Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seberapa Bahaya Campak pada Orang Dewasa?

Seberapa Bahaya Campak pada Orang Dewasa?
Ruam campak di punggung pada hari kelima penyakit. (CDC/Public Health Image Library (PHIL), ID#24422)
Intinya Sih
  • Campak pada orang dewasa cenderung lebih berat dan berisiko komplikasi serius dibandingkan pada anak-anak.

  • Komplikasi seperti pneumonia, hepatitis, dan ensefalitis lebih sering terjadi pada dewasa.

  • Vaksinasi tetap menjadi perlindungan utama, terutama bagi dewasa tanpa riwayat imunisasi lengkap.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Seorang tenaga kesehatan dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi campak saat bertugas. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memastikan korban adalah dokter pria berinisial AMW, 26 tahun, yang bertugas di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Menurut investigasi awal, AMW awalnya mengeluhkan demam dan ruam merah, lalu mengalami sesak napas berat. Pihak Kemenkes menyatakan bahwa yang bersangkutan mengalami komplikasi.

Sering dianggap penyakit anak-anak, ketika virus campak menginfeksi orang dewasa, perjalanan penyakitnya bisa berbeda. Gejalanya bisa terasa lebih berat, pemulihan lebih lama, dan risiko komplikasi meningkat.

Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya kasus campak pada kelompok usia dewasa di berbagai negara menjadi pengingat bahwa penyakit ini dampaknya bisa lebih serius dari yang dibayangkan.

Table of Content

1. Apa itu campak dan kenapa berpotensi bahaya?

1. Apa itu campak dan kenapa berpotensi bahaya?

Campak adalah infeksi virus yang sangat menular, disebabkan oleh virus Morbillivirus. Penularannya melalui droplet saat batuk atau bersin, dan virus dapat bertahan di udara hingga beberapa jam.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), campak memiliki tingkat penularan sangat tinggi, hingga 90 persen pada individu yang tidak memiliki kekebalan.

Yang membuat campak berbahaya bukan hanya infeksinya, tetapi respons tubuh terhadap virus, yang dapat menyebabkan peradangan luas di berbagai organ.

2. Seberapa bahaya campak pada orang dewasa?

Seorang pasien dewasa terbaring sakit akibat campak.
Seorang pasien dewasa terbaring sakit akibat campak. (CDC/Public Health Image Library (PHIL), ID#22149)

Ada beberapa alasan campak bisa berbahaya pada orang dewasa:

  • Gejalanya lebih berat dan intens

Pada orang dewasa, campak sering muncul dengan gejala yang lebih berat dibandingkan dengan anak-anak.

Demam bisa mencapai suhu tinggi dan berlangsung lebih lama. Selain itu, keluhan seperti nyeri otot, kelelahan ekstrem, dan sakit kepala sering lebih dominan.

Hal ini berkaitan dengan respons imun yang lebih kuat dan agresif pada orang dewasa. Sistem imun yang matang menghasilkan reaksi inflamasi lebih besar, yang meskipun bertujuan melawan virus, justru memperparah gejala.

Menurut penelitian, tingkat keparahan gejala campak meningkat seiring usia, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan.

  • Risiko komplikasi lebih tinggi

Perbedaan paling signifikan antara anak dan dewasa adalah risiko komplikasi.

Pada orang dewasa, komplikasi yang sering terjadi meliputi:

Pneumonia adalah komplikasi paling umum dan menjadi penyebab utama kematian akibat campak.

Orang dewasa memiliki risiko rawat inap lebih tinggi dibandingkan anak-anak ketika terinfeksi campak.

Studi menunjukkan bahwa komplikasi neurologis, meski jarang, lebih sering terjadi pada kelompok usia dewasa.

3. Dampaknya pada organ vital

Campak bukan hanya penyakit kulit atau saluran pernapasan. Virus ini dapat memengaruhi berbagai organ.

Pada orang dewasa:

  • Paru-paru: menyebabkan pneumonia berat.
  • Hati: menyebabkan peningkatan enzim hati (hepatitis).
  • Otak: menyebabkan ensefalitis.

Kerusakan organ ini dapat bersifat sementara, tetapi dalam beberapa kasus bisa menyebabkan dampak jangka panjang.

Campak dapat menyebabkan supresi sistem imun sementara, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi lain.

4. Risiko pada kelompok tertentu

Ilustrasi janin, bayi dalam kandungan.
ilustrasi janin, bayi dalam kandungan (IDN Times/NRF)

Tidak semua orang dewasa memiliki risiko yang sama. Kelompok dengan risiko lebih tinggi:

  • Perempuan hamil.
  • Individu dengan sistem imun lemah.
  • Orang dengan penyakit kronis.

Pada kehamilan, campak dapat menyebabkan:

  • Kelahiran prematur.
  • Berat badan lahir rendah.
  • Risiko komplikasi pada ibu.

Infeksi campak selama kehamilan memerlukan pemantauan ketat karena dapat berdampak serius.

5. Pemulihan lebih lama

Orang dewasa biasanya membutuhkan waktu pemulihan lebih lama dibandingkan anak-anak.

Faktor yang memengaruhi:

  • Respons inflamasi lebih besar.
  • Komplikasi lebih sering.
  • Kondisi kesehatan dasar.

Kelelahan bisa berlangsung berminggu-minggu setelah gejala utama mereda.

6. Risiko penularan lebih luas

Orang dewasa sering memiliki mobilitas tinggi, seperti bekerja, bepergian, dan berinteraksi dengan banyak orang. Aktivitas ini meningkatkan potensi penularan ke kelompok rentan dan memicu wabah.

Dalam konteks kesehatan masyarakat, infeksi pada orang dewasa memiliki dampak lebih luas dibandingkan anak-anak.

7. Peran vaksinasi dalam menurunkan risiko

Ilustrasi vaksin campak.
ilustrasi vaksin campak (IDN Times/Aditya Pratama)

Vaksin MMR tetap menjadi perlindungan utama. Dua dosis vaksin dapat mencegah sebagian besar kasus campak dan secara signifikan menurunkan risiko komplikasi.

Namun, banyak orang dewasa tidak memiliki riwayat vaksinasi lengkap dan/atau tidak menyadari status kekebalan mereka. Ini menjadi salah satu alasan meningkatnya kasus campak pada orang dewasa.

Dalam beberapa kasus, campak pada orang dewasa dampaknya lebih berat dibandingkan pada anak-anak, dari gejala yang lebih intens hingga risiko komplikasi yang lebih serius. Langkah sederhana seperti memastikan status vaksinasi dapat menjadi perlindungan yang sangat besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain di sekitar.

Referensi

World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Complications.” Diakses Maret 2026.

National Institute of Allergy and Infectious Diseases. “Measles.” Diakses Maret 2026.

Moss, William J. “Measles.” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.

Strebel, Peter M., and Walter A. Orenstein. “Measles.” New England Journal of Medicine 381, no. 4 (July 10, 2019): 349–57. https://doi.org/10.1056/nejmcp1905181.

American College of Obstetricians and Gynecologists. “Measles in Pregnancy.” Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More