ilustrasi bisul (pexels.com/Hanna Pad)
Wajah memiliki folikel rambut dan kelenjar minyak sehingga tidak luput dari risiko infeksi. Bisul lebih mudah muncul ketika bakteri masuk melalui pori-pori atau luka kecil, misalnya akibat jerawat yang dipencet, mencukur wajah, atau kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang kurang bersih.
Risiko juga meningkat pada orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, diabetes, eksim, atau kebersihan kulit yang kurang terjaga. Kontak erat dengan seseorang yang tengah mengalami infeksi kulit juga dapat mempermudah penyebaran bakteri.
Sebagian besar bisul tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan perawatan yang tepat. Namun, bisul yang muncul di wajah perlu mendapat perhatian lebih karena letaknya dekat dengan mata, hidung, dan struktur penting lainnya.
Infeksi pada area wajah berpotensi menyebar ke jaringan di sekitarnya apabila tidak ditangani dengan baik. Cari pertolongan medis apabila mengalami bisul di wajah, terutama jika disertai pembengkakan, kemerahan yang meluas atau nyeri yang makin berat.
Selain itu, memencet bisul sendiri dapat mendorong bakteri masuk lebih dalam ke jaringan kulit sehingga meningkatkan risiko penyebaran infeksi dan memperlambat proses penyembuhan.