Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Langkah Mencegah Diabetes saat Hamil
ilustrasi seorang ibu hamil melakukan telemedicine dengan dokter kandungan (IDN Times/NRF)
  • Diabetes gestasional terjadi saat tubuh ibu hamil tidak mampu menggunakan insulin secara efektif, meningkatkan kadar gula darah dan risiko komplikasi bagi ibu serta bayi.
  • Gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal, memilih karbohidrat berkualitas, memperbanyak serat, aktif bergerak, dan tidur cukup dapat menurunkan risiko diabetes gestasional.
  • Pemeriksaan kehamilan rutin penting untuk deteksi dini diabetes gestasional agar penanganan bisa dilakukan sebelum muncul komplikasi serius.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehamilan adalah masa ketika tubuh mengalami perubahan. Hormon-hormon yang diproduksi plasenta membantu pertumbuhan janin, tetapi pada saat yang sama dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan insulin. Akibatnya, beberapa ibu hamil mengalami peningkatan kadar gula darah yang dikenal sebagai diabetes gestasional atau diabetes saat hamil.

Menurut estimasi dari International Diabetes Federation, hiperglikemia pada kehamilan memengaruhi jutaan perempuan setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian besar kasus merupakan diabetes gestasional, yaitu diabetes yang pertama kali terdeteksi selama kehamilan.

Memahami kondisi ini sangat penting karena diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun bayi, termasuk bayi lahir besar (makrosomia), persalinan sesar, preeklamsia, hingga peningkatan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Apa itu diabetes gestasional?

Diabetes gestasional terjadi ketika tubuh tidak mampu menghasilkan atau menggunakan insulin secara efektif selama kehamilan sehingga kadar gula darah meningkat.

Secara alami, kehamilan memang menyebabkan peningkatan resistansi insulin, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Pada sebagian perempuan, pankreas mampu mengimbangi perubahan tersebut dengan memproduksi lebih banyak insulin. Namun pada sebagian lainnya, kompensasi ini tidak cukup sehingga gula darah meningkat.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional meliputi:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas.

  • Riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya.

  • Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2.

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS).

  • Usia ibu yang lebih tua saat hamil.

  • Kurang aktivitas fisik.

Bisakah diabetes gestasional dicegah?

Sayangnya, tidak semua kasus diabetes saat hamil dapat dicegah. Faktor seperti usia, genetik, atau riwayat kesehatan tertentu tidak dapat diubah. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sehat sebelum dan selama kehamilan dapat membantu menurunkan risiko secara bermakna.

Karena itu, tujuan pencegahan bukan menjamin seseorang terhindar dari diabetes gestasional, melainkan mengurangi peluang terjadinya kondisi tersebut dan meningkatkan kesehatan ibu secara keseluruhan.

Banyak faktor risiko diabetes gestasional dapat dimodifikasi. Berikut ini langkah-langkah mencegah diabetes saat hamil.

1. Menjaga berat badan sebelum hamil

ilustrasi ibu hamil menimbang berat badan (unsplash.com/i yunmai)

Pencegahan diabetes gestasional idealnya dimulai bahkan sebelum kehamilan terjadi.

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko terkuat untuk diabetes gestasional. Perempuan dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi sebelum hamil memiliki risiko lebih besar mengalami resistensi insulin saat kehamilan berlangsung.

Karena itu, bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, mencapai berat badan yang lebih sehat sebelum konsepsi dapat memberikan manfaat besar.

Penurunan berat badan yang moderat sekalipun dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin dan kesehatan metabolik.

2. Mengontrol kenaikan berat badan selama kehamilan

Kehamilan memang memerlukan kenaikan berat badan. Namun, kenaikan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Rekomendasi umumnya, target kenaikan berat badan yang berbeda sesuai IMT sebelum hamil. Dokter kandungan atau bidan biasanya akan membantu memantau apakah kenaikan berat badan masih berada dalam rentang yang dianjurkan. Mereka dapat membantu memastikan pertambahan berat badan ibu hamil sehat dan sesuai kebutuhan janin.

3. Pilih karbohidrat yang lebih berkualitas

Karbohidrat tetap penting selama kehamilan karena menjadi sumber energi utama bagi ibu dan janin. Namun, kualitas karbohidrat juga berperan.

Pola makan yang kaya akan biji-bijian utuh, sayuran, buah utuh, serta kacang-kacangan dan polong-polongan dikaitkan dengan risiko diabetes gestasional yang lebih rendah dibanding pola makan tinggi karbohidrat olahan.

Sebaliknya, konsumsi berlebihan makanan seperti minuman manis, roti putih, kue dan pastri, dan makanan ultraproses dapat meningkatkan lonjakan gula darah dan memperburuk resistansi insulin.

4. Perbanyak asupan serat

ilustrasi ibu hamil makan camilan sehat (pexels.com/Anna Tarazevich)

Serat membantu memperlambat penyerapan gula dari saluran pencernaan sehingga kadar gula darah naik lebih bertahap setelah makan.

Beberapa sumber serat yang baik selama kehamilan meliputi oat, sayuran hijau, buah utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.

Selain membantu kontrol gula darah, serat juga dapat mengurangi sembelit yang umum terjadi selama kehamilan.

