Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Banyak Orang Makan Lebih Banyak saat Nonton Bola?

Kenapa Banyak Orang Makan Lebih Banyak saat Nonton Bola?
ilustrasi nonton pertandingan bola bersama teman ditemani camilan (pexels.com/vitaly gariev)
Intinya Sih
  • Penelitian menunjukkan orang cenderung makan berlebihan saat menonton bola karena kombinasi faktor emosi, sosial, dan biologis yang memengaruhi perilaku makan tanpa disadari.

  • Emosi kuat seperti stres atau kecewa akibat kekalahan tim favorit dapat memicu emotional eating, sementara suasana nobar membuat seseorang lebih mudah ikut ngemil terus-menerus.

  • Kurang tidur akibat begadang menonton pertandingan mengacaukan hormon lapar dan kenyang, meningkatkan keinginan terhadap makanan tinggi lemak serta karbohidrat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menonton pertandingan sepak bola rasanya lebih asyik jika ditemani camilan, minuman manis, makanan cepat saji, gorengan, atau makanan berlemak dan tinggi kalori lainnya.

Kamu bahkan bisa menghabiskan lebih banyak makanan, terutama saat menonton bersama teman.

Penelitian menunjukkan kombinasi faktor psikologis, sosial, dan biologis membuat orang cenderung makan berlebihan saat menonton pertandingan.

Table of Content

Ada faktor emosi

Ada faktor emosi

Sepak bola adalah salah satu jenis olahraga yang mampu memicu emosi kuat, mulai dari tegang, gembira, marah, hingga kecewa.

Ketika tim favorit kalah, sebagian pendukung mengalami apa yang disebut identity threat, yaitu rasa kehilangan atau ancaman terhadap identitas sebagai pendukung tim tersebut.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setelah tim favorit kalah, para penggemar mengonsumsi sekitar 10 persen lebih banyak kalori dan hingga 16 persen lebih banyak lemak jenuh dibanding hari-hari biasa.

Respons ini termasuk dalam emotional eating, yaitu kecenderungan makan sebagai cara meredakan emosi negatif, bukan karena benar-benar lapar. Makanan tinggi lemak, gula, atau garam memberikan rasa nyaman sementara sehingga otak terdorong mencarinya ketika sedang stres atau kecewa.

Penelitian yang sama juga menemukan bahwa teknik self-affirmation, misalnya mengingat nilai atau hal penting dalam hidup, dapat membantu mengurangi dorongan makan berlebihan setelah mengalami kekecewaan akibat pertandingan.

Nobar tanpa disadari bikin makan lebih banyak

Sekelompok teman bersorak gembira menonton pertandingan sepak bola di ruang tamu sambil menikmati camilan dan minuman.
ilustrasi nobar pertandingan sepak bola yang ditemani camilan (pexels.com/Vitaly Gariev)

Selain faktor emosi, lingkungan sosial juga berpengaruh terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi.

Saat acara nonton bareng (nobar), meja bisa dipenuhi makanan seperti piza, gorengan, keripik, kacang asin, minuman manis, hingga alkohol. Melimpahnya makanan dan minuman ini bisa bikin kamu lebih mudah mengambil camilan berkali-kali tanpa menyadarinya.

Studi mengenai kebiasaan makan saat acara olahraga menunjukkan bahwa suasana kelompok menciptakan norma sosial yang mendorong seseorang untuk ikut makan bersama. Ketika orang lain terus mengambil makanan, seseorang cenderung melakukan hal yang sama meskipun sebenarnya sudah kenyang.

Perhatian yang terfokus pada jalannya pertandingan juga membuat otak kurang memperhatikan sinyal kenyang. Akibatnya, porsi yang dimakan bisa jauh lebih besar dibanding saat makan tanpa distraksi.

Efek begadang

Kurang tidur akibat begadang, misalnya karena nonton pertandingan pada dini hari, dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Kurang tidur cenderung meningkatkan hormon pemicu rasa lapar sekaligus menurunkan hormon yang memberi sinyal kenyang. Kombinasi ini membuat kamu merasa lebih lapar, terutama terhadap makanan tinggi lemak dan karbohidrat.

Menikmati pertandingan tidak harus selalu diikuti makan berlebihan. Berikut ini tips yang bisa membantu:

  • Siapkan camilan yang lebih sehat seperti buah, popcorn tanpa banyak mentega atau kacang tanpa garam berlebih.
  • Ambil makanan dalam satu porsi, bukan langsung dari kemasan besar.
  • Minum air putih secara rutin selama pertandingan.
  • Batasi minuman manis atau minuman beralkohol.

Makan lebih banyak saat menonton pertandingan sepak bola merupakan hasil kombinasi antara emosi yang dirasakan, pengaruh lingkungan sosial, dan perubahan biologis hingga kurang tidur. Karena sebagian besar terjadi tanpa disadari, memahaminya dapat membantu kamu menikmati pertandingan tanpa makan berlebihan.

Referensi

Chang, Yonghwan. “Effects of Game Situation-Dependent Emotions on Sport Spectators’ Food Craving.” Frontiers in Psychology 12 (November 18, 2021): 724220.

The gut science of sports: Fandom triggers "’emotional eating’ and sometimes peer pressure to eat the thing you really shouldn’t". Fortune. Diakses Juli 2026.

Cornil, Yann, and Pierre Chandon. “From Fan to Fat? Vicarious Losing Increases Unhealthy Eating, but Self-Affirmation Is an Effective Remedy.” Psychological Science 24, no. 10 (August 7, 2013): 1936–46.

Woolsey, Conrad L., Joe Mannion, Ronald D. Williams, W. Steffen, Mara S. Aruguete, M. W. Evans, Brandon D. Spradley, et al. “Understanding Emotional and Binge Eating: From Sports Training to Tailgating.” The Sport Journal 16 (January 1, 2013).

Share Article
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More