Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banyak Mengonsumsi Gula Bikin Puasa Terganggu, Ini 4 Dampak Buruknya

Banyak Mengonsumsi Gula Bikin Puasa Terganggu, Ini 4 Dampak Buruknya
ilustrasi makanan manis (freepik.com/wayhomestudio)
Intinya Sih
  • Konsumsi gula berlebihan saat berbuka dapat memicu lonjakan gula darah cepat, membuat tubuh lemas dan mengantuk karena hormon insulin meningkat drastis.
  • Makanan dan minuman manis tinggi kalori bisa menyebabkan penumpukan lemak serta peningkatan berat badan jika dikonsumsi tanpa kontrol.
  • Kebiasaan sering mengonsumsi gula berlebih berpotensi menimbulkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko gangguan metabolisme jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Buka puasa cukup identik dengan makanan dan minuman yang manis. Setelah seharian tidak makan dan minum, banyak orang memilih teh manis, sirup, atau berbagai takjil yang kaya gula untuk mengembalikan energi dengan cepat. Yup, rasa manis memang dapat memberikan sensasi segar dan membantu tubuh terasa lebih bertenaga setelah berpuasa. Namun, konsumsi gula yang berlebihan saat berbuka justru dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tubuh.

Lonjakan gula darah yang terlalu cepat dapat memengaruhi metabolisme, energi, hingga kesehatan jangka panjang jika terjadi terus-menerus. Oleh karena itu, penting memahami beberapa dampak yang bisa muncul jika terlalu banyak mengonsumsi gula saat buka puasa.

1. Lonjakan gula darah yang terlalu cepat sehingga hormon insulin juga meningkat

ilustrasi gula
ilustrasi gula (pexels.com/mali maeder)

Setelah berpuasa selama berjam-jam, tubuh memiliki kadar gula darah yang relatif lebih rendah dari biasanya. Ketika makanan atau minuman tinggi gula langsung dikonsumsi saat berbuka, tubuh akan menyerap gula dengan sangat cepat sehingga kadar gula darah meningkat dalam waktu singkat. Kondisi ini dikenal sebagai lonjakan gula darah yang cukup drastis dalam waktu singkat.

Lonjakan ini biasanya diikuti dengan penurunan energi yang juga cepat karena tubuh melepaskan hormon insulin dalam jumlah besar untuk menstabilkan kadar gula. Akibatnya, tubuh dapat terasa lemas, mengantuk, atau bahkan kembali lapar dalam waktu singkat setelah berbuka. Jika terjadi berulang dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme.

2. Tubuh lebih mudah lemas setelah makan akibat gula darah yang gak stabil

ilustrasi wanita yang tertidur
ilustrasi wanita yang tertidur (pexels.com/Ivan Oboleninov)

Banyak orang mengira makanan manis akan membuat tubuh lebih bertenaga setelah berbuka. Pada kenyataannya, konsumsi gula berlebihan justru dapat menyebabkan rasa lelah yang muncul tidak lama setelah makan. Hal ini terjadi karena tubuh mengalami perubahan energi yang sangat cepat akibat naik turunnya kadar gula darah.

Setelah lonjakan gula darah terjadi, tubuh akan merespons dengan produksi insulin yang tinggi untuk menurunkan kadar gula. Proses ini sering membuat energi turun secara tiba tiba sehingga tubuh terasa lesu atau mengantuk. Kondisi ini dapat membuat aktivitas setelah berbuka menjadi kurang produktif karena tubuh tidak memiliki energi yang stabil.

3. Makanan dan minuman manis mengandung kalori besar yang berisiko meningkatkan berat badan

ilustrasi menimbang berat badan
ilustrasi menimbang berat badan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Makanan dan minuman manis umumnya memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan saat berbuka puasa, kalori yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkat tanpa disadari. Terlebih lagi, berbagai takjil seperti kolak, es sirup, atau kue manis sering dikonsumsi bersamaan dalam satu waktu.

Kalori berlebih yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan saat berbuka dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan jika tidak diimbangi dengan pola makan yang lebih seimbang.

4. Menyebabkan resistensi insulin hingga menyebabkan peningkatkan risiko masalah metabolisme

ilustrasi seorang dokter
ilustrasi seorang dokter (pexels.com/cottonbro studio)

Konsumsi gula yang berlebihan secara terus menerus dapat memengaruhi cara tubuh mengatur kadar gula dalam darah. Tubuh yang terlalu sering menerima lonjakan gula dapat menjadi kurang sensitif terhadap hormon insulin. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin yang berkaitan dengan berbagai gangguan metabolisme.

Jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang, risiko penyakit seperti obesitas dan gangguan gula darah dapat meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mengatur pola makan saat berbuka dengan lebih seimbang. Mengonsumsi makanan manis dalam jumlah yang terkontrol serta menambahkan sumber serat dan protein dapat membantu kita menjaga kestabilan energi tubuh.

Makanan dan minuman manis memang sulit dipisahkan dari tradisi buka puasa. Namun, konsumsi gula yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak bagi tubuh, mulai dari lonjakan gula darah hingga peningkatan risiko masalah metabolisme. Oleh karena itu, penting untuk bijak dalam mengontrol porsi makanan manis dan menyeimbangkannya dengan makanan bergizi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in Health

See More