ilustrasi suntik insulin untuk mengelola diabetes (unsplash.com/Sweet Life)
Insulin yang rusak akibat suhu tidak selalu menunjukkan perubahan yang terlihat. Meski demikian, insulin sebaiknya tidak digunakan jika tampilannya tidak sesuai dengan kondisi normal produk tersebut, misalnya terlihat partikel, gumpalan, kristal, atau perubahan warna yang tidak semestinya. Selalu cek sebelum menggunakannya.
Yang tidak boleh dilakukan adalah menghentikan insulin hanya karena kulkas mati. Orang dengan diabetes tipe 1 butuh insulin untuk bertahan hidup, dan kekurangan insulin dapat memicu ketoasidosis diabetik, kondisi darurat yang bisa mengancam nyawa.
Jadi, saat listrik padam setelah terjadi gempa, atau kondisi lainnya, jaga insulin tetap sesejuk mungkin, hindarkan dari panas dan matahari, jangan sampai membeku, dan jangan langsung membuangnya hanya karena sempat berada di luar kulkas.
Jika penyimpanannya meragukan atau gula darah menjadi lebih sulit dikontrol dari biasanya, cari bantuan medis atau apoteker sesegera mungkin saat kondisi memungkinkan.
Referensi
U.S. Food and Drug Administration, “Information Regarding Insulin Storage and Switching Between Products in an Emergency,” diakses Agustus 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Managing Insulin in an Emergency,” diakses Agustus 2026.
Beatrice Kaufmann et al., “Heat-Stability Study of Various Insulin Types in Tropical Temperature Conditions: New Insights towards Improving Diabetes Care,” PLOS ONE 16, no. 2 (2021): e0245372, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0245372.
Bernd Richter, Brenda Bongaerts, and Maria-Inti Metzendorf, “Thermal Stability and Storage of Human Insulin,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 11 (2023): CD015385, https://doi.org/10.1002/14651858.CD015385.pub2.
American Diabetes Association, “Insulin Storage and Syringe Safety,” diakses Agustus 2026.