5. Tetap aktif bergerak

Aktivitas fisik merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan sensitivitas insulin. Ketika otot berkontraksi saat berolahraga, tubuh dapat menggunakan glukosa secara lebih efisien.

Kebanyakan ibu hamil tanpa kontraindikasi medis dianjurkan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu.

Contoh aktivitas yang umumnya aman meliputi:

  • Jalan kaki.

  • Berenang.

  • Bersepeda statis.

  • Senam hamil.

  • Yoga prenatal.

Aktivitas fisik tidak harus berat. Konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas tinggi.

Bicarakan dengan dokter, bidan, atau pelatih profesional mengenai olahraga yang aman dilakukan sesuai kondisi tubuh.

6. Jangan sepelekan tidur yang berkualitas

Durasi tidur yang pendek dan kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan peningkatan resistensi insulin serta risiko diabetes gestasional.

Memang tidak selalu mudah mendapatkan tidur berkualitas saat perut semakin membesar. Namun, tips di bawah ini dapat membantu:

  • Memiliki jadwal tidur yang teratur setiap hari.

  • Mengurangi paparan layar sebelum tidur.

  • Mengatur posisi tidur yang nyaman.

  • Menghindari konsumsi kafein berlebihan menjelang malam.

7. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala

ilustrasi pemeriksaan kehamilan (IDN Times/NRF)

Bahkan perempuan yang sudah menerapkan pola hidup sehat tetap dapat mengalami diabetes gestasional. Itulah kenapa skrining tetap penting.

Rekomendasi umumnya, pemeriksaan diabetes gestasional dilakukan pada usia kehamilan sekitar 24–28 minggu. Pada perempuan dengan risiko tinggi, pemeriksaan mungkin dilakukan lebih awal.

Deteksi dini memungkinkan dokter segera bertindak sebelum terjadi komplikasi.

Makanan yang sebaiknya lebih sering dikonsumsi

Pola makan yang sering dikaitkan dengan risiko diabetes gestasional yang lebih rendah meliputi:

  • Protein berkualitas: ikan rendah merkuri, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

  • Karbohidrat kompleks: oat, beras merah, ubi, dan biji-bijian utuh.

  • Lemak sehat: alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun.

  • Sayur dan buah: beragam sayuran dan buah aneka warna membantu memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral.

Apakah suplemen bisa membantu mencegah diabetes saat hamil?

Beberapa penelitian telah mengevaluasi vitamin D, probiotik, omega-3, dan beberapa suplemen lainnya. Akan tetapi, bukti ilmiah yang ada belum cukup kuat untuk merekomendasikan suplemen tertentu secara rutin khusus untuk mencegah diabetes gestasional.

Pendekatan yang paling konsisten didukung bukti tetap berupa:

  • Pola makan sehat dan seimbang.

  • Aktivitas fisik teratur.

  • Pengelolaan berat badan.

  • Pemeriksaan kehamilan rutin.

Diabetes gestasional merupakan komplikasi kehamilan yang cukup umum dan dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi. Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, tetapi risiko dapat diminimalkan.

Menjaga berat badan sebelum dan selama kehamilan, memilih makanan yang tinggi serat dan minim karbohidrat olahan, tetap aktif bergerak, tidur cukup, serta rutin cek kandungan merupakan strategi penting.

Referensi

“ACOG Practice Bulletin No. 190: Gestational Diabetes Mellitus,” Obstetrics and Gynecology 131, no. 2 (January 26, 2018): e49–64, https://doi.org/10.1097/aog.0000000000002501.

E. Chiefari et al., “Gestational Diabetes Mellitus: An Updated Overview,” Journal of Endocrinological Investigation 40, no. 9 (March 10, 2017): 899–909, https://doi.org/10.1007/s40618-016-0607-5.

Jodie M. Dodd et al., “Effects of an Antenatal Dietary Intervention in Women With Obesity or Overweight on Child Outcomes at 8–10 Years of Age: LIMIT Randomised Trial Follow-up,” BMC Pediatrics 23, no. 1 (December 19, 2023): 643, https://doi.org/10.1186/s12887-023-04466-4.

International Diabetes Federation. "IDF Diabetes Atlas. 11th ed." Brussels: International Diabetes Federation, 2025.

Saila B. Koivusalo et al., “Gestational Diabetes Mellitus Can Be Prevented by Lifestyle Intervention: The Finnish Gestational Diabetes Prevention Study (RADIEL),” Diabetes Care 39, no. 1 (July 30, 2015): 24–30, https://doi.org/10.2337/dc15-0511.

Jovana Mijatovic-Vukas et al., “Associations of Diet and Physical Activity With Risk for Gestational Diabetes Mellitus: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Nutrients 10, no. 6 (May 30, 2018): 698, https://doi.org/10.3390/nu10060698.

Suzanne Phelan, “Pregnancy: A ‘Teachable Moment’ for Weight Control and Obesity Prevention,” American Journal of Obstetrics and Gynecology 202, no. 2 (August 16, 2009): 135.e1-135.e8, https://doi.org/10.1016/j.ajog.2009.06.008.

C. Zhang et al., “A Prospective Study of Dietary Patterns, Meat Intake and the Risk of Gestational Diabetes Mellitus,” Diabetologia 49, no. 11 (September 6, 2006): 2604–13, https://doi.org/10.1007/s00125-006-0422-1.

Editorial Team

Related Article