Protein adalah nutrisi makro penting yang tak cuma penting untuk makan sehat, tetapi juga buat kebugaran. Malah, sekarang camilan tinggi protein pun ada banyak di pasaran dan ada juga yang menjualnya dalam bentuk minuman. Tren ini muncul karena makin banyak orang sadar bahwa protein bukan sekadar tambahan setelah olahraga, melainkan nutrisi penting yang mendukung tubuh sehat, bugar, dan kuat seiring bertambahnya usia.
Secara medis, protein adalah bahan dasar pembangun tubuh. Protein membantu memperbaiki jaringan, menjaga daya tahan tubuh, hingga memproduksi hormon dan enzim vital.
Karena tubuh tidak punya gudang khusus untuk menyimpannya, protein harus dipenuhi setiap hari lewat makanan. Itulah sebabnya, kebutuhan protein menjadi perhatian utama baik bagi mereka yang ingin menambah massa otot, menjaga berat badan, maupun mendukung penuaan sehat. Tidak heran jika protein kini dianggap nutrisi yang wajib ada di piring makan.
Survei Food and Health dari International Food Information Council bahkan mencatat bahwa pola makan “tinggi protein” menjadi tren paling populer pada 2024.
Protein memang sangat penting untuk kesehatan. Menambah asupan protein bisa mendukung penuaan sehat dan menunjang tujuan kebugaran. Namun, tren mengejar gram demi gram protein, yang sering kali lebih digerakkan oleh pemasaran daripada kebutuhan medis, memicu pertanyaan: Sebenarnya, seberapa banyak protein yang kamu butuhkan? Dan, apa sumber protein terbaik?
