Di tengah tingginya angka persalinan caesar di Indonesia, fakta medis menunjukkan bahwa bayi yang lahir melalui metode C-section atau caesar memerlukan perhatian ekstra pada sistem pencernaan mereka.
Berbeda dengan bayi yang lahir pervaginam, bayi yang lahir secara caesar melewati jalur lahir yang berbeda sehingga kolonisasi mikrobiota awal di ususnya tidak sama. Inilah yang kerap membuat mereka lebih rentan mengalami ketidakseimbangan mikrobiota (disbiosis), yang pada akhirnya dapat memengaruhi perkembangan sistem imun serta meningkatkan risiko alergi di kemudian hari. Hal ini menjadi pembahasan dalam diskusi media bertajuk "Global Advances and Insight on Biotics for Child Health" di Jakarta, pada Kamis (06/08/2026).
