Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Dekstrosa yang Sering Muncul di Label Makanan Kemasan?

Apa Itu Dekstrosa yang Sering Muncul di Label Makanan Kemasan?
ilustrasi makanan kemasan (pexels.com/Allen Boguslavsky)
Intinya Sih
  • Dekstrosa adalah gula sederhana hasil hidrolisis jagung atau gandum yang berfungsi sebagai pemanis tambahan dan memiliki kesamaan kimia dengan glukosa.
  • Bahan ini digunakan luas di industri makanan dan medis, mulai dari pemanis, pengawet, hingga suplemen energi serta cairan infus untuk menaikkan kadar gula darah.
  • Konsumsi dekstrosa berlebihan dapat memicu obesitas, diabetes, penyakit jantung, gangguan hati dan ginjal, serta memperburuk kondisi kulit dan kesehatan mental.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa yang rajin memeriksa label komposisi makanan saat membeli makanan kemasan? Nah, di antara deretan bahan-bahan tersebut, mungkin kamu kerap menjumpai ingredient bernama dekstrosa atau dextrose. Dekstrosa adalah bahan tambahan yang cukup umum dalam produk makanan ringan seperti kue kering atau keripik, terkadang juga terdapat pada produk permen.

Lantas, sebenanrnya apa yang dimaksud dekstrosa? Apakah zat ini aman untuk kesehatan? Yuk, simak fakta-fakta menarik dekstrosa berikut ini.

1. Apa itu dekstrosa?

dekstrosa
ilustrasi gula (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Dekstrosa adalah sejenis pemanis tambahan pada makanan yang dibuat dari jagung atau gandum. Jagung atau gandum ini akan dipecah melalui proses hidrolisis dengan bantuan enzim atau asam yang kemudian akan menghasilkan gula sederhana (monosakarida) yang disebut dekstrosa. Gula ini berbentuk bubuk putih halus dengan cita rasa yang manis, tapi tidak semanis gula pasir (sukrosa).

Secara kimia, dekstrosa memiliki kesamaan dengan glukosa atau gula dalam darah. Oleh sebab itu, dekstrosa bisa menyebabkan pelonjakan kadar gula darah ketika dikonsumsi. Sama halnya seperti glukosa dan jenis gula sederhana lain seperti fruktosa dan galaktosa, dekstrosa tidak memiliki nilai gizi, ia hanya menyediakan kalori dari gula saja.

2. Manfaat dekstrosa

Manfaat Dekstrosa
ilustrasi pemanis makanan (pexels.com/Klaus Nielsen)

Dekstrosa sering digunakan sebagai bahan pemanis dalam produk makanan, terutama makanan olahan. Bahan ini umum digunakan dalam produk kue kering, keripik kemasan, saus, olahan bumbu, selai buah, daging olahan, atau makanan kaleng. Selain sebagai pemanis, dekstrosa juga bermanfaat sebagai bahan pengawet yang membantu memperpanjang umur simpan produk pangan.

Karena merupakan karbohidrat sederhana yang mudah dipecah di dalam tubuh, dekstrosa juga kerap dijumpai pada produk suplemen olahraga. Dekstrosa dapat membantu mengembalikan energi yang hilang dalam waktu singkat setelah latihan intens. Laman Web MD menambahkan, dekstrosa juga bisa membantu mengembalikan energi akibat kelelahan mental sehingga meningkatkan konsentrasi.

Selain berguna dalam industri makanan, dekstrosa juga memiliki kegunaan di industri medis. Dalam industri ini, dekstrosa biasanya ditemukan dalam bentuk tablet atau cairan intravena (infus). Pengobatan dengan dekstrosa ini dapat membantu mengembalikan kadar gula darah rendah ke tingkat yang lebih normal serta mengatasi dehidrasi dengan cepat.

3. Risiko konsumsi dekstrosa

Risiko dekstrosa
ilustrasi makanan mengandung dekstrosa (pexels.com/RDNE Stock project)

Karena termasuk produk gula, dekstrosa memiliki indeks glikemik yang tinggi. Indeks glikemik merupakan indikator seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah. Jika indeks glikemik suatu makanan tinggi, maka ia bisa menyebabkan pelonjakan gula darah dengan sangat cepat. Inilah yang harus diwaspadai dari konsumsi makanan yang mengandung dekstrosa. Risiko konsumsi dekstrosa sama dengan konsumsi gula lainnya.

Secara umum, berikut beberapa risiko dekstrosa yang dijelaskan lebih rinci:

  • Menyebabkan kenaikan berat badan dan risiko obesitas: saat dikonsumsi, dekstrosa dengan sangat cepat dipecah oleh tubuh. Gula yang diperlukan akan digunakan, dan yang tidak digunakan akan disimpan sebagai lemak. Ketika mengonsumsinya berlebihan, ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dan mengakibatkan obesitas
  • Penyakit jantung: mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena bisa merusak pembuluh darah dan menyebabkan peradangan kronis
  • Diabetes: selain penyakit jantung, konsumsi produk gula berlebihan juga beresiko menyebabkan diabetes. Ini bisa menyebabkan resistensi insulin dan mengarah ke diabetes. Orang dengan diabetes juga harus menghindari konsumsi dekstrosa karena bisa menyebabkan pelonjakan kadar gula dengan cepat yang bisa berisiko menimbulkan komplikasi
  • Penyakit hati: adanya penumpukan lemak akibat konsumsi gula berlebihan juga berisiko menyebabkan penyakit hati
  • Penyakit ginjal: ginjal adalah organ yang menyaring gula dari urin. Saat konsumsi gula berlebihan, ini bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat. Di mana dalam jangka waktu yang lebih lama, peningkatan kadar gula darah ini bisa memberikan tekanan pada ginjal dan menyebabkan penyakit ginjal.
  • Memperburuk depresi, jerawat, serta kondisi kulit lainnya: konsumsi dekstrosa berlebihan juga bisa memperburuk kondisi kulit seperti eksim atau jerawat karena bisa memicu peradangan. Untuk alasan yang sama, ini juga bisa memperburuk depresi.

Dekstrosa adalah bahan yang umum dijumpai dalam produk makanan olahan seperti makanan kemasan. Bahan ini biasanya digunakan sebagai pemanis atau pengawet makanan agar tahan lama. Meski dalam dunia medis dekstrosa bermanfaat untuk meningkatkan kadar gula darah atau mengembalikan energi, konsumsinya harus diwaspadai karena bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Jika kamu memiliki atau berisiko terhadap penyakit seperti diabetes, resistensi insulin, atau obesitas, baiknya hindari konsumsi bahan ini dari makanan.

Referensi

“Everything you need to know about dextrose”. Medical News Today. Diakses April 2026

“Dextrose”. Healthline. Diakses April 2026

“What to Know about Dextrose”. Web MD. Diakses April 2026

“11 Common Foods that may Contain Dextrose”. Lose It!”. Diakses April 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More