Minumlah obat nyeri dengan air putih. Jika obatnya ibuprofen atau OAINS lainnya, minumlah setelah makan atau bersama makanan ringan untuk mengurangi risiko iritasi lambung.
Jangan mencampur beberapa obat nyeri tanpa arahan tenaga kesehatan, misalnya ibuprofen ditambah aspirin atau beberapa produk yang sama-sama mengandung parasetamol.
Kalau kamu tetap mau minum kopi, beri jeda dan perhatikan kondisi tubuh. Pada orang sehat, satu cangkir kopi setelah minum parasetamol atau ibuprofen sesekali biasanya tidak menjadi masalah besar. Namun, jika muncul nyeri ulu hati, mual, jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, atau nyeri tidak membaik, hentikan kebiasaan itu dan konsultasikan ke dokter.
Segera cari bantuan medis jika nyeri sangat berat, muncul mendadak, disertai sesak, kelemahan satu sisi tubuh, muntah darah, tinja hitam, nyeri dada, demam tinggi, kaku leher, atau obat nyeri perlu diminum berulang selama beberapa hari.
Kesimpulannya, kopi bukan musuh bagi semua obat nyeri, tetapi juga bukan pilihan terbaik untuk menelan obat. Air putih tetap paling aman.
Referensi
Derry, Christopher J., Sheena Derry, and R. Andrew Moore. “Caffeine as an Analgesic Adjuvant for Acute Pain in Adults.” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 12 (2014): CD009281.
National Health Service. “Ibuprofen for Adults.” Diakses Juli 2026.
MedlinePlus. “Ibuprofen.” Diakses Juli 2026.
U.S. Food and Drug Administration. “Spilling the Beans: How Much Caffeine Is Too Much?” Diakses Juli 2026.
U.S. Food and Drug Administration. “Acetaminophen.” Diakses Juli 2026.
DailyMed. “Acetaminophen, Aspirin and Caffeine Tablet.” Diakses Juli 2026.
National Kidney Foundation. “Pain Medicines and Kidney Disease.” Diakses Juli 2026.
National Health Service. “Gastritis.” Diakses Juli 2026.