Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Post-Vacation Fatigue: Tubuh Terasa Lelah setelah Liburan

Post-Vacation Fatigue: Tubuh Terasa Lelah setelah Liburan
ilustrasi wanita yang kelelahan (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Post-vacation fatigue membuat tubuh lelah, sulit fokus, atau mengantuk setelah liburan, terutama akibat aktivitas padat, perjalanan panjang, dan perubahan kebiasaan.
  • Jadwal wisata yang penuh serta pola tidur terganggu, termasuk karena jet lag, dapat menguras energi dan menurunkan kualitas istirahat selama perjalanan.
  • Peralihan mendadak ke pekerjaan, kuliah, dan rutinitas harian juga membebani pikiran; waktu transisi membantu tubuh serta mental kembali menyesuaikan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Liburan menjadi waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Namun, sebagian orang justru merasa tubuh lebih lelah, sulit fokus, atau mengantuk setelah kembali pulang. Kondisi ini dapat muncul terutama setelah perjalanan panjang atau jadwal liburan yang terlalu padat.

Fenomena tersebut sering disebut post-vacation fatigue, yaitu rasa lelah yang muncul setelah liburan berakhir. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan perubahan pola tidur, aktivitas yang meningkat, perjalanan, dan proses kembali ke rutinitas sehari-hari. Berikut beberapa hal yang dapat menjelaskan mengapa tubuh justru terasa lelah setelah liburan.

  1. 1. Jadwal liburan yang padat bisa menguras energi

    ilustrasi melakukan kunjungan
    ilustrasi melakukan kunjungan (pexels.com/William Fortunato)

    Saat liburan, tubuh belum tentu benar-benar beristirahat. Banyak orang justru mengisi waktu libur dengan jadwal yang padat, mulai dari berjalan-jalan seharian, mengunjungi banyak tempat, hingga mencoba berbagai aktivitas dalam waktu singkat. Aktivitas tersebut dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak energi dibandingkan dengan rutinitas sehari-hari.

    Rasa lelah terkadang baru terasa setelah perjalanan selesai karena selama liburan kita masih terbawa suasana dan semangat untuk melakukan berbagai kegiatan. Ketika sudah kembali pulang dan aktivitas mulai berkurang, tubuh memiliki kesempatan untuk merasakan kelelahan yang sebelumnya tertutupi. Karena itu, liburan yang terlalu padat justru bisa membuat kita merasa membutuhkan waktu istirahat tambahan setelahnya.

  2. 2. Pola tidur berubah selama perjalanan

    ilustrasi pria yang tertidur
    ilustrasi pria yang tertidur (magnific.com/stockking)

    Pola tidur sering berubah ketika sedang berlibur. Kita mungkin tidur lebih larut, bangun lebih pagi untuk mengejar jadwal perjalanan, atau sulit tidur karena berada di tempat yang tidak biasa. Perubahan tersebut dapat membuat waktu dan kualitas tidur berkurang meskipun liburan berlangsung selama beberapa hari.

    Perjalanan yang melintasi beberapa zona waktu juga dapat memperburuk kondisi tersebut melalui jet lag. Jam biologis tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan waktu, sehingga kita dapat mengalami kantuk pada siang hari atau sulit tidur pada malam hari. Gangguan tidur selama dan setelah perjalanan menjadi salah satu alasan utama mengapa tubuh belum tentu langsung terasa segar setelah pulang.

  3. 3. Perjalanan panjang dan perubahan rutinitas ikut membebani tubuh

    ilustrasi wisatawan
    ilustrasi wisatawan (pexels.com/Haley Black)

    Perjalanan menuju tempat liburan juga membutuhkan energi yang tidak sedikit. Duduk dalam waktu lama, membawa barang, menunggu transportasi, atau menghadapi jadwal perjalanan yang berubah dapat membuat tubuh mengalami kelelahan. Perjalanan dengan pesawat, kereta, atau kendaraan dalam waktu yang panjang juga dapat mengurangi waktu istirahat yang seharusnya diperoleh.

    Selain itu, tubuh terbiasa bekerja dengan pola yang relatif teratur, termasuk waktu tidur, makan, dan beraktivitas. Liburan dapat mengubah seluruh kebiasaan tersebut dalam waktu singkat sebelum tubuh kembali dipaksa menyesuaikan diri dengan rutinitas lama. Proses perubahan dan penyesuaian ini dapat membuat tubuh terasa lelah meskipun kita merasa sudah mengambil waktu untuk berlibur.

  4. 4. Kembali ke rutinitas membuat pikiran terasa lelah

    ilustrasi wanita yang kelelahan bekerja
    ilustrasi wanita yang kelelahan bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Rasa lelah setelah liburan tidak selalu berasal dari kondisi fisik. Peralihan dari suasana santai ke pekerjaan, kuliah, atau berbagai tanggung jawab sehari-hari juga membutuhkan penyesuaian mental. Otak harus kembali menghadapi jadwal, keputusan, dan tuntutan yang sempat ditinggalkan selama liburan.

    Perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dapat membuat seseorang merasa kewalahan atau sulit berkonsentrasi pada hari-hari pertama setelah kembali. Karena itu, beberapa ahli menyarankan untuk memberikan waktu transisi sebelum langsung kembali ke jadwal yang sangat padat. Jika memungkinkan, menyediakan waktu untuk beristirahat dan kembali menyesuaikan rutinitas dapat membantu proses kembali dari suasana liburan ke aktivitas sehari-hari.

    Post-vacation fatigue menunjukkan bahwa liburan tidak selalu langsung membuat tubuh kembali segar. Perjalanan, aktivitas yang padat, dan perubahan pola tidur dapat membuat tubuh membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi normal. Karena itu, memberi waktu untuk beristirahat dan menyesuaikan diri setelah liburan juga penting sebelum kembali menjalani rutinitas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More