gambar replika ginjal manusia (unsplash.com/Robina Weermeijer)
Pada kasus yang lebih jarang, infeksi E. coli dapat menyebabkan kondisi serius seperti hemolytic uremic syndrome atau HUS. Dilansir Cleveland Clinic, hemolytic uremic syndrome adalah kondisi yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah kecil pada ginjal. Penyumbatan ini pada akhirnya menghancurkan sel darah merah (anemia hemolitik) dan mengurangi jumlah trombosit dalam darah.
Gejalanya meliputi diare berdarah, kulit pucat, rasa lelah berlebih, memar pada kulit, kadar sel darah merah rendah, jumlah trombosit yang rendah, gagal ginjal akut, tekanan darah tinggi, dan gejala lainnya. Hemolytic uremic syndrome dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih umum disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli alias E. coli. Meski kondisinya sangat serius, penderita hemolytic uremic syndrome yang mendapat penanganan medis yang cepat dan tepat umumnya dapat pulih sepenuhnya tanpa mengalami kerusakan ginjal permanen.
Benar bahwa infeksi E. coli ringan dapat sembuh setelah beberapa hari. Namun bukan berarti kamu bisa menyepelekan kondisi ini. Terutama pada anak-anak, gejala seperti diare berdarah, dan muntah merupakan kondisi serius yang perlu penanganan medis cepat. Selain itu, pastikan juga setiap makanan yang dikonsumsi oleh keluarga dan anak-anak higienis dan terhindar dari kontaminasi bakteri, bukan hanya E. coli tetapi juga bakteri lain yang membahayakan tubuh.
Referensi
“About E. coli.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses September 2026.
“E. coli Infection.” Cleveland Clinic. Diakses September 2026.
“E. coli - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses September 2026.
“E. coli.” Wisconsin Department of Health Services. Diakses September 2026.
“Signs and Symptoms of E. coli Infection.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses September 2026.
“Hemolytic Uremic Syndrome (HUS).” Cleveland Clinic. Diakses September 2026.