Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Mencegah Campak saat Mudik Lebaran, Panduan Lengkap
ilustrasi seseorang ibu dan bayi istirahat mudik (pexel.com/Nikita Nikitin)
  • Campak adalah penyakit sangat menular, virusnya dapat bertahan di udara hingga dua jam di ruang tertutup.

  • Vaksinasi MMR adalah cara paling efektif mencegah campak, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh.

  • Pencegahan perlu disesuaikan dengan moda transportasi dan kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat mudik, kamu biasanya akan menghadapi kerumunan. Misalnya di terminal, bandara, pelabuhan, stasiun kereta, hingga rest area. Ini merupakan lingkungan yang ideal bagi penularan penyakit, termasuk campak.

Campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 90 persen orang yang tidak memiliki kekebalan dapat tertular jika berada di dekat seseorang yang terinfeksi. Virus campak juga dapat bertahan di udara atau di permukaan benda hingga dua jam setelah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan.

Perjalanan mudik yang melibatkan banyak orang dari berbagai daerah membuat risiko penularan makin tinggi. Karena itu, memahami cara mencegah campak selama perjalanan menjadi langkah penting, terutama bagi bayi, anak-anak, orang dewasa, dan lansia yang memiliki tingkat kerentanan berbeda.

Mengapa risiko campak bisa meningkat saat mudik?

Campak menyebar melalui droplet pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Virus ini juga dapat menular melalui udara di ruang tertutup yang ramai.

Penelitian menunjukkan bahwa mobilitas manusia, termasuk perjalanan massal, berperan besar dalam penyebaran virus campak antarwilayah. Ketika banyak orang berkumpul dalam ruang sempit seperti kendaraan umum atau ruang tunggu, peluang penularan menjadi lebih besar.

Selain itu, perjalanan jauh sering membuat orang kelelahan, kurang tidur, dan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih rentan terinfeksi virus.

1. Pastikan vaksinasi campak sudah lengkap

ilustrasi vaksin (IDN Times/Aditya Pratama)

Vaksinasi adalah langkah pencegahan paling efektif terhadap campak. Vaksin MMR memiliki efektivitas sekitar 97 persen setelah dua dosis.

Rekomendasi vaksinasi berdasarkan kelompok usia:

Bayi

  • Bayi usia 6–11 bulan yang akan melakukan perjalanan ke daerah berisiko tinggi dapat menerima dosis MMR lebih awal.

Anak-anak

  • Dosis pertama: usia 12–15 bulan.

  • Dosis kedua: usia 4–6 tahun.

Orang dewasa

  • Orang dewasa yang tidak yakin status vaksinasinya dianjurkan menerima setidaknya satu dosis MMR.

Lansia

  • Lansia yang belum pernah divaksinasi atau tidak memiliki bukti kekebalan juga disarankan berkonsultasi dengan dokter.

2. Hindari kontak dengan orang tampak sakit

Karena campak sangat menular, menghindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala penyakit menjadi langkah penting.

Gejala awal campak biasanya meliputi:

  • Demam tinggi.

  • Batuk.

  • Pilek.

  • Mata merah.

  • Ruam kulit beberapa hari kemudian.

Seseorang dengan campak dapat menularkan virus sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelahnya.

Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala tersebut sebelum mudik, sebaiknya tunda perjalanan dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

3. Pakai masker di tempat ramai

Pemudik di deremaga eksekutif Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Meskipun campak terutama menyebar melalui droplet dan aerosol, tetapi penggunaan masker dapat membantu mengurangi risiko paparan virus di lingkungan ramai. Masker dapat mengurangi penyebaran virus pernapasan di ruang tertutup dengan kepadatan tinggi.

Masker sangat dianjurkan saat kamu berada di:

  • Bandara.

  • Terminal bus.

  • Stasiun kereta.

  • Pelabuhan.

  • Kendaraan umum yang padat.

4. Cuci tangan sesering mungkin

Virus campak dapat menempel pada permukaan benda yang terkontaminasi.

Menjaga kebersihan tangan dengan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.

Kebiasaan ini penting dilakukan terutama setelah:

  • Memegang pegangan kursi atau pintu kendaraan.

  • Menggunakan fasilitas umum.

  • Sebelum makan atau menyentuh wajah.

