Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Agar Mudik Lansia Aman, Jangan Lewatkan Pemeriksaan Ini

Agar Mudik Lansia Aman, Jangan Lewatkan Pemeriksaan Ini
ilustrasi mudik naik bus bersama lansia (pexels.com/Thunyarat Klaiklang)
Intinya Sih
  • Lansia lebih rentan terhadap kelelahan, dehidrasi, dan komplikasi penyakit kronis saat perjalanan jauh.

  • Pemeriksaan kesehatan sebelum mudik membantu memastikan kondisi medis stabil selama perjalanan.

  • Beberapa pemeriksaan penting meliputi tekanan darah, jantung, kadar gula darah, serta evaluasi obat rutin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bagi sebagian orang, perjalanan pulang ke kampung halaman terasa lebih bermakna ketika dapat dilakukan bersama orang tua atau anggota keluarga yang sudah lanjut usia.

Namun perjalanan jarak jauh dapat menjadi tantangan tersendiri bagi lansia. Perubahan jadwal makan, waktu istirahat yang terbatas, hingga duduk lama di kendaraan dapat memengaruhi kondisi kesehatan mereka. Tanpa persiapan yang tepat, perjalanan yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi pengalaman yang melelahkan.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum mudik sangat disarankan. Tujuannya tidak hanya mendeteksi masalah kesehatan, tetapi juga memastikan kondisi lansia cukup stabil untuk melakukan perjalanan jauh, terutama yang memiliki komorbid.

1. Pemeriksaan tekanan darah

Tekanan darah adalah salah satu indikator kesehatan penting bagi lansia. Kondisi seperti hipertensi cukup umum terjadi pada kelompok usia ini dan dapat meningkatkan risiko komplikasi selama perjalanan.

Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting untuk memastikan tekanan darah berada dalam rentang yang aman.

Jika tekanan darah tidak terkontrol, perjalanan panjang, terutama yang melibatkan stres atau kelelahan, dapat memperburuk kondisi tersebut.

2. Pemeriksaan jantung

Ilustrasi lansia sedang minum air putih.
ilustrasi lansia sedang minum air putih (pexels.com/vlada-karpovich)

Perjalanan jauh dapat meningkatkan beban pada sistem kardiovaskular, terutama pada lansia dengan riwayat penyakit jantung.

Lansia dengan penyakit jantung sebaiknya melakukan evaluasi medis sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama jika perjalanan melibatkan waktu duduk yang lama atau perubahan aktivitas fisik.

Dokter biasanya akan mengevaluasi beberapa hal, seperti:

  • Detak jantung.
  • Riwayat nyeri dada.
  • Kapasitas aktivitas fisik.
  • Obat yang sedang dikonsumsi.

Evaluasi ini membantu memastikan kondisi jantung cukup stabil selama perjalanan.

3. Pemeriksaan gula darah

Banyak lansia hidup dengan diabetes atau gangguan regulasi gula darah. Perjalanan panjang dapat memengaruhi pola makan, jadwal minum obat, dan aktivitas fisik, yang semuanya dapat berdampak pada kadar gula darah.

Menjaga kontrol gula darah sangat penting bagi orang dengan diabetes untuk mencegah komplikasi akut seperti hipoglikemia atau hiperglikemia.

Dengan pemeriksaan sebelum mudik, dokter dapat membantu menyesuaikan jadwal obat atau memberi rekomendasi khusus terkait pola makan selama perjalanan.

4. Evaluasi obat yang dikonsumsi

Ilustrasi obat-obatan yang dikonsumsi oleh lansia.
ilustrasi obat-obatan yang dikonsumsi oleh lansia (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Banyak lansia mengonsumsi beberapa jenis obat secara rutin. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai polifarmasi, yang dapat meningkatkan risiko interaksi obat.

Penggunaan banyak obat pada lansia perlu dipantau secara berkala untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi.

Evaluasi obat sebelum perjalanan penting untuk memastikan:

  • Dosis obat masih sesuai.
  • Tidak ada interaksi berbahaya.
  • Persediaan obat cukup selama perjalanan.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan saran mengenai waktu terbaik mengonsumsi obat selama perjalanan.

5. Pemeriksaan kebugaran dan mobilitas

Selain penyakit kronis, kemampuan fisik juga perlu diperhatikan sebelum mudik. Duduk lama di kendaraan dapat meningkatkan risiko kekakuan otot, nyeri sendi, hingga gangguan sirkulasi darah.

Mobilitas dan keseimbangan merupakan aspek penting kesehatan lansia yang dapat memengaruhi kemampuan mereka melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk perjalanan jauh.

Dokter dapat mengevaluasi apakah lansia memerlukan:

  • Alat bantu berjalan.
  • Waktu istirahat lebih sering.
  • Latihan ringan sebelum perjalanan.

Langkah ini membantu memastikan perjalanan berlangsung lebih nyaman dan aman.

Perjalanan jarak seperti mudik memerlukan perhatian ekstra terhadap kondisi kesehatan lansia. Melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat membantu memastikan perjalanan tetap sehat dan aman. Ini penting untuk melindungi kesehatan lansia serta memberikan rasa tenang bagi seluruh keluarga selama perjalanan mudik.

Referensi

World Health Organization. “Hypertension.” Diakses Maret 2026.

American Heart Association. "Heart Disease and Travel." Diakses Maret 2026.

International Diabetes Federation. "Diabetes Atlas and Guidelines." Diakses Maret 2026.

National Institute on Aging. “Health and Aging.” Diakses Maret 2026.

Robert L Maher, Joseph Hanlon, and Emily R Hajjar, “Clinical Consequences of Polypharmacy in Elderly,” Expert Opinion on Drug Safety 13, no. 1 (September 27, 2013): 57–65, https://doi.org/10.1517/14740338.2013.827660.

Bloom, Sterling. “Managing Multiple Chronic Conditions in Older Adults: A Nursing Perspective.” J Nurs Care 13 (2024): 669.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More