Comscore Tracker

Estradiol: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Samping

Banyak digunakan untuk mengatasi gejala menopause

Estradiol adalah bentuk estrogen yang banyak digunakan sebagai pengganti hormon estrogen alami pada perempuan yang telah mengalami menopause. Estrogen sendiri merupakan hormon seks perempuan yang mengatur banyak proses dalam tubuh.

Obat estradiol tersedia dalam bentuk tablet oral, gel topikal, krim vagina, atau injeksi. Untuk memahami estradiol lebih lanjut, baca terus penjelasannya di bawah ini sampai tuntas, ya!

1. Manfaat

Estradiol: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi gejala hot flashes (healthywomen.org)

Sebagai hormon estrogen sintetis, estradiol banyak digunakan oleh perempuan untuk membantu mengurangi gejala menopause seperti hot flashes dan kekeringan pada vagina. Gejala menopause dapat timbul karena tubuh memproduksi lebih sedikit estrogen dari biasanya.

Dilansir WebMD, untuk mengobati gejala yang hanya terjadi di dalam dan di sekitar vagina, sebaiknya gunakan produk yang dioleskan langsung di dalam vagina dibanding obat oral, diserap melalui kulit, atau disuntikkan.

Tidak hanya untuk mengatasi gejala menopause, estradiol juga bisa digunakan oleh perempuan setelah menopause untuk mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis), serta membantu pengobatan kanker prostat dan kanker payudara.

Selain itu, obat ini juga bisa digunakan oleh perempuan yang tidak mampu menghasilkan kadar hormon estrogen secara cukup, misalnya pada orang dengan hipogonadisme, yakni kondisi kegagalan ovarium primer.

2. Peringatan

Estradiol: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi obat estradiol (entirelypetspharmacy.com)

Sebelum memulai terapi dengan estradiol, dilansir Cleveland Clinic, pasien harus memberi tahu dokter jika mengalami salah satu dari kondisi ini:

  • Pendarahan vagina yang tidak normal
  • Penyakit pembuluh darah atau pembekuan darah
  • Kanker payudara, serviks, endometrium, ovarium, hati, atau rahim
  • Demensia
  • Diabetes
  • Penyakit kandung empedu
  • Penyakit jantung atau mengalami serangan jantung belum lama ini
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Kadar kalsium yang tinggi dalam darah
  • Histerektomi
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Sakit kepala migrain
  • Defisiensi protein C
  • Defisiensi protein S
  • Stroke
  • Lupus eritematosus sistemik (SLE)
  • Perokok tembakau
  • Reaksi yang tidak biasa atau alergi terhadap estrogen, hormon lain, obat-obatan, makanan, pewarna, atau pengawet
  • Hamil atau mencoba hamil
  • Sedang menyusui

Baca Juga: Zafirlukast: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Samping

3. Dosis

Estradiol: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi obat estradiol (moreplatesmoredates.com)

Dosis estradiol bisa berbeda-beda tergantung jenis produknya, sehingga penting untuk mematuhi perintah dokter dan panduan dosis pada label. Mengutip Pusat Informasi Obat Nasional Badan POM RI, untuk estradiol transdermal (ditempel melalui kulit) dapat ditempelkan setiap 3-4 hari dan digunakan secara berkelanjutan.

Kemudian, bentuk gel mungkin memiliki dosis sekitar 1,25 gram gel per hari (0,75 miligram estradiol) selama 21-28 hari setiap bulannya. Dosis ini bisa diatur sesuai kondisi klinis dengan dosis rata-rata setiap harinya sebesar 2,5 gram. Penggunaan gel sebaiknya diatur pada dosis serendah mungkin dengan lama penggunaan yang sesingkat mungkin.

4. Cara penggunaan

Estradiol: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi estradiol transdermal ditempelkan di kulit area perut (invitra.com)

Ikuti informasi dari dokter dan/atau dari kemasan obat untuk panduan penggunaan estradiol karena obat ini punya berbagai jenis yang penggunaannya berbeda pula. Jangan mengambil estradiol dengan dosis yang lebih besar atau lebih sering dari yang seharusnya.

Khusus untuk estradiol injeksi atau yang disuntikkan, buanglah jarum dan alat suntik ke dalam wadah benda tajam setelah penggunaan dan jangan membuang jarum bekas ke tempat sampah.

Sementara itu, dalam bentuk semprotan, hindari api atau asap sampai semprotan yang diaplikasikan kering. Kemudian, jangan mengoleskan losion atau tabir surya di area semprotan setidaknya selama satu jam.