5. Langkah pencegahan berdasarkan moda transportasi

Setiap moda transportasi memiliki karakteristik risiko yang berbeda.

1. Mobil

Perjalanan mobil sering berlangsung lama dengan ruang tertutup.

Tips pencegahan:

  • Buka jendela secara berkala untuk ventilasi.

  • Berhenti setiap beberapa jam untuk udara segar.

  • Hindari membawa penumpang yang sedang sakit.

2. Motor

Pengendara motor lebih terpapar udara terbuka, tetapi sering berhenti di tempat ramai seperti rest area.

Langkah pencegahan:

  • Gunakan masker saat berkendara dan/atau berada di keramaian.

  • Cuci tangan sebelum makan.

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang batuk atau demam.

3. Kereta

Kereta memiliki kepadatan penumpang yang tinggi dalam ruang tertutup.

Disarankan untuk:

  • Memakai masker selama perjalanan.

  • Menjaga kebersihan tangan.

  • Menghindari menyentuh wajah sebelum mencuci tangan.

4. Pesawat

Meskipun pesawat memiliki sistem filtrasi udara HEPA, tetapi penularan tetap bisa terjadi pada jarak dekat.

Menurut penelitian, penularan penyakit pernapasan dalam pesawat biasanya terjadi pada penumpang yang duduk berdekatan dengan orang yang sakit.

5. Kapal laut

Perjalanan kapal sering berlangsung lama dan melibatkan banyak orang dalam ruang bersama.

Pencegahan penting meliputi:

  • Menjaga jarak jika memungkinkan.

  • Mencuci tangan secara teratur.

  • Menghindari kerumunan di area tertutup.

6. Jaga daya tahan tubuh selama perjalanan

ilustasi mudik Lebaran (IDN Times/NRF)

Sistem imun yang kuat membantu tubuh melawan infeksi virus. Konsumsi makanan bergizi, dan hidrasi yang baik berperan penting dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh.

Selama perjalanan mudik, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Tidur cukup sebelum berangkat.

  • Minum air yang cukup.

  • Makan makanan bergizi.

  • Menghindari kelelahan berlebihan.

7. Perlindungan khusus untuk bayi dan lansia

Bayi dan lansia termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap komplikasi campak. Komplikasi serius campak dapat meliputi pneumonia, diare berat, hingga radang otak. Karena itu:

Untuk bayi

  • Hindari membawa bayi ke tempat sangat ramai jika memungkinkan.

  • Gunakan penutup stroller atau carrier di area padat.

  • Jangan biarkan bayi dicium atau dipegang oleh orang lain yang kamu tidak tahu status kesehatannya atau oleh orang yang tampak sakit.

Untuk lansia

  • Pastikan kondisi kesehatan stabil sebelum perjalanan.

  • Gunakan masker di tempat ramai.

  • Cukup istirahat selama perjalanan.

Momen mudik Lebaran meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular seperti campak. Virus ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan ramai dan tertutup.

Pencegahan terbaik dimulai dari vaksinasi lengkap, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker di tempat ramai, serta memastikan kondisi tubuh tetap prima selama perjalanan. Perhatian khusus juga perlu diberikan pada bayi, anak-anak, dan lansia yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.

Referensi

World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles (Rubeola).” Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Vaccination.” Diakses Maret 2026.

Moss, William J. “Measles.” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.

M. Naser Lessani et al., “Human Mobility and the Infectious Disease Transmission: A Systematic Review,” Geo-Spatial Information Science 27, no. 6 (November 29, 2023): 1824–51, https://doi.org/10.1080/10095020.2023.2275619.

Nancy H. L. Leung et al., “Respiratory Virus Shedding in Exhaled Breath and Efficacy of Face Masks,” Nature Medicine 26, no. 5 (April 3, 2020): 676–80, https://doi.org/10.1038/s41591-020-0843-2.

World Health Organization. “Hand Hygiene in Community Settings.” Diakses Maret 2026.

Alexandra Mangili and Mark A Gendreau, “Transmission of Infectious Diseases During Commercial Air Travel,” The Lancet 365, no. 9463 (March 1, 2005): 989–96, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(05)71089-8.

National Institutes of Health. “Immune System and Infection.” Diakses Maret 2026.

World Health Organization. “Measles Complications.” Diakses Maret 2026.

Editorial Team