Langkah yang paling mudah adalah tidak menjadikan beras sebagai satu-satunya sumber karbohidrat setiap hari. Sesekali ganti dengan kentang, ubi, jagung, oatmeal, pasta, roti gandum, barley, atau serealia lain.
Pola makan yang bervariasi mengurangi kemungkinan kamu terus-menerus terpapar kontaminan yang sama dari satu jenis makanan. FDA juga merekomendasikan pola makan beragam sebagai salah satu cara membatasi paparan arsenik.
Untuk bayi, bubur atau sereal beras tidak perlu menjadi makanan pendamping pertama maupun satu-satunya. Sereal bayi berbahan oat, barley, atau multigrain dapat digunakan bergantian. Beras tetap boleh diberikan, tetapi variasi membantu anak memperoleh zat gizi yang lebih luas sekaligus mengurangi paparan arsenik yang berulang.
Beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan meliputi:
Gunakan air yang aman untuk minum dan memasak.
Periksa air sumur jika tinggal di wilayah yang diketahui memiliki risiko arsenik pada air tanah.
Variasikan jenis serealia dan sumber karbohidrat.
Gunakan metode banyak air atau PBA, terutama jika nasi dikonsumsi beberapa kali sehari.
Sebaiknya tidak memberikan produk berbasis beras sebagai satu-satunya sumber serealia untuk bayi.
Jangan membeli produk “detoks arsenik” karena tidak ada suplemen yang terbukti diperlukan untuk konsumen beras sehat.
Tidak ada alasan untuk membuang semua beras dari dapur. Badan keamanan pangan tetap menyatakan bahwa nasi dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Pendekatan yang lebih bermanfaat adalah mengurangi paparan jangka panjang melalui air yang aman, cara memasak yang tepat, dan menu yang lebih beragam.
Referensi
World Health Organization, “Arsenic,” diakses Juli 2026.
U.S. Food and Drug Administration, “Arsenic in Rice and Rice Products Risk Assessment,” diakses Juli 2026.
Andrew A. Meharg et al., “Speciation and Localization of Arsenic in White and Brown Rice Grains,” Environmental Science & Technology 42, no. 4 (2008): 1051–1057, https://doi.org/10.1021/es702212p.
Gyuhan Jo and Todor I. Todorov, “Distribution of Nutrient and Toxic Elements in Brown and Polished Rice,” Food Chemistry 289 (2019): 299–307, https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2019.03.040.
U.S. Food and Drug Administration, “What You Can Do to Limit Exposure to Arsenic,” diakses Juli 2026.
Manoj Menon et al., “Improved Rice Cooking Approach to Maximise Arsenic Removal While Preserving Nutrient Elements,” Science of the Total Environment 755 (2021): 143341, https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.143341.