Strategi pencegahan mabuk perjalanan dapat disesuaikan dengan usia anak.
1. Anak usia di bawah 2 tahun
Mabuk perjalanan relatif jarang terjadi pada kelompok usia ini. Namun, orang tua tetap dapat melakukan beberapa langkah pencegahan:
Gunakan kursi mobil anak yang stabil.
Jaga ventilasi kendaraan.
Jadwalkan perjalanan saat anak tidur.
2. Anak usia 2–6 tahun
Pada usia ini, sistem keseimbangan tubuh mulai berkembang sehingga mabuk perjalanan lebih sering muncul.
Beberapa strategi yang bisa dilakukan:
Ajak anak melihat pemandangan luar kendaraan.
Hindari penggunaan gadget terlalu lama.
Sediakan camilan ringan seperti biskuit.
3. Anak usia 7–12 tahun
Anak pada usia ini sering mengalami mabuk perjalanan saat membaca atau bermain ponsel di kendaraan.
Beberapa langkah yang bisa membantu:
Ajak anak duduk menghadap ke depan.
Istirahat secara berkala selama perjalanan.
Minum air putih yang cukup.
Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan obat anti-mabuk perjalanan seperti dimenhydrinate untuk anak usia tertentu. Namun, penggunaan obat sebaiknya hanya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Mabuk perjalanan cukup sering dialami anak, terutama pada usia 2–12 tahun. Kabar baiknya, mabuk perjalanan sering kali dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Dengan memahami kebutuhan anak dan menyesuaikan strategi berdasarkan usia, perjalanan keluarga dapat menjadi pengalaman yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi semua orang.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. “Motion Sickness.” Diakses Maret 2026.
Cleveland Clinic. “Motion Sickness.” Diakses Maret 2026.
American Academy of Pediatrics. “Motion Sickness in Children.” Diakses Maret 2026.
Golding, John F. “Motion Sickness Susceptibility.” Autonomic Neuroscience 129, no. 1–2 (August 25, 2006): 67–76. https://doi.org/10.1016/j.autneu.2006.07.019.
Benson, A. J. (2002). "Medical aspects of harsh environments, motion sickness (pp. 1048–1083)." Office of The Surgeon General Department of the Army, United States of America.