan. Meski begitu, bukti mengenai hubungan paparan kebakaran dengan bayi yang berukuran lebih kecil dibandingkan usia kehamilannya masih belum meyakinkan. Temuan ini menunjukkan bahwa paparan asap karhutla selama kehamilan perlu diwaspadai, meskipun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memahami dampaknya terhadap pertumbuhan janin.
Dampak asap karhutla terhadap kesehatan reproduksi perempuan memang tidak selalu terlihat secara langsung. Meski bukti ilmiah masih terus berkembang, hal ini menjadi pengingat bahwa paparan asap karhutla bukan hanya persoalan gangguan pernapasan, tetapi juga perlu diperhatikan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, melindungi perempuan dari paparan asap karhutla berarti turut menjaga kesehatan reproduksi dan kehamilan mereka. So, stay safe, ya, untuk perempuan-perempuan hebat yang berada di wilayah rentan karhutla!
Referensi






