Dilansir Drugs, estradiol dapat meningkatkan risiko kanker rahim. Guna menurunkan risiko ini, dokter mungkin meresepkan progestin. Selain itu, penting untuk segera melaporkan setiap perdarahan vagina yang tidak biasa kepada dokter.

Dokter harus memeriksa kemajuan pasien secara teratur setiap 3 sampai 6 bulan untuk menentukan apakah perawatan estradiol harus dilanjutkan atau tidak. Setiap bulannya, orang yang menggunakan estradiol harus memeriksa apakah terdapat benjolan di payudara dan baiknya melakukan mamografi setiap tahun.

5. Overdosis, dosis yang terlewat, dan penyimpanan estradiol

Estradiol: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi estradiol injeksi (clintpharmaceuticals.com)

Orang yang mengalami overdosis estradiol mungkin akan mengalami gejala termasuk mual, muntah, dan perdarahan vagina. Segera bawa pasien ke rumah sakit jika sampai terjadi pingsan, kejang, sulit bernapas, atau tidak dapat dibangunkan.

Seumpama terdapat dosis yang terlewat, segera ambil dosis yang terlewat tetapi jangan mengambil dosis ganda bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya. Untuk dosis estradiol gel, dosis terlewat tidak boleh diambil kurang dari 12 jam sebelum jadwal dosis berikutnya, mengutip MedlinePlus.

Estradiol harus disimpan dalam wadahnya, pastikan tertutup rapat dan jauh dari jangkauan anak serta hewan peliharaan. Simpan obat dalam suhu kamar yang jauh dari panas dan kelembapan berlebih.

Jangan simpan obat di kamar mandi dan jangan membekukan estradiol topikal. Setelah obat tidak lagi dibutuhkan atau kedaluwarsa, buang obat dengan benar atau hubungi toko obat atau apotek terdekat.

6. Interaksi obat

Estradiol: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi obat-obatan (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Jangan menggunakan estradiol bersamaan dengan salah satu obat inhibitor aromatase seperti aminoglutethimide, anastrozole, exemestane, letrozole, testolactone.

Estradiol juga bisa berinteraksi dengan berbagai obat lain, sehingga penggunaannya harus diperhatikan. Estradiol bisa berinteraksi dengan obat, bahan, atau suplemen ini:

  • Karbamazepin
  • Antibiotik tertentu yang digunakan untuk mengobati infeksi
  • Barbiturat atau benzodiazepin tertentu yang digunakan untuk menginduksi tidur atau mengobati kejang
  • Jus anggur
  • Obat-obatan untuk infeksi jamur seperti itrakonazol dan ketokonazol
  • Raloxifene atau tamoxifen
  • Rifabutin, rifampisin, atau rifapentin
  • Ritonavir
  • St. John's wort
  • Warfarin

7. Efek samping

Estradiol: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi usia menopause (unsplash.com/mali desha)

Seperti dijabarkan di laman RxList, estradiol dapat memicu sejumlah efek samping yang dapat meliputi:

  • Kecemasan
  • Kembung
  • Pembesaran payudara
  • Payudara yang terasa nyeri dan membengkak
  • Bintik-bintik atau penggelapan kulit wajah (melasma)
  • Perubahan periode menstruasi
  • Ejakulasi yang tertunda
  • Depresi
  • Mulut kering
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Pingsan atau pusing
  • Sakit kepala
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Influenza
  • Gatal
  • Rambut rontok
  • Periode menstruasi yang terlewat
  • Kram otot
  • Kram perut
  • Mual
  • Gugup
  • Ruam
  • Iritasi kulit dan kemerahan di tempat aplikasi (transdermal)
  • Bercak
  • Sakit perut
  • Pembengkakan, termasuk pembengkakan ekstremitas
  • Sakit gigi
  • Keputihan
  • Ketidaknyamanan vagina, erosi vagina, ulserasi vagina, perlekatan cincin vagina ke dinding vagina (Estring)
  • Muntah
  • Perubahan berat badan

Penting untuk diketahui kalau estradiol dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, stroke, atau serangan jantung. Risiko tersebut akan meningkat terutama bila penggunanya memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, atau merokok. Estradiol ini juga tidak boleh digunakan oleh perempuan hamil.

Selalu perhatikan penggunaan estradiol serta pastikan dosis dan keamanannya dengan berkonsultasi ke dokter, ya!

Baca Juga: Safinamide: Manfaat, Dosis, Interaksi, dan Efek Samping

Topic:

  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya