Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Studi: Kesepian dan Isolasi Sosial Bisa Mengurangi 6 Tahun Usia Sehat

3 min read
Studi: Kesepian dan Isolasi Sosial Bisa Mengurangi 6 Tahun Usia Sehat
ilustrasi kesepian, isolasi sosial (IDN Times/NRF)
  • Kesepian dan isolasi sosial berkaitan, tetapi bukan hal yang sama: kesepian dirasakan secara pribadi, sedangkan isolasi sosial merujuk pada sedikitnya hubungan atau kontak sosial.

  • Dalam studi terhadap lebih dari 277 ribu orang, keduanya dikaitkan dengan lebih sedikit tahun hidup tanpa penyakit tertentu. Selisih paling besar terlihat pada tahun bebas depresi dan kecemasan.

  • Angka hampir 6 tahun adalah perkiraan tahun hidup bebas gangguan mental, bukan berarti seseorang otomatis kehilangan 6 tahun dari keseluruhan hidupnya. Studi ini juga tidak membuktikan sebab-akibat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kamu bisa saja punya banyak kenalan, tetapi tetap merasa kesepian. Di sisi lain, tinggal sendirian tidak selalu berarti merasa terputus dari orang lain. Dalam penelitian kesehatan, kesepian dan isolasi sosial memang berkaitan, tetapi keduanya menggambarkan pengalaman yang berbeda.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa kesepian dan isolasi sosial berkaitan dengan lebih sedikit tahun hidup tanpa sejumlah penyakit fisik dan gangguan mental. Baca penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya.

  1. 1. Kesepian dan isolasi sosial mengukur hal berbeda

    Kesepian adalah perasaan tidak puas terhadap kualitas hubungan atau kedekatan dengan orang lain. Perasaan ini sifatnya subjektif, yang artinya seseorang dapat merasa kesepian meski dikelilingi banyak orang.

    Sementara itu, isolasi sosial menggambarkan terbatasnya hubungan atau kontak sosial yang dimiliki seseorang.

    Dalam studi ini, peneliti menilai sejumlah hal, termasuk apakah peserta tinggal sendiri, seberapa sering mereka bertemu keluarga atau teman, serta apakah mereka rutin mengikuti kegiatan sosial.

  2. 2. Peneliti mengikuti lebih dari 277 ribu orang dewasa

    Penelitian ini menganalisis data 277.489 peserta UK Biobank, yang saat direkrut usianya 40–69 tahun. Pada awal penelitian, mereka belum memiliki tujuh kondisi yang dianalisis, yaitu:

    • Diabetes tipe 2.
    • Penyakit kardiovaskular.
    • Penyakit pernapasan kronis.
    • Penyakit neurodegeneratif.
    • Kanker.
    • Depresi.
    • Gangguan kecemasan.

    Peneliti kemudian memperkirakan berapa lama peserta dapat hidup tanpa kondisi-kondisi tersebut, dengan usia 50 tahun sebagai titik acuan.

  3. 3. Selisih paling besar terlihat pada tahun bebas depresi dan kecemasan

    Ilustrasi bertema kesepian yang merepresentasikan perasaan sendiri, terisolasi, dan jauh dari orang lain.
    ilustrasi kesepian (IDN Times/NRF)

    Dibandingkan peserta yang tidak mengalami kesepian maupun isolasi sosial, peserta yang mengalami keduanya diperkirakan memiliki lebih sedikit tahun hidup tanpa penyakit berikut:

    Perkiraan tahun lebih sedikit bebas dari kondisi

    Perempuan

    Laki-laki

    Lima penyakit fisik yang dianalisis

    2,4 tahun

    1,7 tahun

    Depresi dan gangguan kecemasan

    3,7 tahun

    5,8 tahun

    Gabungan tujuh kondisi

    3,0 tahun

    2,2 tahun

    Angka hampir 6 tahun tersebut, dengan demikian, secara khusus merujuk pada tahun yang diperkirakan dijalani tanpa depresi atau gangguan kecemasan pada laki-laki yang mengalami kesepian dan isolasi sosial.

    Studi tersebut juga menemukan kaitan pada kelompok yang hanya mengalami kesepian atau hanya mengalami isolasi sosial, meski besar selisihnya berbeda.

  4. 4. Gaya hidup sehat tak selalu mengurangi dampak kesepian

    Peneliti menemukan bahwa kaitan antara isolasi sosial dan berkurangnya tahun hidup bebas penyakit cenderung lebih kecil pada orang dengan gaya hidup yang lebih sehat. Namun, pola yang sama tidak terlihat jelas pada kesepian.

    Meski demikian, hasil ini tidak membuktikan bahwa gaya hidup sehat dapat menghilangkan dampak kesepian atau isolasi sosial. Karena penelitian ini bersifat observasional, temuan tersebut hanya menunjukkan hubungan antar faktor, bukan bahwa kesepian atau isolasi sosial secara langsung menyebabkan penyakit.

  5. 5. Catatan penting tentang hasil studi

    Kesepian dan isolasi sosial hanya diukur pada awal penelitian, padahal kondisi sosial dan perasaan seseorang bisa berubah seiring waktu.

    Selain itu, seluruh peserta berasal dari UK Biobank di Inggris, sehingga hasilnya belum tentu mewakili populasi lain. Peneliti juga menegaskan bahwa penelitian observasional seperti ini tidak membuktikan hubungan sebab akibat.

    Karena itu, temuan ini sebaiknya dipahami sebagai gambaran hubungan antara pengalaman sosial dan jumlah tahun hidup tanpa penyakit tertentu. Meski sama-sama terkait dengan kesehatan, tetapi kesepian dan isolasi sosial adalah dua hal yang berbeda dan perlu dipahami secara terpisah.

    Referensi

    Xuan Wang, Hao Ma, Yoriko Heianza, Zhaoxia Liang, Oscar H. Franco, dan Lu Qi, “Associations of Loneliness, Social Isolation and Healthy Lifestyle with Life Expectancy Free of Major Physical Disease and Mental Disorder,” Nature Communications 17, no. 1 (2026): 6816, https://doi.org/10.1038/s41467-026-74498-8.

    Tulane University, “Lonely? Socially Isolated? Study Finds It May Cost You Six Healthy Years of Life,” diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More