- Riwayat keluarga gangguan tic atau obsessive compulsive disorder (OCD).
- Komplikasi kehamilan atau persalinan.
- Paparan nikotin atau alkohol selama kehamilan.
- Stres dan kelelahan ekstrem.
Tourette Syndrome: Penyebab, Gejala, Pengobatan

- Sindrom Tourette adalah gangguan neurologis yang ditandai tic motorik dan vokal, dan sering muncul sejak masa kanak-kanak.
- Kondisi ini lebih umum dari yang disadari, tetapi masih kerap disalahpahami sebagai gangguan perilaku.
- Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, banyak penyandang sindrom Tourette bisa menjalani hidup yang aktif dan produktif.
Sindrom Tourette (Tourette syndrome/TS) adalah kondisi neurologis yang sering dikenal secara keliru. Banyak orang mengaitkannya dengan ucapan kasar yang keluar tanpa kontrol, padahal itu cuma salah satu gejala yang tidak dialami semua pasien. Kenyataannya, kondisi ini jauh lebih kompleks daripada stereotip yang beredar.
Secara global, sindrom Tourette diperkirakan memengaruhi sekitar 0,3–1 persen anak-anak, dengan angka yang lebih tinggi pada anak laki-laki dibandingkan perempuan. Pada orang dewasa, prevalensinya lebih rendah, sebagian karena gejala dapat mereda seiring bertambahnya usia. Hingga kini, belum ada data nasional yang komprehensif tentang prevalensi sindrom Tourette di Indonesia, tetapi para klinisi meyakini banyak kasus tidak terdiagnosis atau salah dikenali sebagai gangguan perilaku atau masalah lainnya.
Sejumlah figur publik diketahui hidup dengan sindrom Tourette dan secara terbuka membagikan pengalamannya, antara lain Billie Eilish, Lewis Capaldi, dan mendiang Tim Howard (mantan kiper timnas AS). Kisah mereka membantu membuka percakapan bahwa sindrom Tourette bukan penghalang untuk berkarya, selama ada pemahaman dan dukungan yang tepat.
Penyebab dan faktor risiko
Hingga saat ini, penyebab pasti sindrom Tourette (TS) belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli sepakat bahwa kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada sirkuit saraf di otak, khususnya yang melibatkan ganglia basalis, korteks frontal, dan neurotransmiter seperti dopamin.
Faktor genetik memainkan peran besar. Anak dengan anggota keluarga yang memiliki TS atau gangguan tic* lainnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Selain itu, beberapa faktor juga dikaitkan dengan peningkatan risiko atau keparahan gejala, seperti:
TS bukan disebabkan oleh pola asuh, trauma emosional, atau kurangnya disiplin—sebuah miskonsepsi yang masih sering ditemui.
*Catatan: Tic adalah gerakan atau suara tiba-tiba, cepat, berulang, dan tidak disengaja yang sulit dikendalikan, bisa berupa kedutan otot (tic motorik, contoh: mengedip, mengangguk) atau suara (tic vokal, contoh: bersuara, menggerutu).
Kapan sindrom Tourette biasanya muncul?

Gejala TS umumnya mulai terlihat pada usia 5–10 tahun. Tic sering kali muncul secara ringan di awal, misalnya sering berkedip atau mengangkat bahu, lalu dapat berkembang menjadi lebih kompleks seiring waktu.
Puncak keparahan gejala biasanya terjadi pada masa praremaja hingga remaja awal, dan pada banyak kasus, intensitas tic akan berkurang saat memasuki usia dewasa. Meski demikian, sebagian orang tetap mengalami gejala hingga dewasa, dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Gejala sindrom Tourette
Ciri utama TS adalah tic motorik dan tic vokal yang berlangsung setidaknya satu tahun.
Tic motorik dapat berupa:
- Berkedip berulang.
- Menggelengkan kepala.
- Mengangkat bahu.
- Gerakan wajah atau tangan tertentu.
Tic vokal meliputi:
- Berdehem.
- Mendengus.
- Mengulang kata atau suara tertentu.
Sebagian kecil penyandang TS mengalami coprolalia (mengucapkan kata-kata kasar atau tabu), tetapi gejala ini hanya terjadi pada minoritas kasus.
Tic dapat memburuk saat seseorang merasa stres, cemas, lelah, atau terlalu bersemangat, dan cenderung mereda saat fokus pada aktivitas tertentu.
Diagnosis

Tidak ada tes laboratorium khusus untuk mendiagnosis TS. Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat klinis dan observasi gejala, dengan kriteria utama:
- Adanya tic motorik dan vokal.
- Berlangsung lebih dari satu tahun.
- Muncul sebelum usia 18 tahun.
Dokter juga akan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, seperti gangguan kejang, efek obat tertentu, atau gangguan neurologis lain.
Pengobatan
Tidak semua pasien TS membutuhkan pengobatan. Jika gejala ringan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, pendekatan terbaik bisa berupa edukasi dan pemantauan.
Apabila tic cukup mengganggu, beberapa pilihan penanganan dapat meliputi:
- Terapi perilaku, seperti comprehensive behavioral intervention for tics (CBIT).
- Obat-obatan, termasuk antipsikotik dosis rendah atau obat pengatur dopamin.
- Penanganan kondisi penyerta, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau OCD.
Pendekatan pengobatan bersifat individual dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Komplikasi yang bisa terjadi

TS sering kali muncul bersamaan dengan kondisi lain, seperti:
- ADHD.
- OCD.
- Gangguan kecemasan.
- Kesulitan belajar.
Selain dampak medis, tantangan sosial juga kerap muncul. Stigma, perundungan, dan kesalahpahaman dapat memengaruhi kesehatan mental dan kepercayaan diri orang dengan TS, terutama pada anak dan remaja.
Sindrom Tourette bukan sekadar tentang tic yang terlihat atau terdengar. Ia adalah kondisi neurologis yang nyata, kompleks, dan membutuhkan pemahaman, bukan penghakiman. Dengan dukungan keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan, penyandang kondisi ini memiliki peluang besar untuk tumbuh, belajar, dan berkarya seperti siapa pun.
Referensi
MedlinePlus Genetics. “Tourette Syndrome.” Diakses Januari 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “About Tourette Syndrome.” Diakses Januari 2026.
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. “Tourette Syndrome.” Diakses Januari 2026.
Mayo Clinic. “Tourette Syndrome: Symptoms and Causes.” Diakses Januari 2026.
Cleveland Clinic. “Tourette Syndrome.” Diakses Januari 2026.
National Center for Biotechnology Information. Tourette Syndrome. Diakses Januari 2026.
NHS. “Tourette’s Syndrome.” Diakses Januari 2026.
American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. “Tourette’s Syndrome.” Diakses Januari 2026.
Harvard Health Publishing. “Tourette Syndrome: Understanding the Basics.” Diakses Januari 2026.
Healthdirect Australia. “Tourette Syndrome.” Diakses Januari 2026.


















