ilustrasi minum air putih (pexels.com/Karola G)
Meskipun kelebihan garam akan dibuang secara otomatis oleh tubuh, tetapi ada beberapa cara yang bisa membantu mempercepat proses tersebut. Hal ini dapat mencegah terjadinya “penumpukan” garam yang berisiko menyebabkan masalah kesehatan. Laman Mayoclinic melansir, ginjal menyeimbangkan jumlah natrium dalam tubuh. Ketika kadar natrium rendah, ginjal akan menahannya. Ketika kadar natrium tinggi, ginjal akan melepaskan sebagiannya melalui urine.
Ketika ginjal tidak bisa membuang cukup natrium, natrium akan menumpuk di dalam darah. Natrium menahan dan menarik air, sehingga bisa meningkatkan volume darah. Ketika volume darah meningkat, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisi ini meningkatkan tekanan di pembuluh darah, yang seiring waktu bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal.
Nah, bagaimana cara membantu mengeluarkan garam dari sistem tubuh secara sehat? Berikut tips yang harus kamu lakukan:
Minum lebih banyak air putih
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, minum lebih banyak air dapat membantu hidrasi dan meningkatkan pengeluaran urine. Saat tubuh menjadi lebih sering buang air kecil, garam dalam tubuh juga turut ikut terbuang. Selain itu, hidrasi juga penting menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
Meningkatkan asupan kalium
Kalium adalah mikronutrisi yang memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Oleh karena itu, memenuhi asupan kalium sangat diperlukan untuk membantu mengeluarkan garam. Beberaa rekomendasi makanan tinggi kalium seperti pisang, kentang, atau apukat.
Mulai bergerak
Tubuh yang aktif akan memicu pengeluaran keringat. Selain itu, aktivitas fisik juga meningkatkan hidrasi. Kedua hal ini akan secara alami membantu pengeluaran garam dengan sehat.
Mengurangi makanan tinggi garam
Saat memasak atau membeli makanan kemasan sebaiknya perhatikan jumlah garam yang digunakan. Kamu bisa memilih produk rendah sodium/natrium atau membatasi konsumsinya jika makanan kesukaanmu tidak menyediakan opsi tersebut. Saat memasak, kamu juga bisa mempertimbangkan menambahkan herba atau rempah untuk menambahkan cita rasa lebih lezat tanpa harus mengandalkan sepenuhnya pada garam. Kurangi juga penggunaan bumbu seperti kecap asin, saus tomat, saus cocol, atau saus salad karena tinggi natrium.
Secara alami, garam akan dikeluarkan dari dalam tubuh dalam waktu 24 jam. Namun, waktu ini bisa bervariasi bergantung pada jumlah asupan garam, tingkat hidrasi tubuh, jumlah nutrisi tertentu, hingga aktivitas fisik yang kita lakukan.
Referensi
“How Long Does Salt Stay in Your Body?”. Verywell Health. Diakses April 2026
“How much harm can a little excess salt do? Plenty”. American Heart Association. Diakses April 2026
“4 Ways to Help Flush Out Excess Sodium from Your Body”. Eating Well. Diakses April 2026
“Sodium: How to tame your salt habit”. Mayo Clinic. Diakses April 2026